Mudahnya Materi Equilibrium dengan Drill and Drill

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Sudah menjadi rahasia umum peserta didik jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) menghindari mata pelajaran yang bernuansa angka atau hitung-menghitung. Kenyataannya pada mata pelajaran ekonomi ada angka, tabel, kurva atau grafik yang menjadi bagian yang harus peserta didik kuasai. Sehingga ketika ada materi yang demikian mereka cenderung malas dan kurang bersemangat.

Demikian juga yang terjadi di SMA Negeri 4 Semarang. Pada materi kelas X di semester satu pada kompetensi dasar 3.4 berbunyi mendiskripsikan terbentuknya keseimbangan pasar dan struktur pasar. Pada indikator proses terbentuknya keseimbangan pasar dalam praktiknya adalah menyelesaikan atau menuntaskan kompetensinya dalam bentuk menyelesaikan perhitungan. Mulai dari menentukan fungsi permintaan, penawaran dan harga keseimbangan (equilibrium).

Bahkan pehitungan yang lebih rumit lagi adalah ketika unsur pajak maupun subsidi menjadi bagian yang harus diselesaikan. Dengan tahapan berikutnya adalah membuat kurva. Baik itu kurva equilibrium sebelum maupun sesudah pajak dan kurva equilibrium sebelum maupu sesudah subsidi.

Berdasarkan pengalaman penulis selama 16 tahun mengajar ekonomi di tingkat SMA, peserta didik kesulitan pada materi tersebut. Materinya cenderung rumit. Nilai Kriteria Ketuntasan Mengajar (KKM) di sekolah penulis 78.

Baca juga:   LMS yang “DiLeMeSkan” dari Rumah

Untuk itu, peserta didik harus benar-benar dikondisikan bersemangat dan termotivasi untuk menjawab setiap soal yang dihadapi dengan benar. Penulis dituntut mengondisikan peserta didik selalu siap. Identifikasi soal, membaca tabel dan membuat tabel, menentukan fungsi, menggambar kurva. Bahkan menjelaskan hasil dari perhitungan yang sudah diselesaikan menjadi tahapan yang harus dilalui dengan benar.

Salah satu metode yang dipilih penulis adalah menggunakan pembelajaran drill. Metode yang cocok untuk meningkatkan kemampuan matematika ekonomi materi equilibrium para peserta didik. Karena menurut Rustiyah N.K, Strategi Belajar Mengajar (Jakarta:Rineka Cipta, 2001) metode drill adalah mengajarkan siswa melaksanakan kegiatan latihan-latihan, agar siswa memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang dipelajari.

Sedangkan menurut Nana Sudjana, metode drill adalah satu kegiatan melakukan hal yang sama, berulang-ulang secara bersungguh-sungguh dengan tujuan untuk memperkuat suatu keterampilan agar bersifat permanen. Ciri khas metode ini adalah kegiatan pengulangan yang berkali-kali dari suatu hal sama.

Dengan demikian terbentuklah pengetahuan-siap atau keterampilan siap yang setiap saat siap dipergunakan oleh yang bersangkutan. Tujuan metode drill dalam pembelajaran ini adalah agar peserta didik memiliki kemampuan menjawab soal hitungan seputar keseimbangan pasar atau equilibrium pada materi keseimbangan pasar baik sebelum maupun sesudah pajak dan sebelum maupun sesudah subsidi.

Baca juga:   Guling Meningkatkan Pemahaman Belajar Bangun Ruang Campuran

Proses pembelajarannya adalah memberikan latihan soal perhitungan equilibrium dengan angka yang sederhana sampai angka yang medekati realita untuk menentukan fungsi; permintaan, penawaran, harga keseimbangan sebelum dan sesudah pajak dan juga sebelum dan sesudah subsidi.
Menggambar kurva atau grafik. Menjelaskan kurva atau grafik. Dan untuk penilaian dilakukan dengan memberikan soal untuk dikerjakan. Dalam pembelajar materi equilibrium, peserta didik sangat antusias, bersemangat dan berkompetisi lebih tinggi bila dibandingkan ketika menggunakan metode ceramah. Hal ini tercermin dalam perolehan nilai. Semua peserta didik mendapatkan nilai di atas nilai Kriteria Ketuntasan Mengajar (KKM). Pembelajaran menggunakan metode drill sangat bermanfaat dan menyenangkan bagi peserta didik. (gml1/lis)

Guru Ekonomi SMA Negeri 4 Semarang

Populer

Lainnya