Teknik Meningkatkan Pemahaman Membaca Siswa SMK

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kemampuan membaca secara umum pada kaum pelajar dirasa memprihatinkan. Berdasarkan hasil observasi mahasiswa Universitas Negeri Semarang dan Mahasiswa UPGRIS, kemampuan membaca cepat siswa SMK masih rendah (Mahasiswa PPL,2014). Padahal membaca sudah diajarkan di sekolah, mulai tingkat SD sampai dengan SLTA. Dalam membaca intensif, siswa dilatih untuk dapat membaca secara teliti dan memahami isi bacaan yang dibacanya, sedangkan dalam membaca ekstensif siswa dilatih untuk membaca cepat dengan mampu memperoleh pemahaman yang diinginkan. Untuk itu, pembelajaran membaca di sekolah masih belum berhasil. Guru perlu mengupayakan dapat mengajarkan pembelajaran membaca dengan baik dan memahami tentang keterampilan membaca dan model pemelajarannya.

Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui bahasa tulis. Membaca merupakan proses menyerap informasi dari teks dan pengetahuan yang dimiliki pembaca mempunyai peranan yang utama dalam membentuk makna.

Kemudian secara khusus tujuan membaca terbagi dua yaitu umum dan khusus.Secara umum tujuan membaca adalah:mendapatkan informasi,memperoleh pemahaman. Secara khusus tujuan membaca adalah: mendapatkan informasi faktual, memperoleh keterangan tentang sesuatu, memberikan penilaian terhadap karya tulis seseorang dan sebagainya.

Baca juga:   Edukasi Covid-19 dengan Pemberian Tugas Menggambar Poster

Model pembelajaran kooperatif mengandung pengertian sebagai suatu sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau membantu di antara sesama dalam struktur yang teratur dalam kelompok untuk mendapatkan keberhasilan atas keterlibatan dari setiap anggota kelompok itu. Model pembelajaran kontekstual adalah suatu konsep pembelajaran yang menekankan pentingnya proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa mengembangkan sendiri pengetahuan melalui aktivitas pembelajaran.

Model pembelajaran terpadu siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dalam proses belajarnya. Pembelajaran terpadu juga untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa artinya, siswa akan memahami konsep yang mereka pelajari itu melalui pengalaman langsung dan menghubungkan dengan konsep yang lain yang sudah mereka pahami.

Model pembelajaran PAIKEM adalah pembelajaran yang memiliki karakter aktif, integratif, komunikatif, efektif, dan menyenangkan. Pembelajaran aktif : pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pembelajaran integratif : pembelajaran bahasa yang memerlukan tema dapat mengintegrasikan berbagai komponen kebahasaan dan keterampilan berbahasa dalam rangka mendukung proses komunikasi. Pembelajaran komunikatif: bertujuan mengembangkan kompetensi komunikatif pada empat aspek keterampilan berbahasa mencakup menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Pembelajaran efektif : untuk menghasilkan dan berdayaguna manfaatnya. Pembelajaran menyenangkan : betapapun beratnya sebuah belajar,menyerap informasi, bila dikerjakan dengan hati riang gembira akan terasa ringan.

Baca juga:   Pembelajaran IPS secara Daring Mudah Dipahami dengan Microsoft Teams

Berikut ini contoh implementasi model pembelajaran membaca di SMK: Objek dari membaca ekstensif ini meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat mungkin. Membaca ekstensif bacaan atau teks menuntut untuk memahami isi bacaan atau teks yang penting-penting dengan cepat dan kegiatan membaca secara efektif dapat terlaksana (Tarigan 1979:31). Teknik skipping, teknik ini termasuk salah satu dari teknik skimming. Teknik baca-lompat atau skipping yaitu membaca dengan loncatan-loncatan (Hafni : 1981). Maksudnya, bagian-bagian bacaan yang sudah dikenalnya atau dipahaminya tidak dihiraukan. (pkl 1/ton)

Guru Bahasa Indonesia SMK Negeri 1 Blado, Kabupaten Batang

Populer

Lainnya