Mencintai Kearifan Lokal dengan Belajar Membatik Tekan Gesek Motif Flora

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KEHIDUPAN manusia dikelilingi oleh budaya, hal ini disebabkan karena manusia selalu berupaya mempertahankan eksistensinya dalam kehidupan yang mengharuskannya selalu bersinggungan dengan lingkungan sekitar, baik lingkungan fisik dan non fisik. Proses pembentukan budaya berlangsung berabad-abad dan teruji sehingga membentuk suatu komponen yang handal, terbukti dan diyakini dapat membawa kesejahteraan lahir dan batin. Komponen inilah yang disebut dengan jati diri.
Di dalam jati diri terkandung kearifan lokal yang merupakan hasil dari local Genius dari berbagai suku bangsa, kearifan lokal inilah seharusnya dirajut dalam satu kesatuan kebudayaan untuk mewujudkan suatu bangsa yaitu, Bangsa Indonesia. Budaya merupakan suatu produk dari akal budi manusia.
Derasnya arus globalisasi, modernisasi dan ketatnya puritanisme dikhawatirkan dapat mengakibatkan terkikisnya rasa kecintaan terhadap kebudayaan lokal. Sehingga kebudayaan lokal yang merupakan warisan leluhur terinjak-injak oleh budaya asing, terlupakan oleh para pewarisnya, bahkan banyak pemuda yang tak mengenali budaya daerahnya sendiri. Mereka cenderung lebih bangga dengan karya-karya asing, dan gaya hidup yang kebarat-baratan dibandingkan dengan kebudayaan lokal di daerah mereka sendiri. Modernisasi mengikis budaya lokal menjadi kebarat-baratan, Negara asing saja mau berselisih untuk mengakui budaya kita. Bukankah seharusnya kita bangga dengan budaya lokal yang telah diwariskan kepada kita generasi pelurus perjuangan bangsa. Dengan keadaan yang seperti ini perlu ditanamkan nilai- nilai nasionalisme kepada para pemuda.
Kebudayaan lokal merupakan kebudayaan yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat adat. Namun yang terjadi pada pemuda sangat berbeda dengan apa yang kita pahami tentang kebudayaan lokal, bahkan kebudayaan itu sudah terkikis dan tergantikan oleh budaya asing yang sama sekali tidak kita pahami.
Agar eksistensi budaya tetap kukuh, maka kepada generasi penerus dan pelurus perjuangan bangsa perlu ditanamkan rasa cinta akan kebudayaan lokal khususnya di daerah. Salah satu cara yang dapat ditempuh di sekolah adalah dengan cara mengintegrasikan nilai-nilai kearifan budaya lokal dalam pembelajaran, salah satunya pada mata pelajaran seni budaya ( seni rupa ) yaitu pada materi penerapan ragam hias pada bahan tekstil. Disini ternyata peserta didik sangat antusias untuk mengikuti pelajaran dengan mengenalkan teknik membatik tekan gesek motif flora. Dengan mulai menyiapkan kain mori, pewarna tekstil, beberapa daun yang ada disekitar, kertas Koran dan sendok makan. Caranya pun cukup mudah sehingga siswa tidak kesulitan. Hanya membutuhkan kehati-hatian, kesabaran dan ketekunan untuk mendapatkan batik yang bagus dan sempurna. Pertama kain mori dibentangkan dengan didasari kertas koran, ambil daun celupkan pada pewarna tekstil yang sudah diencerkan dengan sedikit air, ambil daun dan tempelkan pada koran supaya tidak ketebalan, selanjutnya daun diambil dan siap ditempelkan pada kain mori ambil kertas koran ditutupkan diatasnya selanjutnya tekan dan gesek-gesek menggunakan sendok, buat pola dengan motif daun yang kita kehendaki begitu seterusnya sampai kain penuh dengan motif daun ( flora ).
Keunggulan dan potensi kekayaan daerah seperti batik perlu dikenalkan kepada siswa, caranya adalah dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis kearifan lokal. Tujuan pembelajaran ini adalah agar generasi muda mengenal kebudayaan, potensi dan nilai-nilai yang ada di setiap daerah. Manfaat pembelajaran berbasis kearifan lokal di sekolah yaitu melahirkan generasi-generasi yang kompeten dan bermartabat, merefleksikan nilai-nilai budaya, berperan serta dalam membentuk karakter bangsa, berkontribusi menciptakan identitas bangsa, melestarikan budaya bangsa. (*/zal)

Baca juga:   Pembelajaran Listrik Statis Mudah dengan Model PBLFC

Guru Seni Budaya
SMPN 1 Kajen, Kabupaten Pekalongan

Populer

Lainnya