Kurangi Sampah Plastik dengan BBM plus TMS

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Konsumsi berlebih terhadap plastik mengakibatkan jumlah sampah plastik yang besar. Plastik diperkirakan membutuhkan waktu 100 hingga 500 tahun hingga dapat terdekomposisi (terurai) dengan sempurna. Karena bukan berasal dari senyawa biologis, maka plastik memiliki sifat sulit terdegradasi (non-biodegradable). Sampah plastik dapat mencemari tanah, air, laut, bahkan udara.

Plastik terbuat dari penyulingan gas dan minyak yang disebut ethylene. Minyak, gas dan batu bara mentah adalah sumber daya alam yang tak dapat diperbarui. Semakin banyak penggunaan palstik berarti semakin cepat menghabiskan sumber daya alam tersebut.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menginformasikan bahwa Indonesia adalah negara penyumbang sampah plastik ke laut terbanyak kedua di dunia setelah China sejak tahun 2016. Tidak hanya itu, volume data sampah yang ada di Indonesia saat ini telah mencapai 66,5 juta ton selama tahun 2018, dan sebagian besar berasal dari kategori sampah rumah tangga yang kebanyakan adalah sampah plastik.

Pemerintah Kota Semarang mencanangkan larangan penggunaan plastik dalam aktivitas perdagangan. Peraturan Walikota (Perwal) Semarang Nomor 27 Tahun 2019 tentang Pengendalian Sampah Plastik menyebutkan bahwa bentuk plastik yang akan dilakukan pengendalian yaitu kantong plastik, sedotan, pipet plastik dan styrofoam. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang juga telah mendeklarasikan Bebas Sampah 2025.

Baca juga:   Belajar Klasifikasi Tumbuhan dengan Kartu Bergambar

Sekolah Menengah Pertama Negeri 34 Semarang sebagai salah satu Sekolah Adiwiyata saat ini masih terus mengupayakan sekolah peduli lingkungan yang bersih, hijau dan sehat. Salah satu yang diterapkan yaitu pengurangan sampah plastik di lingkungan sekolah dengan cara mewajibkan warga sekolah menggunakan BBM (Bawa Botol Minum) plus TMS (Tempat Makan Sendiri). Sebuah program sekolah yang bertujuan untuk: 1) Mengurangi polusi sampah plastik, karena plastik merupakan salah satu penyebab pencemaran lingkungan bersifat susah terurai di alam. Kita tidak bisa menghindari plastik di kehidupan sehari-hari, tapi setidaknya bisa mengurangi konsumsi plastik dengan membawa botol minum dan tempat makan sendiri. 2) Lebih hemat, karena tidak perlu berkali-kali membeli minuman botol dan makanan berbungkus plastik. 3) Lebih menyehatkan, karena air minum yang dimasukkan botol sendiri pasti lebih terjaga kebersihan dan kesehatannya. 4) Terhindar dari dehidrasi dan naiknya asam lambung, karena bisa minum dan makan kapan saja tanpa ada rasa khawatir. 5) Lebih aman, karena pada umumnya botol minum atau tumbler dan tempat makan terbuat dari bahan yang kuat dan sudah didesain sedemikian rupa sehingga jarang bocor. Ini tentu beda dengan botol kemasan dan sterofoam tempat makan sekali pakai yang banyak dijual di warung-warung. Botol-botol tersebut umumnya terbuat dari bahan yang tipis dan kalau tertekan sedikit saja akan bisa langsung rusak dan menumpahkan banyak air.

Baca juga:   Menuju Guru Berkualitas

Populer

Lainnya