Memotivasi Siswa Menulis Karya Tulis Dampak Radiasi Elektromagnetik

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Menulis merupakan kegiatan yang menyenangkan. Apalagi menulis tulisan yang bermutu dan menarik seperti karya tulis ilmiah. Dengan menulis kita akan menularkan pengetahuan, informasi dan wawasan yang luas. Begitu banyak manfaat menulis. Siswa SMK Negeri 1 Kendal, khususnya siswa Multimedia sangat bersemangat dan antusias menulis karya tulis ilmiah tentang dampak radiasi elektromagnetik.

Sebagai guru Fisika di SMK Negeri 1 Kendal dalam merencanakan dan melaksanakan pross kegiatan belajar mengajar ( KBM ) merupakan faktor utama dalam mencapai tujuan pembelajaran Fisika. Keterampilan dan penguasaan proses KBM sangat berkaitan dengan peningkatan mutu KBM itu sendiri. Karena itu sebagai guru saya harus senantiasa berusaha meningkatkan mutu KBM.

Dalam pembelajaran menulis karya tulis ilmiah, pilihan tema merupakan unsur yang sangat penting, bahkan merupakan salah satu kunci dalam menulis karya ilmiah. Misalnya menulis karya tulis ilmiah tentang dampak radiasi elektromagnetik. Kemajuan teknologi saat ini begitu pesat dalam penggunaan gelombang elektromagnetik dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh gelombang elektromagnetik yang ada disekitar kita adalah cahaya matahari, gelombang radio, gelombang televisi, gelombang radar, sinar infra merah, sinar ultaviolet, sinar-x dan sinar gamma. Penggunaan gelombang elektromagnetik dalam kehidupan sehari-hari misalnya microwave, sinar inframerah, sinar ultraviolet, sinar-x dan masih banyak lagi. Dan masing-masing memiliki dampak yang berbeda-beda. Kemudian siswa diminta membuat karya tulis ilmiah tentang dampak radiasi elektromagnetik tersebut.

Baca juga:   Model Blended Learning dalam Pembelajaran Anekdot

Salah satu teknik yang dapat digunakan dalam pembelajaran menulis karya ilmiah yaitu memotivasi para siswa Multimedia untuk mengembangkan kreativitas dengan cara membaca karya ilmiah yang dimuat di surat kabar, majalah dan media online. Para siswa ditugaskan membaca karya tulis ilmiah tersebut.

Memotivasi untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam menulis karya tulis ilmiah tentu saja sangat penting. Hal itu dapat dilakukan dengan bermodalkan pengalaman orang lain yang karyanya telah dimuat di media massa. Membaca karya tulis ilmiah orang di media massa pastilah menimbulkan rasa kagum dan bangga yang pada akhirnya merangsang mereka untuk juga menulis karya tulis ilmiah di media massa. Siswa saya ajak ke perpustakaan untuk mencari materi tentang dampak radiasi elektromagnetik. Dengan begitu, hal itu memacu siswa untuk berkarya.

Namun yang tak kalah penting adalah memotivasi siswa dengan cara menyenangkan. Menimbulkan perasaan senang di hati siswa. Senang membaca dan menulis karya tulis ilmiah. Perasaan senang itulah yang akan mendorong siswa untuk membaca, berdiskusi, dan akhirnya melahirkan karya tulis ilmiah.

Baca juga:   Sudah Amankah Makanan Jajanan Anak Sekolah?

Memotivasi siswa dalam membaca dan menulis karya ilmiah harus fleksibel. Siswa tidak perlu diarahkan dengan paksa, apalagi tanpa memperhatikan minat siswa. Yang perlu dilakukan adalah mendorong mereka dan menyediakan alternatif sehingga mereka terdorong sendiri. Peran dan fungsi guru lebih merupakan fasilitator, sehingga hubungan guru dengan siswa bersifat emosional (batin ). Hubungan emosional guru dan siswa sangat penting dalam proses KBM. Hubungan emosional guru dan siswa merupakan modal utama dalam KBM yang berhasil. Hubungan emosional tidak hanya dibangun dalam pengajaran Fisika melainkan juga dalam pergaulan dengan siswa di manapun. Demikian pengalaman penulis, semoga bermanfaat. (ikd1/aro)

Guru Fisika SMK Negeri 1 Kendal

Populer

Lainnya