Tingkatkan Hasil Belajar Matematika dengan Metode Buzz Group

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Usaha yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan matematika di sekolah sudah banyak dilakukan. Salah satunya dengan perubahan kurikulum serta melalui kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan. Namun, sampai saat ini mutu pendidikan di Indonesia masih belum mendapatkan hasil yang memuaskan, baik ditinjau dari proses pembelajarannya maupun hasil belajar siswanya. Mata pelajaran matematika diberikan kepada semua peserta didik mulai dari SD untuk membekali dengan kemampuan berpikir logis, analistis, sistematis, kritis, kreatif dan kemampuan bekerja sama (Depdiknas, 2006:93).

Rendahnya nilai hasil belajar siswa di SDN 1 Montongsari disebabkan oleh beberapa faktor antara lain, metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah masih bersifat konvensional dan penggunaan alat peraga/media jarang sekali digunakan. Siswa kurang dilibatkan dalam proses pembelajaran dan cenderung pasif, siswa selalu menunggu guru untuk diberikan contoh-contoh soal dan cara pengerjaannya yang benar tanpa mencoba berpikir untuk menggali dan membangun idenya sendiri. Karena itu metode ini lebih baik jika diubah dengan metode yang melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar yang produktif.

Pernyataan tersebut didukung pula pada hasil nilai ulangan harian siswa pada perkalian pada bilangan cacah, yaitu dari 24 siswa, hanya 11 siswa tuntas belajar (sesuai KKM yaitu ≥ 60), sedangkan 13 siswa tidak tuntas belajar. Jadi persentase ketuntasan belajar siswa di kelas 3 yaitu siswa yang tuntas belajar sekitar 45,83 persen dan yang tidak tuntas belajar sekitar 54,17 persen.

Baca juga:   Dulu Kuno Sekarang Kini

Alasan pemilihan pembelajaran menggunakan metode Buzz Group dengan media gambar dimaksudkan untuk membandingkan interpretasi dan informasi pengetahuan yang diperoleh masing-masing siswa, agar dapat saling aktif dalam memperbaiki pengertian, persepsi, informasi, dan intresprestasi, sehingga dapat menghindarkan kekeliruan dan miskonsepsi dalam menerima materi pelajaran. Sedangkan guru lebih berperan sebagai organisator, sehingga dalam pembelajaran ini memungkinkan para siswa semakin aktif dan interaktif.
Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang sangat penting karena media dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh psikologi terhadap siswa. Media lidi merupakan media sederhana yang mudah didapat, mudah dibawa dan tersedia di sekitar siswa.

Hasil penerapan metode Buzz Group dengan media lidi, a) memberikan pengalaman bagi peneliti, dapat meningkatkan pengetahuan dalam mengatasi masalah pembelajaran Matematika. b) Dapat dijadikan media motivasi untuk dilaksanakan disekolah di tempat bekerja. c) Memberikan kesan bahwa belajar matematika itu mudah dan menyenangkan.

Penerapan metode ini, menunjukan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran meningkat. Terbukti, nilai kategori baik baru mencapai 12,5 persen. Itu artinya sebagian kecil pada siklus ke I sudah lebih meningkat dari pada sebelum adanya perbaikan pembelajaran.
Bahkan, pada analisis berikutnya atau siklus II, nilai kategori baik jauh lebih banyak dan mengalami kenaikan prestasi yang cukup signifikan yaitu mencapai 83,33 persen. Itu artinya pada siklus ke II sudah menunjukkan tingkat keberhasilan proses pembelajaran tercapai maksimal.

Baca juga:   Bermain Musik di Dapur

Setelah permasalahan utama pada perbaikan pembelajaran pada siklus I dan II dilaksanakan, peneliti merasa bersyukur dengan meningkatnya nilai siswa pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus ke II. Bahkan, tidak terdapat siswa yang mendapat nilai kurang.

Berdasarkan temuan data yang diperoleh dari proses perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan terbukti menunjukkan ada perubahan belajar siswa yang signifikan dari perkembangan siswa dengan adanya upaya dan desain serta metode pembelajaran yang diupayakan pada setiap siklusnya. Hal ini terbukti dengan hasil yang tampak dari kemajuan yang dialami oleh masing-masing siswa yang semakin meningkat dilihat dari rekapitulasi nilai perbaikan pembelajaran. (ikd1/ida)

Guru SDN 1 Montongsari Weleri

Populer

Lainnya