Meningkatkan Writing Skill melalui Comic Narative Text

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Masa revolusi industri telah dimulai sejak tahun 1750-an dan berlanjut sampai sekarang ini memasuki revolusi indusri ke 4. Pada masa ini semakin banyak lapangan pekerjaan yang dulu dikerjakan oleh manusia namun sekarang telah digantikan oleh mesin. Akan tetapi menurut Jack Ma yang merupakan seorang pendiri sekaligus Chairman Eksekutif dari Alibaba Grup perusahaan e-Commere terbesar di Tiongkok berpendapat bahwa ada 3 hal yang tidak dapat digantikan oleh mesin yaitu kemampuan untuk berimajinasi, kreatifitas dan bekerjasama dalam kelompok.

Bagi penulis yang seorang guru mata pelajaran Bahasa Inggris di SMA Negeri 6 Semarang, kemampuan untuk berimajinasi, kreatifitas dan bekerjasama dalam kelompok dapat membantu siswa untuk belajar Bahasa Inggris. Dalam hal ini penulis menerapkannya pada kemampuan writing atau menulis. Di dalam Silabus Kurikulum 13 kelas X semester 2 disebutkan bahwa pada kompetensi dasar 4.8 siswa diharapkan mampu menangkap makna secara kontekstual terkait fungsi social, structural teks dan unsur kebahasaan teks narrative lisan dan tulis sederhana terkait legenda rakyat.

Baca juga:   Serunya Belajar Circular Flow Diagram dengan Picture And Picture

Materi Narative merupakan materi yang menarik bagi siswa karena isinya tidak hanya memberikan informasi tetapi juga sangat menghibur bagi para siswa. Terlebih jika dalam pembelajaranya disajikan dengan menggunakan video dan gambar. Namun untuk menciptakan sebuah narrative text bukanlah hal yang mudah. Penulis berusaha meningkatkan kemampuan menulis siswa dalam membuat narrative text dengan menggunakan media komik.

Pada awalnya penulis mengajarkan Pengertian, Fungsi Sosial, Struktur Teks, Unsur Kebahasaan dan contoh dari Narative text kepada siswa. Penyampaian materi tersebut dipresentasikan melaui Power Point, video dan gambar. Setelah memberikan contoh teks, penulis meminta beberapa siswa untuk maju ke depan dan memperagakan dialog yang ada dalam video tersebut. Cerita lain dipresentasikan dalam bentuk gambar, setiap gambar mewakili sebuah kejadian dan di dalam gambar tersebut terdapat dialog dari tokoh-tokoh yang ada. Dialog tersebutlah yang diperagakan oleh siswa.

Di pertemuan berikutnya penulis memberikan tugas kepada siswa secara berkelompok untuk mencari narrative text. Dari cerita tersebut siswa diminta membuat gambar-gambar yang mewakili setiap kejadian. Gambar tersebut harus urut sesuai struktur teksnya. Di dalam gambar tersebut juga terdapat percakapan dari tokoh-tokohnya. Jadi bila disusun akan menjadi sebuah komik. Gambar tersebut juga diwarnai agar terlihat semakin menarik. Diperlukan dua sampai tiga pertemuan hingga terciptanya sebuah narrative teks dalam bentuk komik.Setelah itu penulis meminta setiap kelompok untuk maju ke depan kelas dan menampilkan cerita mereka. Jika berkenan mereka juga boleh menggunakan kostum. Masing-masing siswa memperagakan sesuai perannya. Ada yang sebagai narrator, tokoh protagonis maupun antagonis. Di akhir penampilan tak lupa penulis memberikan applause dan feed back untuk setiap kelompok. Dari penampilan tersebut penulis dapat menilai Speaking Skill mereka, sementara penilaian Writing diperoleh melalui komik yang dihasikan oleh setiap kelompok. Komik-komik tersebut kemudian ditempel di bagian belakang kelas agar mereka lebih percaya diri. Selain itu dengan ditempel kelompok lain juga dapat membaca komik-komik tersebut pada saat istirahat.

Baca juga:   Pembelajaran Lompat Jauh Mengasyikkan dengan Bermain

Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 6 Semarang

Populer

Lainnya