Pentingnya Profesionalitas Guru Zaman Now

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Guru merupakan landasan dan dasar pembangunan sumber daya manusia suatu bangsa. Guru menjadi dasar pembangunan pendidikan, pembangunan ekonomi dan pembangunan sumber daya manusia unggul. Guru profesional akan berakibat pada kualitas pendidikan dan bidang lainnya.

Pada zaman now sering disebut zaman milenial atau millennial generation, generasi Y juga akrab disebut generation me atau echo boomers. Para pakar menggolongkannya berdasarkan tahun awal dan akhir. Penggolongan generasi Y terbentuk bagi mereka yang lahir pada 1980 – 1990, atau pada awal 2000 Dimana disadari betul, bahwa siswa yang hidup di era milenial ini dalam sehari menghabiskan berjam- jam untuk membaca media cetak, elektronik, digital, dan berita. Rata-rata mereka menghabiskan waktu di depan layar perangkat mobile sekitar lebih dari 6 jam sehari.

Mereka mendengarkan dan merekam; melihat, membuat, dan mempublikasikan konten Internet serta tidak ketinggalan menggunakan smartphone, streaming, video daring, dan lain-lain. Disadari pula bahwa generasi muda pada era kekinian memiliki berbagai macam karakteristik yang lain.

Mereka suka memegang kendali, tidak mau terikat dengan jadwal tambahan, dan mereka tidak terlalu suka duduk di ruang kelas untuk belajar atau di kantor untuk bekerja. Sebaliknya, mereka lebih suka menggunakan teknologi untuk belajar kapan saja, siang, atau malam, melakukan telekomunikasi dari mana saja. Selain itu, generasi milenial menggunakan teknologi untuk menyelesaikan tugas dengan cara baru dan kreatif.

Baca juga:   Pembelajaran Make a Match pada Mata Pelajaran TIK

Untuk meningkatkan profesionalisme guru zaman sekarang, agar mampu menyesuaikan dengan perkembangan peserta didik maka penulis menawarkan beberapa hal : Pertama, pembinaan guru, meliputi pengembangan/peningkatan ketrampilan, pengetahuan. Melalui pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan yang mampu meningkatkan ketrampilan guru yang kekinian sehingga guru mampu menyesuaikan dengan perkembangan peserta didik. Kualitas guru harus benar-benar sesuai standar kompetensi agar mampu membantu membentuk kualitas peserta didik.

Kedua, sarana dan prasarana pendidikan. Tempat pembelajaran yang berfungsi dengan baik, dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas tentu akan sangat berpengaruh terhadap kegiatan belajar mengajar.Fasilitas dengan tehnologi tinggi misalnya jaringan wifi,internet,ataupun aplikasi, web-web untuk pembelajaran akan memudahkan guru dan siswa mengakses sumber-sumber belajar, sangat memudahkan kegiatan pembelajaran tercapai dengan efektif dan tidak membosankan.

Ketiga, terciptanya lingkungan kerja yang menyenangkan bagi guru dan peserta didik. Lingkungan kerja yang harmonis, damai, sejuk dan menyenangkan menjadi salah satu hak pendidik dan peserta didik agar kualitas pendidikan meningkat. Ketika lingkungan kerja mendukung, rekan kerja bersahabat, kepala sekolah yang bersifat melayani dan menuntun, ruangan kerja, yang sejuk maka dengan sendirinya akan memberikan pikiran jernih dan positif pada guru dan peserta didik. Pembelajaran berkualitas juga mencerminkan adanya lingkungan belajar yang memungkinkan peseta didik dapat melakukan kontrol terhadap pemenuhan kebutuhan emosionalnya, melakukan pilihan-pilihan yang memungkinkannya terlibat secara fisik, menentukan pilihan belajar sesuai dengan kemampuan dan kemauannya. (gml1/ton)

Baca juga:   Peningkatan Motivasi Belajar Siswa melalui Layanan Bimbingan Kelompok

Staf Guru dan K3 BDP di SMK N Karangpucung Cilacap

Populer

Lainnya