Jigsaw Puzzle Jitu Mempercepat Hafalan Surat Pendek

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan Alquran di Madrasah Ibtidaiyah sebagai landasan yang integral dari pendidikan Agama, memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan dalam pembentukan watak dan kepribadian peserta didik. Tetapi secara substansial mata pelajaran Alquran dan Hadist memiliki kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk mempraktikkan nilai-nilai keyakinan keagamaan (tauhid) dan ahlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari (PMA RI No. 2 Th. 2008).

Pada Mata Pelajaran Al Quran Hadis di Madrasah Ibtidaiyah (MI) kelas VI tak terkecuali di MI Miftahul Huda Kangkung Mranggen Demak, terdapat kompetensi menghafalkan surat- surat pendek yaitu Surat Ad Duha pada semester 1 dan Al Bayyinah pada semester 2. Problem yang sering dihadapi pembelajaran Alquran Hadits terutama menghafal surat-surat pendek selama ini lebih mengarah kepada sifat dominan pada guru dengan banyak memakai metode ceramah, resitasi dan sorogan sehingga siswa kurang mampu menghafal dengan baik dan menjadikan siswa pasif.

Perubahan strategi dalam memberikan pembelajaran kepada peserta didik, salah satunya model pembelajaran jigsaw Puzzle Jitu. Menurut Adenan (1989 : 9) puzzle dan games adalah materi untuk memotivasi diri secara nyata dan merupakan daya tarik yang kuat. Puzzle dan games untuk memotivasi diri karena menawarkan sebuah tantangan yang dapat secara umum dilaksanakan dengan berhasil.

Baca juga:   Pembelajaran Berbasis Masalah Tingkatkan Analisa Siswa

Metode ini mengajak siswa untuk menyusun potongan-potongan ayat dalam surah Al Bayyinah ayat 1-7 yang ditulis dalam kertas asturo dengan ukuran yang sama, sehingga menjadi urutan yang benar sesuai bacaan dalam Alquranul Karim. Selain menyusun potongan ayat dalam surat Al Bayyinah, siswa juga dituntut menjawab pertanyaan kode puzzle yang telah disusun.

Langkah-langkah penerapan metode jigsaw puzzle sebagai berikut: siswa dibagi menjadi beberapa kelompok induk, setiap anggota kelompok mendapat kartu warna. Kemudian siswa yang mendapat kartu yang berwarna sama bergabung menjadi kelompok baru yang disebut kelompok ahli. Setiap kelompok ahli mendapat sebuah puzzle dan menyusunnya. Kelompok yang telah berhasil menyusun puzzle, berhak mengambil kartu soal dan menjawab pertanyaan yang ada pada kartu soal tersebut. Siswa kembali ke kelompok induk dan melaporkan apa yang telah di dapat dari kelompok ahli. Kelompok ahli bertugas menjawab pertanyaan yang dibagikan guru berdasarkan pengetahuan yang didapatkan dari kelompok ahli. Melaporkan hasil hafalan kelompok induk di depan teman-temannya. Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan materi yang telah dipelajari.

Baca juga:   Tuntutan Guru Zaman ‘Old’ Hadapi Siswa Zaman ‘Now’

Penerapan metode ini jigsaw puzzle ini nampak sekali siswa bersemangat untuk menghafal potongan-potongan ayat pada Surat Al Bayyinah 1-7 dengan cepat. Terbukti dengan penerapan strategi ini dapat mengembangkan kapasitas anak dalam mengamati dan melakukan percobaan, membedakan bagian-bagian ayat yang terpotong untuk menyatukan kembali dan meningkatnya kemampuan memecahkan masalah.

Dengan metode ini, materi Surah Al Bayyinah yang terdiri dari 7 ayat awalnya sulit dihafalkan serta kurang diminati, ternyata lebih cepat untuk dihafal dan kini disukai. Siswa bersemangat, termotivasi, meningkatkan minat dan prestasi belajar terhadap materi hafalan surat-surat pendek, karena lebih efektif, menyenangkan dan lebih mudah dihafalkan. (gml2/ton)

Guru kelas VI MI Miftahul Huda Kangkung Mranggen Demak

Populer

Lainnya