Plastik Bekas Hijaukan Sekolah

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Terjadinya kerusakan lingkungan cenderung meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk. Berbagai aktifitas penduduk yang makin hari makin bertambah mengundang permasalahan baru bagi lingkungan. Selain itu eksplorasi sumber daya alam secara berlebihan tanpa disertai upaya pelestarian fungsi lingkungan memperburuk keadaan beberapa tahun belakangan ini. Isu-isu tersebut semakin berkembang hingga menjadi permasalahan lingkungan yang serius.

Perubahan pola hidup manusia modern pun turut menyumbangkan terjadinya perubahan lingkungan. Plastik menjadi pembungkus alternatif pengganti daun yang ramah lingkungan. Manusia merasa nyaman dengan kehadiran benda yang bernama “plastik”.

Plastik memang bermanfaat, sifatnya yang kedap air sehingga tidak dapat ditembus air menjadikan alasan digunakan sebagai pembungkus. Selain itu sifatnya yang ringan membuat manusia memilih plastik untuk dibentuk berbagai macam perabotan. Setelah benda-benda itu tidak digunakan lagi, maka tanpa segan manusia akan melemparnya ke tempat pembuangan sampah. Hanya segelintir orang yang peduli dan sadar bahaya penggunaan plastik. Bahkan hanya sebagian orang yang mengetahui bahwa plastik merupakan polutan.

Plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable), untuk menguraikan plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat terurai dengan sempurna. Itulah sebabnya plastik dikatakan sebagai polutan karena dapat mencemari lingkungan.
Bukan suatu hal yang mudah untuk meninggalkan plastik dalam kehidupan hingga 100 persen, yang paling memungkinkan adalah mengurangi penggunaan plastik. Hal ini dapat ditempuh dengan cara memakai ulang plastik (reuse), mengurangi pemakaian plastik (reduce), dan mendaur ulang (recycle). Perlu diperkuat adanya regulasi dari pemerintah untuk menekan peningkatan penggunaan plastik agar angka pencemaran akibat plastik dapat ditekan.

Baca juga:   Kegiatan Ekonomi dengan Metode Latihan Ketrampilan pada Masa Pandemi

Menurut Permen Lingkungan Hidup No. 05 Tahun 2013, Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Program ini bertujuan membentuk sikap peserta didik dan warga sekolah yang peduli terhadap lingkungan. Untuk mencapai tujuan tersebut sekolah menyisipkan program tersebut ke dalam kurikulum yang memperhatikan aspek-aspek lingkungan dan mengintegrasikan materi lingkungan ke dalam pembelajaran. Peningkatan mutu pendidikan tidak hanya meningkatkan kompetensi pendidik tetapi kualitas kondisi sekolah perlu ditingkatkan. Sehingga terwujud lingkungan sekolah yang sehat, nyaman serta membentuk peserta didik yang kreatif.

Populer

Lainnya