Make A Match dalam Menyusun Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Guru dituntut melakukan inovasi dalam hal memilih model dan membuat media pembelajaran yang akan digunakan. Pemilihan model pembelajaran harus didasarkan pada kesesuaian dengan tujuan pembelajaran yang akan ditempuh oleh siswa.

Sardiman (2014:75) mengungkapkan motivasi merupakan serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi tertentu sehingga seseorang ingin melakukan sesuatu dan apabila ada rasa tidak suka, maka dia akan berusaha menghilangkan rasa tidak suka tersebut.

Semangat belajar siswa merupakan motivasi bagi dirinya untuk selalu berusaha belajar dengan rajin dan tekun. Menurut R. Ibrahim (2010:27) motif atau biasa juga disebut dorongan atau kebutuhan merupakan sesuatu tenaga yang berada pada diri individu atau siswa yang mendorongnya untuk berbuat mencapai suatu tujuan.

Meningkatkan motivasi belajar dapat dilakukan oleh guru menggunakan metode dan media mengajar yang bervariasi. Menurut Dimyati dan Mudjiono (2006:3-4) hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Berdasarkan observasi awal motivasi dan prestasi belajar akuntansi keuangan di SMK Negeri Karangpucung relatif rendah. Hal ini ditunjukan dari pengamatan pada kelas XI AKL 2 yang berjumlah 34 siswa. Siswa yang antusias bertanya saat belajar mengajar 10 orang (29,41 persen), antusias siswa menjawab pertanyaan 12 siswa (35,29 persen). Serta masih ada siswa yang menunggu pekerjaan teman dan mencontek saat mengerjakan soal 8 siswa (23,52 persen).

Baca juga:   Asyiknya KBM dengan WhatsApp

Selain itu dari hasil dokumentasi pada hasil nilai ulangan harian akuntansi keuangan masih terdapat 14 (41,17 peren) dari 34 siswa yang nilainya di bawah KKM yaitu 70. Dalam pembelajaran guru lebih lebih mendominasi dan komunikasi yang terjadi hanya satu arah.

Maka, diperlukan metode pembelajaran yang menjadikan siswa lebih aktif dan tertarik. Penulis menggunakan metode pembelajaran kooperatif make a match. Kelebihan metode ini adalah suasana kegembiraan akan tumbuh dalam proses pembelajaran (let them move). Kerja sama antara sesama murid terwujud secara dinamis. Munculnya dinamika gotong royong yang merata di seluruh murid
Mifathul Huda (2012: 135) menyatakan teknik make a match dikembangkan oleh Lorna Curran (1994).

Teknik ini dilakukan dengan siswa mencari pasangan dari kartu soal/jawaban yang dimiliki sambil mempelajari suatu konsep atau topik tertentu dalam suasana menyenangkan. Tujuan utama pembelajaran teknik make a match ini adalah melatih siswa lebih cermat, dapat berpikir cepat, ulet dan memiliki pemahaman yang kuat mengenai materi serta dapat berinteraksi sosial dengan temannya.

Baca juga:   Cooperative Script Tingkatkan Menulis Teks Deskripsi

Populer

Lainnya