Belajar Daerah dalam Kerangka NKRI melalui Make a Match

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PPKn merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan karakter warga negara. Tujuannya untuk memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, berkepribadian dan berbudi luhur, seperti yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Mata Pelajaran PPKn merupakan wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai luhur dan moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia yang diharapkan dapat diwujudkan dalam bentuk perilaku kehidupan sehari-hari siswa sebagai individu, anggota masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pentingnya mata pelajaran PPKn dalam pembentukan karakter warga negara Indonesia yang Pancasilais ternyata tidak diimbangi dengan tingginya minat siswa. Bagi siswa PPKn merupakan mata pelajaran yang kurang diminati bahkan ada yang menganggap remeh, PPKn merupakan mata pelajaran yang membosankan dengan cakupan bahasa yang terlalu serius.

Rendahnya minat belajar PPKn ini, penulis alami di tempat penulis mengajar yakni di SMP Negeri 1 Pegandon, Kabupaten Kendal. Dalam proses pembelajaran siswa kurang konsentrasi, masih ada yang bergurau saat guru menjelaskan bahkan ada yang mengantuk. Sebagian siswa tidak bisa menjawab pertanyaan guru. Jarang sekali ada siswa yang bertanya kepada guru tentang materi yang diajarkan.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka penulis berupaya untuk menerapkan metode pembelajaran yang menyenangkan dan mendorong keaktifan serta kreatifitas siswa. Sehingga tidak lagi membosankan bagi siswa. Oleh karena itu, maka penulis pada Kompetensi Dasar Daerah dalam Kerangka NKRI yang itu merupakan materi di Kelas VII menggunakan metode pembelajaran Make a Match.

Baca juga:   Meningkatkan Speaking Skill dengan Metode Role Playing

Menurut Suyanto (2009:72) model pembelajaran Make a Match adalah sebuah model pembelajaran dimana didalamnya guru diharuskan untuk mempersiapkan kartu yang berisikan permasalahan atau pertanyaan dan juga kartu yang berisikan jawaban dari pertanyaan tersebut. Setiap siswa nantinya akan disuruh untuk menemukan pasangan soal/jawaban dari kartu-kartu tersebut.

Langkah-langkah model pembelajaran Make a Match adalah sebagai berikut, Pertama, guru membuat kartu dari potongan-potongan kertas. . Separuh dari jumlah kartu tesebut ditulisi dengan soal-soal dan separuhnya lagi diisi dengan jawaban dari soal-soal tersebut. Kedua, mengocok kartu-kartu tersebut agar tercampur antara soal dan jawaban secara acak . Ketiga, guru membentuk kelompok siswa yang terdiri atas dua orang. Dua orang tersebut merupakan teman sebangku. Keempat, guru menjelaskan kepada siswa tentang aturan main dari Make a Match, yaitu tiap kelompok harus mencari pasangan kelompok lain yang merupakan jawaban dari soal yang didapat atau soal dari jawaban yang didapat. Kelima, guru membagikan kartu kepada kelompok dan tiap kelompok diberi waktu untuk menghitung dan mencari pasangannya. Setiap kelompok yang dapat menemukan pasangannya dengan tepat sebelum batas waktu diberi point atau nilai. Setelah satu babak soal dikocok, maka dibagi kembali agar setiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya dan kembali melakukan langkah kelima. Banyaknya babak tergantung banyaknya soal.

Baca juga:   Mudah Belajar Asking and Giving Opinions melalui Toilet Paper Game

Populer

Lainnya