Pembelajaran Akuntansi Dengan Metode Toserba

spot_img

RADARSEMARANG.ID, AKUNTANSI merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari mengenai pengukuran, penjabaran atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Sehingga belajar akuntansi tidak lepas dari penguasaan konsep-konsep, rumus-rumus dan pemahaman.

Belajar akuntansi dengan dituntut penguasaan konsep-konsep, rumus-rumus, dan pemaha-man menjadikan akuntansi sebagai mata pelajaran yang sulit bagi sebagian peserta didik jurusan IPS sehingga mata pelajaran akuntansi momok yang menakutkan. Peserta didik banyak yang mengalami kesulitan dalam belajar akuntansi, yang berakibat rendahnya hasil belajar peserta didik.

Dalam pembelajaran akuntansi, penulis sebagai guru akuntansi berusaha mencari solusi untuk mengatasi kesulitan belajar peserta didik. Solusi yang penulis gunakan tutorial adalah bimbingan pembelajaran dalam bentuk pemberian bimbingan, bantuan, petunjuk, arahan, dan motivasi agar peserta didik belajar secara efisien dan efektif. Tutorial yang digunakan adalah toserba (tutor sebaya).

Toserba (tutor sebaya) memaksimalkan seluruh potensi peserta didik yang memiliki kemampuan dalam penguasaan materi kemudian dibimbing dan diberi arahan yang kemudian ditugaskan untuk membantu temannya yang mengalami kesulitan belajar. Dengan demikian metode pembelajaran toserba (tutor sebaya) merupakan cara yang dilakukan pendidik untuk memberikan informasi atau pengalaman baru dengan memaksimalkan peserta didik yang memiliki kemampuan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Baca juga:   Penerapan Sistem Pembelajaran Daring dan Luring di Tengah Pandemi Covid-19

Peserta didik yang dipilih dan ditugaskan guru untuk membantu teman-temannya dalam belajar di kelas harus memiliki kemampuan lebih cepat memahami materi yang diajarkan. Selain itu memiliki kemampuan menjelaskan ulang materi yang diajarkan pada teman-temannya. Karena peserta didik yang dipilih menjadi tutor ini seumur (sebaya) dengan teman yang akan diberikan bantuan, maka tutor dikenal dengan sebutan tutor sebaya.

Peran pendidik dalam pembalajaran toserba (tutor sebaya) adalah hanya sebagai fasilitator dan pembimbing terbatas. Artinya, pendidik hanya melakukan intervensi ketika betul-betul diperlukan oleh peserta didik. Serta mengawasi kelancaran pelaksanaan pembelajaran ini dengan memberikan pengarahan dan bantuan jika peserta didik mengalami kesulitan dalam belajar.

Penggunaan toserba (tutor sebaya) merupakan salah satu pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan peserta didik. Ketika mereka belajar dengan tutor sebaya, peserta didik juga mengembangkan kemampuan yang lebih baik untuk mendengarkan, berkonsentrasi, dan memahami apa yang di pelajari dengan cara yang bermakna. Tutor pun akan bangga atas perannya dan dapat belajar dari pengalaman. Dengan diterapkannya pembelajaran toserba (tutor sebaya), peserta didik yang kurang aktif menjadi aktif karena tidak perlu merasa cangguh dan malu lagi untuk bertanya dan mengeluarkan pendapatnya secara bebas. Juga rasa saling menghargai dan mengerti di bina antar peserta didik yang bekerja sama.

Baca juga:   GKV, Pendidikan Karakter di Masa Pandemi

Guru hendaknya untuk terus berusaha dan menciptakan proses pembelajaran menyenangkan dan peserta didik tidak merasa bosan. Harapannya tujuan pembelajaran tercapai dengan hasil belajar peserta didik yang diharapkan. (pkl2/ton)

Guru Ekonomi SMAN 1 Doro, Kabupaten Pekalongan

Populer

Lainnya