Dengan Card Short, Pembelajaran IPA Menyenangkan

spot_img

RADARSEMARANG.ID, ILMU Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu mata pelajaran di SD yang berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip–prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan yang melibatkan keaktifan siswa.

Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari (Depdiknas 2008:147). Pembelajaran IPA hendaknya dimulai dengan pengenalan masalah yang sesuai dengan situasi (contextual problem) sekaligus melibatkan peran aktif siswa dalam proses pembelajaran.
Salah satu kelemahan pembelajaran IPA di SD selama ini, pembelajaran tersebut lebih menekankan pada penguasaan sejumlah fakta dan konsep. Seringkali pembelajaran IPA dilaksanakan dalam bentuk latihan-latihan penyelesaian soal. Itu semata-mata untuk mencapai target nilai evaluasi hasil belajar sebagai ukuran utama prestasi siswa dan kesuksesan guru dalam mengelola pembelajaran.

Pembelajaran IPA seharusnya menekankan pada penguasaan kemampuan dasar kerja ilmiah atau keterampilan proses IPA melalui pelaksanaan pengamatan dan percobaan. Hal ini sesuai dengan karakteristik siswa yang akan lebih mudah memahami konsep yang abstrak jika belajar melalui benda-benda konkrit dan langsung melakukannya sendiri.

Keadaan serupa juga terjadi di kelas 4 SDN 1 Kebonadem Kecamatan Brangsong bahwa proses pembelajaran IPA masih tergolong rendah, disebabkan oleh beberapa hal di antaranya guru kurang mengajak siswa berinteraksi aktif dalam kegiatan pembelajaran di kelas, guru belum melaksanakan pembelajaran yang inovatif dan belum memanfaatkan media pembelajaran secara optimal. Siswa terlihat diam mendengarkan guru menyampaikan materi, tidak tampak interaksi aktif, dan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Hal ini dikarenakan kegiatan pembelajaran masih menekankan pada penguasaan konsep dengan pembelajaran terpusat pada guru. Kegiatan pembelajaran IPA tersebut menjadikan pembelajaran tidak efektif dan membosankan.

Baca juga:   Pembelajaran IPA dengan Aplikasi Whatsapp

Pada tema 3, Peduli Terhadap Makhluk Hidup, sub tema 1 Hewan dan Tumbuhan di Lingkungan Rumahku Kelas 4 mata pelajaran IPA materi Bagian–Bbagian Tubuh Tumbuhan dan Fungsinya, penulis mengajak siswa mempergunakan model pembelajaran Active Learning tipe Card Sort untuk mengatasi kelemahan pada pembelajaran IPA. Langkah–langkah pembelajaran Active Learning Tipe Card Sord, pertama, penulis sebelumnya menyiapkan kartu tentang materi pokok bahasan sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai (sejumlah siswa di kelas) yang terdiri atas kartu induk (berisi tentang bagian–bagian tubuh tumbuhan) dan kartu rincian (berisi tentang fungsi tubuh tumbuhan). Seluruh kartu diacak/dikocok agar campur, kemudian penulis membagikan kartu kepada peserta didik dan memastikan setiap peserta didik masing-masing memperoleh satu kartu.

Penulis meminta setiap peserta didik bergerak dan berkeliling mencari dan mencocokkan kartu induk dengan kartu rincian kepada teman sekelasnya. Setelah kartu induk beserta seluruh kartu rinciannya ketemu, peserta didik membentuk kelompok, kemudian menempelkan kartu-kartu hasil sortirannya di dinding yang telah disediakan penulis secara berurutan. Dimulai dari yang paling atas kartu induk, kemudian di bawahnya adalah kartu rinciannya. Setelah semua kelompok menempelkan hasilnya, dikoreksi bersama-sama. Salah satu penanggung jawab kelompok menjelaskan hasil sortir kartunya, kemudian kelompok lain menanggapinya. Setelah itu, penulis memberikan penguatan.

Baca juga:   Mengatasi Kesulitan Pembelajaran IPA dengan Permainan

Dengan memakai model pembelajaran Active Learning tipe Card Sort, kemampuan kerjasama peserta didik berkembang, berpikir lebih kritis dan mendapatkan pengalaman secara langsung terkait materi. Pembelajaran lebih menyenangkan dan bermakna, karena di dalam proses pembelajaran melibatkan peserta didik, baik secara fisik maupun mental. Sehingga antusiasme serta keaktifan peserta didik terlihat dalam mengikuti setiap langkah kegiatan yang diikutinya. Selain itu, dengan menggunakan media pembelajaran kartu–kartu yang dibuat semenarik mungkin, membuat stimulus/daya tarik bagi peserta didik lebih bersemangat dalam belajar. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pembelajaran yang mempergunakan card sort, tidak hanya membuat kelas lebih bergairah dan semangat saja, akan tetapi aktivitas serta hasil uji kompetensinya berada di atas KKM Kelas yang telah ditentukan. (ikd1/ida)

Guru SDN 1 Kebonadem Brangsong Kendal

Populer

Lainnya