Meningkatkan Kualitas Peserta Didik melalui Program SSK

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Di era globalisasi sekarang ini, permasalahan yang dihadapi peserta didik semakin kompleks. Tidak berpusat wilayah belajar saja. Tetapi sampai ke wilayah sosial dan norma yang berlaku di masyarakat. Sering sekali kita melihat anak putus sekolah. Ada yang di jalanan. Ada yang menikah di bawah umur dikarenakan salah dalam pergaulan yang menjadikan peserta didik hamil di luar nikah, penyalahgunaan narkotika, dan lain-lain. Ini menjadi permasalahan sangat penting ketika banyak generasi muda kita yang terjerumus ke dalam permasalahan-permasalahan remaja, yang justru mengakibatkan dampak permasalahan sosial.

Padahal Indonesia kini memasuki fenomena kependudukan yang disebut bonus demografi. Bonus demografi ialah ketika jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) memiliki proporsi lebih dari 50 persen, dibandingkan dengan kelompok usia nonproduktif (0-14 tahun dan > 65 tahun). Ketika sekolah tidak menyikapi bonus demograsi wilayah ini, maka jumlah generasi muda yang besar ini justru malah bisa menjadi bencana bukan menjadi berkah bagi Indonesia.

Melihat fenomena yang terjadi sedemikian itu, peran guru bimbingan dan konseling menjadi sangat penting dalam memberikan edukasi mengenai perilaku kenakalan remaja dan memberikan wawasan mengenai bonus demografi, serta upaya yang harus dilakukan oleh generasi muda dalam menyikapi bonus demografi kependudukan itu. Nah, dalam upaya memberikan edukasi dan wawasan peserta didik mengenai dampak kependudukan, SMA Negeri 3 Pemalang bekerja sama dengan BKKBN Kabupaten Pemalang menggelar kegiatan bertajuk Sekolah Kegiatan Kependudukan (SSK).

Baca juga:   Disiplinkan Salat Wajib bagi Peserta Didik dengan Pembiasaan Terprogram

SSK adalah sekolah yang mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana ke dalam beberapa mata pelajaran sebagai pengayaan materi pembelajaran. Di mana di dalamnya terdapat pojok kependudukan sebagai salah satu sumber belajar peserta didik sebagai upaya pembentukan generasi berencana, agar guru dan peserta didik dapat memahami isu kependudukan dan guru mampu mengintegrasikan isu kependudukan ke dalam pembelajaran sesuai dengan Kurikulum 2013.

SSK didefinisikan sebagai implementasi operasional pengendalian kependudukan dan keluarga berencana dengan program-program pendidikan, terintegrasi dikelola dari dan oleh penyelenggara pendidikan melalui pemberdayaan sekolah. Juga memberikan kemudahan atau akses terhadap peserta didik untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan khusus bidang kependudukan dan keluarga berencana, pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi kreatif serta program sektor lainnya.

Populer

Lainnya