Peran Ibu dalam Mendidik Anak

spot_img

RADARSEMARANG.COM – IBU adalah sosok yang sangat penting dalam kehidupan kita sebagai manusia. Karena dari seorang ibu, kita mendapatkan banyak hal. Selain membesarkan kita secara fisik dengan penuh kasih sayang, kita juga belajar banyak tentang hal-hal yang belum pernah kita tahu dari siapapun, dan bisa kita dapatkan pertama kali dari seorang ibu. Bisa dikatakan ibu adalah madrosah pertama dalam kehidupan manusia.

Sebagai madrosah pertama, seorang ibu punya peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter anak. Karena itu, seorang ibu dituntut memiliki sikap-sikap  yang baik yang sesuai dengan aturan agama dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Seorang ibu yang baik, yang memperhatikan perkembangan putra-putrinya dengan baik dalam menanamkan norma-norma  luhur, budi pekerti mulia, hendaklah diawali dari dirinya sendiri terlebih dahulu. Sehingga dalam diri seorang ibu yang baik akan memberikan contoh dan suri tauladan bagi putra-putrinya. Dalam Alquran dikatakan tentang karakter mulia seorang ibu sebagaimana berikut“…….. Maka wanita yang sholihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada. Oleh karena Allah telah memelihara mereka….” (QS. An-Nisa : 34)

Mengingat betapa penting seorang wanita sholihah melahirkan putra-putri yang sholih-sholihah pula. Sehingga negara akan kuat karena generasinya terdiri atas orang-orang yang sholih dan sholihah. Kedudukan mulia seorang ibu dikarenakan ibu telah mengandung anak selama sembilan bulan, melahirkan, dan  menyusui, yang mana hal tersebut tidak bisa dilakukan oleh seorang bapak. Untuk selanjutnya mendidik anak agar menjadi anak yang berbakti.

Baca juga:   Asyiknya Belajar IPA dengan “Karmus”

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang makin cepat menuntut orang untuk mengikutinya jika tidak mau dikatakan ketinggalan zaman. Dan banyak orang sekarang yang mampu menyelesaikan pendidikannya sampai tingkat sarjana begitu pula para perempuan. Banyak kaum perempuan yang pandai menguasai banyak bidang, kesehatan, pendidikan, teknologi, pertanian, industri dan lain-lain, sehingga banyak perempuan bekerja untuk mengaktualisasikan ilmunya, bahkan juga untuk memenuhi kebutuhan ekonomi yang makin hari makin tinggi. Dengan demikian perempuan yang memiliki peran ganda sebagai ibu rumah tangga sekaligus sebagai wanita pekerja makin banyak. Tak heran, jika lembaga-lembaga penitipan anak makin laris manis sebagai lembaga yang sangat membantu peran orangtua dalam merawat dan mendidik anaknya.

Tuntutan kebutuhan ekonomi yang makin tinggi, sehingga terkadang perhatian terhadap tumbuh kembang anak berkurang. Tumbuh kembang seorang anak tidak hanya semata secara fisik, namun tumbuh kembang secara psikis, mental, moral, maupun emosional menuntut perhatian yang ekstra. Sementara itu, lingkungan tempat di mana anak tumbuh juga sangat mempengarui perkembangan secara psikis. Maraknya anak-anak sekarang dalam menggunakan alat komunikasi handphone sudah menjadi hal biasa. Orangtua hendaknya mendampingi dan mengawasi penggunaan alat elektronik yang satu ini, agar anak bisa fokus dalam belajar.

Baca juga:   Pembelajaran Inovatif Guna Meningkatkan SDM di Era Revolusi Industri 4.0

Jika dikatakan bahwa HP punya nilai manfaat, tapi pada kenyataannya lebih banyak madharatnya. Karena lebih banyak siswa menggunakan HP untuk  hal yang negatif. Misalnya main game, dan aplikasi media sosial yang justru menyita waktu mereka untuk  hal yang tidak penting tersebut. Anak lebih suka hidup di dunia maya. Anak lebih suka pada hal yang sifatnya fun. Anak menjadi malas untuk berpikir tentang pelajaran. Karena itu, peran orangtua sangat penting dalam melakukan kontrol terhadap anak dalam penggunaan HP ini.

Otak anak adalah otak yang  masih segar, kuat dalam berpikir, sehingga sangat penting bagi anak diperkenalkan dengan hal yang baik dan positif. Misalnya, mencari ilmu agar generasi masa depan ini menjadi generasi yang berkualitas secara keilmuan. Mendalami ilmu-ilmu pengetahuan dengan matang. Melatih anak untuk hidup bermasyarakat dengan baik. Mengerti tentang nilai-nilai kehidupan. Mengingat tentang dasar-dasarnya hidup, sehingga anak tidak menyesal di kemudian hari. Peran orangtua dalam melakukan kontrol terhadap anak dalam penggunaan HP sangatlah penting. Di tengah kesibukan orangtua hendaknya janganlah lupa terhadap tumbuh kembang anak. Sungguh mengerikan jika orangtua pun hidup dengan kesukaannya sendiri, sibuk ber-HP ria sendiri, maka fantadhirissaah. (igi1/aro)

Guru SMP Negeri 1 Kalinyamatan, Jepara

Populer

Lainnya