Ekskul Jurnalistik Picu Keterampilan Menulis Siswa

spot_img

RADARSEMARANG.COM, KETERAMPILAN menulis merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa yang harus dikuasai siswa sebagai wujud penguasaan siswa terhadap kemampuan berbahasa mereka. Banyak ahli telah mengemukakan pengertian menulis. Saleh Abbas (2006:125), mengemukakan keterampilan menulis adalah kemampuan mengungkapkan gagasan, pendapat dan perasaan kepada pihak lain melalui bahasa tulis. Sebenarnya tidak jauh berbeda antara keterampilan menulis dengan keterampilan berbicara, hanya medialah yang membedakan keduanya. Namun, kedua-duanya sama-sama menunjukkan kemampuan berbahasa seseorang.

Keterampilan berbahasa yang terdapat dalam mata pelajaran bahasa sangatlah berkaitan erat juga mendukung mata pelajaran yang lain. Keterampilan menyimak dan membaca yang baik akan melahirkan kemampuan berbicara dan menulis yang baik pula. Namun fenomena yang terjadi di kalangan siswa sekarang ini, banyak siswa kurang menguasai keterampilan berbahasa tersebut. Minat baca siswa sangat rendah sehingga pemerintah perlu menggalakkan program literasi. Demikian pula dengan kemampuan menyimak siswa sehingga muncullah siswa-siswa yang tidak hobi menulis karena keterbatasan kosa kata. Satu-satunya keterampilan yang mereka kuasai adalah keterampilan berbicara, dalam arti bicara ala kadarnya pada saat kosong jam pelajaran. Tentunya hal tersebut sangatlah memrihatinkan para pendidik.

Ekstrakurikuler adalah kegiatan non pelajaran formal yang dilakukan peserta didik umumnya di luar jam belajar kurikulum standar. Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah memiliki banyak fungsi, di antaranya fungsi pengembangan, fungsi sosial dan fungsi rekreatif. Biasanya para siswa akan memilih kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan hobi atau kesenangan mereka masing-masing. Kegiatan ekrakurikuler jurnalistik merupakan salah satu kegiatan yang mendukung mata pelajaran Bahasa Indonesia. Banyak keuntungan yang dapat diperoleh dari mengikuti kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik, di antaranya yang pertama siswa akan memeroleh ilmu kepenulisan, yang kedua ketika seorang siswa telah mampu menulis berita akan dibaca oleh orang lain dan tentunya hal tersebut akan bermanfaat bagi orang banyak. Selain hal tersebut di atas, kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik akan melatih siswa berbaur dengan banyak orang dan banyak lagi manfaat yang dapat diperoleh siswa dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik.

Baca juga:   Menganalisa Unsur Intrinsik Drama dengan Media Film Pendek

Dalam kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik yang dibimbing oleh seorang wartawan ataupun guru bahasa akan diajarkan bagaimana mereka mencatat peristiwa-peristiwa dan menuliskannya dalam bentuk berita. Kegiatan menulis yang semula hanya terjadi di dalam kelas dan dibatasi dengan jam pelajaran akan terasa membosankan. Berbeda dengan kegiatan ekstrakurikuler, dimana siswa boleh keluar kelas, berjalan-jalan, membawa kamera, memotret akan menjadi sebuah kegiatan yang lebih menyenangkan. Siswa lebih mampu mengekspresikan diri tanpa adanya tekanan batasan jam pelajaran dan mereka dapat meliput kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan hobi mereka masing-masing. Sesuatu yang bebas tanpa tekanan akan terasa lebih menyenangkan tentunya berita-berita yang mereka liput adalah berita-berita ringan seputar kegiatan mereka tanpa melanggar batasan moral dan etika.

Lalu bagaimana kita selaku pendamping ataupun pembimbing mengetahui ataupun menilai hasil liputan mereka? Ada satu wadah yang banyak diminati oleh siswa maupun manusia zaman now. Wadah tersebut tempat mengekspresikan diri mereka. Wadah tersebut disebut media sosial, sebut saja satu media sosial yang paling banyak digemari siswa juga orang dewasa, misalnya Facebook. Siswa yang tergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik yang telah meliput berita mereka dapat memposting hasil liputan mereka disertai foto kegiatan yang mereka liput. Sediakan halaman ataupun fanpage bagi mereka untuk mengekspos liputan-liputan mereka. Kegiatan ala wartawan kecil ini tentunya akan lebih menyenangkan bagi siswa-siswa.

Baca juga:   Debat Tingkatkan Keterampilan Berbicara

Bermula dari rasa senang melakukan kegiatan, akan menumbuhkan semangat baru. Siswa yang semula ogah-ogahan melakukan kegiatan menulis dan cenderung mengantuk akan lebih semangat dalam menulis. (*/ida)

*) SMP Negeri 8 Salatiga

Populer

Lainnya