Pembelajaran IPS Asyik dengan Aplikasi Komik Strip

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Di era disrupsi ini dan kebijakan merdeka belajar yang didengungkan oleh Menteri Nadiem Makarim, minat belajar dan pemahaman materi siswa terhadap mata pelajaran, khususnya IPS masih tergolong sangat rendah. Hal ini dapat dilihat pada sikap siswa selama mengikuti proses pembelajaran tidak fokus dan ramai sendiri. Metode yang konvensional seperti menjelaskan materi secara abstrak, hafalan materi, dan ceramah dengan komunikasi satu arah. Yang aktif masih didominasi oleh pengajar. Dengan demikian, bagi siswa yang tidak memiliki keterampilan menghapal secara baik dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, maka siswa tersebut cenderung kurang menyukai mata pelajaran tersebut.

Kondisi pembelajaran seperti inilah yang mengakibatkan siswa kurang aktif. Pembelajaran yang dilakukan kurang diminati dan prestasi anak tidak memuaskan. Untuk itu, guru harus keluar dari zona nyaman dan kreatif menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa, sehingga siswa kembali berminat mengikuti kegiatan belajar.

Salah satu cara untuk membuat pembelajaran IPS menarik di MTs Sholihiyyah Kalitengah, Mranggen, Demak, pada materi perubahan sosial budaya adalah dengan pembelajaran menggunakan media aplikasi komik strip. Komik strip (strip comics) menurut Arjuna (2011:3) sebagai sebuah gambar atau rangkaian gambar yang berisi cerita. Gambar-gambar dirangkai dalam komik strip terdiri atas tiga sampai enam panel. Gambar tersebut dirangkai dengan muatan cerita tertentu. Sedangkan komik strip dalam Factmonster (2001) menjelaskan bahwa pengertian komik strip adalah kombinasi antara gambar kartun dan cerita. Susunannya terdiri atas cerita bergambar dengan menggunakan beberapa panel berjajar yang isi ceritanya memiliki beberapa karakter. Dalam komik, tokoh yang berpikir dan berbicara akan ditandai dengan menggunakan ‘balon-balon’ yang di dalamnya terdapat tulisan dari percakapan.

Baca juga:   STM Tingkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Belajar IPS

Untuk pembuatan komik strip ini, penulis menggunakan aplikasi comic strip pro yang bisa diunduh di play store. Aplikasi ini bisa membuat komik menarik dengan jalan cerita yang sudah kita tentukan sendiri. Kelebihan aplikasi ini bisa menggunakan gambar atau foto dari galeri sendiri secara langsung, mengubah posisi, mengubah ukuran, dan memutar gambar. Selain itu juga bisa menambahkan caption, judul, balon ucapan, beberapa efek yang ada untuk menambah nuansa komik, seperti kartun, super-hero, Comic Book dan masih banyak lagi.

Langkah-langkah dalam pembelajaran materi perubahan sosial budaya menggunakan media komik strip adalah (1) Siswa diminta untuk berkelompok dengan jumlah anggota empat orang per kelompok, (2) Guru menyiapkan dan membagikan komik kepada tiap kelompok, (3) Siswa mengonstruksi perubahan sosial budaya melalui komik yang dibagikan, (4)Siswa melakukan penemuan terhadap masalah perubahan sosial budaya pada komik, (5) Guru bertanya tentang masalah yang ada pada komik, (6) Siswa berdiskusi dengan membentuk kelompok beranggotakan empat orang tiap kelompok yang heterogen berdasarkan tingkat kemampuan siswa. Acuan pengelompokkan siswa menggunakan hasil ulangan harian pada bab sebelumnya, (7) Siswa mempresentasikan hasil diskusi. (8) Guru dan siswa menyimpulkan pembelajaran yang telah dipelajari. (9) Siswa mengerjakan evaluasi dan guru melakukan penilaian.

Baca juga:   Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan dan Budaya di Masa Pandemi Covid-19

Hasil yang dapat diamati dari penerapan metode aplikasi comic strip ini adalah meningkatnya antusiasme edukatif yang tercermin dari keterlibatan siswa secara aktif selama proses pembelajaran dan pemahaman siswa akan materi. Suasana belajar dengan metode comic strip ini, selain menumbuhkan kegembiraan dalam belajar, juga memberikan pengalaman belajar yang berkesan dan menyenangkan, sehingga mampu meningkatkan hasil belajar siswa, baik dari segi kognitif, afektif, maupun psikomotorik di MTs Sholihiyyah Kalitengah, Mranggen, Demak. Ini sesuai dengan tagline SDM unggul Indonesia maju dan madrasah hebat bermartabat. Insya Allah. (gml1/aro)

Guru IPS MTs Sholihiyyah Kalitengah, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak

Populer

Lainnya