Efektifkan Menulis Puisi melalui Teknik Brain Write

spot_img

RADARSEMARANG.ID, TUJUAN pembelajaran menulis di Sekolah Dasar (SD) diarahkan pada tercapainya kemampuan mengungkapkan pendapat, pengalaman, informasi, dan pesan. Selain itu, anak diharapkan bisa menggunakan ejaan dan memanfaatkan unsur-unsur kebahasaan karya sastra dalam menulis. Salah satunya adalah menulis puisi.

Pencapaian tujuan itu dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya yaitu metode pembelajaran. Metode pembelajaran dapat meningkatkan motivasi untuk anak didik dalam menciptakan suasana belajar kolaboratif dan membuat siswa menjadi aktif.

Menurut Waluyo (1997:22) puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan dipersingkat dan diberi irama dengan bunyi yang padat dan pemilihan kata-kata kias dan imajinatif.

Mengajarkan menulis puisi dapat dengan mudah dilakukan, akan tetapi pengajaran menulis puisi ini menuntut peran serta aktif guru dan anak didiknya sekaligus. Berikut adalah salah satu metode yang digunakan oleh penulis untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran menulis puisi di kelas VI SDN I Karangayu Cepiring. Dalam hal ini penulis menggunakan teknik Brain Writing.

Brain Writing adalah sebuah teknik pembelajaran yang cara pencapaiannya melalui sebuah tulisan. Brain berarti otak. Write berarti menulis. Teknik Brain Writing adalah teknik untuk mencurahkan gagasan tentang suatu pokok permasalahan atau tentang suatu hal secara tertulis yang dikembangkan oleh ilmuwan di Batelle Institute di Frankut Jerman (Michallo, 2004).

Baca juga:   Mahir Menulis Puisi dengan Teknik Jemari

Teknik tersebut merupakan teknik curah gagasan yang dilakukan secara tertulis. Sesuai dengan fungsinya, teknik ini dapat memotivasi siswa untuk memunculkan ide dalam menulis puisi. Hal tersebut bisa menjadi alasan bahwa teknik Brain Writing dapat dijadikan alternative strategis dalam pembelajaran menulis puisi. Adapun langkah-langkah menulis menggunakan teknik Brain Writing sebagai berikut, pertama, siswa dibagi dalam beberapa kelompok, masing-masing kelompok terdiri atas 4-5 siswa.

Kedua, guru membagikan lembar kerja Brain Writing pada setiap siswa dan menentukan tema puisi yang akan mereka tulis. Ketiga, seluruh siswa dibimbing untuk menuliskan judul puisi berdasarkan tema yang telah ditentukan pada lembar kerja masing-masing. Keempat, lembar kerja siswa ditukarkan dengan lembar kerja siswa lain dalam satu kelompok. Proses pertukaran ini berlangsung empat kali sesuai dengan jumlah kelompok.
Setiap kali penukaran, siswa memberikan ide atau gagasan tentang apa yang harus ditulis berdasarkan judul yang tersedia dalam lembar kerja temannya. Proses ini diberi waktu kurang lebih selama dua menit. Kelima, setelah proses penukaran selesai dan lembar kerja telah dikembalikan pada masing-masing siswa, maka setiap siswa telah mendapatkan empat sumbangan ide atau gagasan dari teman satu kelompoknya, lalu diteruskan oleh siswa itu sendiri.

Baca juga:   Sukakoran Permudah Siswa Menulis Puisi Bahasa Inggris

Keenam, ide atau gagasan tersebut dikembangkan menjadi sebuah draft kasar penulisan puisi. Siswa menentukan puisi yang akan mereka tulis berdasarkan ide yang telah mereka bayangkan. Dalam proses inilah kreativitas menulis puisi berawal. Ketujuh, setelah draft puisi terbentuk, siswa selanjutnya mengembangkan ke dalam sebuah karya puisi.
Kedelapan, tugas selanjutnya adalah merevisi hasil puisi ciptaan mereka sendiri. Guna mengecek apakah hasil karya puisi tersebut masih ada kekurangan atau salah penulisan. Kesembilan, masing-masing siswa menukarkan puisinya dengan siswa lain untuk dikoreksi kembali.

Sistim penilaian menulis tersebut dapat diketahui melalui tes. Sebab tes merupakan cara dalam rangka kegiatan evaluasi. Dengan teknik Brain Writing dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam keterampilan menulis puisi. Teknik ini dapat lebih mempermudah siswa dalam menuangkan ide gagasan sehingga siswa mampu mencapai hasil pembelajaran yang diharapkan. (pgn2/ida)

Guru SDN I Karangayu, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal

Populer

Lainnya