Terampil Menulis Teks Recount dalam Bahasa Inggris lewat Cerita Bergambar

spot_img

RADARSEMARANG.COM – CERITA adalah rangkaian peristiwa yang disampaikan, baik berasal dari kejadian nyata (non fiksi) ataupun tidak nyata (fiksi). Cerita adalah penuturan tentang sesuatu kejadian. Dari cerita tersebut, kita dapat mengetahui di mana, bagaimana, dan apa yang dialami oleh pelaku cerita dari awal sampai dengan akhir. Agar dapat bercerita dengan tepat kita sebagai guru harus mempertimbangkan materi cerita dan perlu mengasah keterampilan siswa dalam bercerita.

Nah, bagaimana strategi kita untuk melatih siswa supaya terampil dalam menulis cerita? Kita membutuhkan sebuah strategi supaya siswa tertarik dan terangsang untuk menulis sebuah teks cerita yaitu dengan menggunakan “cerita bergambar”. Salah satu teks cerita yang diajarkan pada siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris adalah teks Recount. Dengan cerita bergambar diharapkan siswa meningkat terampil dalam menulis teks Recount dalam Bahasa Inggris.

Teks Recount adalah teks yang menceritakan suatu pengalaman atau kejadian di masa lalu dengan tujuan untuk menghibur dan menginformasikan kepada si pembaca. Adapun unsur-unsur utama teks Recount adalah Orientation, events dan reorientation. Orientation berisi tentang si pelaku yang terlibat, waktu dan tempat kejadian. Events merupakan paragraf yang memaparkan cerita secara runtut sesuai dengan rentetan kejadian cerita. Sedangkan Reorientation adalah paragraf yang menutup dan mengomentari secara pribadi tentang rentetan cerita (Depdiknas, 2004).

Baca juga:   Tips Belajar Kimia yang Mengasyikkan

Pengembangan kompetensi siswa pada pembelajaran menulis teks Recount dalam Bahasa Inggris dilakukan dengan meminta siswa mengurutkan kata kata acak (jumbled words) menjadi kalimat yang benar dan mengurutkan kalimat kalimat acak (jumbled sentences) menjadi paragraf yang utuh dan tersusun dengan benar. Cara seperti itu kurang efektif, siswa menjadi bosan dan jenuh. Siswa masih meloncat-loncat dan kurang berkesinambungan dalam menyusun paragraf. Ketepatan pengungkapan gagasan harus didukung oleh ketepatan bahasa yang digunakan. Selain komponen kosa kata dan gramatikal, ketepatan kebahasaan juga sebaiknya didukung oleh konteks dan penggunaan ejaan. Oleh karena itu, menulis bukanlah merupakan kegiatan sederhana dan tidak perlu dipelajari.

Menulis merupakan suatu keterampilan, dan keterampilan itu hanya akan berkembang jika dilatihkan secara terus-menerus. Selain itu, menulis sangat penting bagi dunia pendidikan karena memudahkan pada siswa untuk berpikir kritis dan sistematis. Kita sebagai guru harus bisa memberikan kesempatan lebih banyak bagi siswa untuk melatih menulis agar keterampilan menulisnya meningkat. Kita menginginkan siswa kita tertarik dan menyukai serta terampil menulis. Karena keterampilan menulis mempunyai peranan yang penting di dalam kehidupan modern, serta merupakan suatu ciri dari orang terpelajar atau bangsa terpelajar. Keterampilan menulis ini tidak mudah dikuasai oleh siswa, sebab pada umumnya mereka bingung apa yang akan ditulisnya, bahan-bahan yang mendukung tulisannya serta mutu tulisan yang akan dihasilkan (Mukminatien,1991).

Baca juga:   Cara Mudah Perbanyak Kosakata Bahasa Inggris dengan Wordwall

Maka untuk melatih keterampilan menulis teks Recount dalam Bahasa Inggris, siswa diberi media pembelajaran dengan “Cerita Bergambar”. Gambar-gambar yang menarik dan relevan akan menimbulkan semangat mereka menulis kalimat – kalimat dalam bentuk teks Recount dengan benar. Biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan media ini tidak besar, sehingga gambar gambar yang diberikan siswa dapat bervariasi. Dengan adanya variasi gambar, siswa tidak akan jenuh. Dan alasan lain dengan ditampilkannya cerita bergambar, siswa akan belajar berpikir logis mengenai rentetan kegiatan, kaitan antara satu kegiatan dengan kegiatan lain yang mengikutinya, orang lain dapat memahami tulisan siswa. (igi2/aro)

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 6 Salatiga

Populer

Lainnya