Menyenangkan, Menyusun Peta Konsep dengan Permainan Remi

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Keberhasilan dari proses pendidikan di sekolah ditentukan dengan meningkatknya prestasi belajar siswa. Prestasi belajar siswa sangat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor dari dalam diri siswa dan faktor dari luar siswa. Faktor yang berasal dari dalam diri siswa berupa kemampuan, motivasi belajar dan kebiasaan belajar.Faktor yang berasal dari luar siswa adalah sesuatu yang mempengaruhi hasil belajar siswa di sekolah yaitu kualitas pembelajaran (Sudjana, 2005 : 39)

Keberhasilan dari pembelajaran sangat ditentukan oleh pemilihan metode yang ditentukan oleh guru. Dengan penyajian yang menarik akan meningkatkan motivasi siswa, sebaliknya jika pembelajaran disajikan tidak menarik membuat motivasi siswa rendah.

Pemilihan model pembelajaran yang penulis pilih adalah cooperative learning untuk menyusun peta konsep dengan media kartu. Pada saat siswa menyusun peta konsep maka yang dikembangkan adalah ranah kognitif, siswa secara teratur menyusun catatan berdasarkan urutan dari ide pokok ke ide khusus.

Pelaksanaan metode ini pada kelas IX SMP N 3 Weleri, guru memulai kegiatan pembelajaran membuka dengan salam dan berdoa (religius), kemudian menyiapkan kondisi fisik kelas dan siswa yang meliputi penataan tempat duduk dan psikis siswa.
Guru membagi peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok, masing kelompok terdiri dari 4 orang siswa. Guru membagikan gambar tentang masa awal kemerdekaan. Dan masing-masing kelompok memperhatikan (mengamati) berbagai macam gambar tentang peristiwa peristiwa pada awal kemerdekaan. Masing-masing kelompok menyusun peta konsep, setiap siswa dalam kelompok tersebut menyusun sendiri sendiri peta konsep dari materi yang telah ditetapkkan oleh guru berdasarkan kesepakatan dari kelompok tersebut.

Baca juga:   Belajar Kehidupan Masa Praaksara dengan Media Historial Comic

Peta konsep dibuat berbentuk pohon jaringan. Peta konsep disusun pada kertas folia bergaris. Langkah ke tiga guru membagi kelas menjadi 4 kelompok besar yang terdiri dari 8 siswa. Sebelum mulai bermain kartu guru mengondisikan kelas dengan menggabungkan meja-meja siswa mejadi meja besar yang bisa digunakan untuk bermain kartu.

Masing-masing kelompok diberikan satu paket kartu yang telah disiapkan oleh guru. Setelah itu masing-masing kelompok memainkan kartu seperti main kartu remi dimana ada satu siswa sebagai pemimpin yang mengocok kartu dan membagi ke masing-masing siswa anggota kelompok. Langkah berikutnya setiap kelompok harus menentukan ide dasar dari peta konsep yang akan dibuat, selanjutnya setiap siswa harus mampu meletakkan kartu yang dipegang untuk bisa menyelesaikan menyusun peta konsep satu materi utuh. Langkah ke empat, guru meminta salah satu anggota untuk menjelaskan peta konsep yang disusun. Langkah ke lima guru bersama siswa membuat kesimpulan.
Dalam pelaksanaan pembelajaran cooperative learning untuk menyusun peta konsep dengan media kartu siswa lebih aktif. Pada saat belum diterapkan model ini secara utuh ada 12 anak yang tidak aktif sedangkan setelah diterapkan model ini siswa dalam satu kelas aktif mengikuti pembelajaran.

Baca juga:   Pembelajaran Daring Efektif dan Menyenangkan dengan Power Point

Hasil penelitian menunjukkan penggunaan peta konsep yang digabung dengan media kartu dapat meningkatkan prestasi belajar. Sebelum penerapan model pembelajaran ini jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar 17 siswa dan siswa yang belum mencapai ketuntasan 15 siswa. Sedangkan rata-rata kelas yang dicapai 70,37.

Setelah penerapan model pembelajaran cooperative learning dalam menyusun peta konsep dengan media kartu jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar 27. Sedangkan siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar 3 siswa. Rata-rata kelas yang dicapai 82,21. (ikd2/lis)

Populer

Lainnya