Aktifkan Siswa Saat Pelajaran Olahraga

spot_img

RADARSEMARANG.COM, DUDUK-DUDUK di pinggir lapangan, minta izin dengan berbagai alasan, merupakan fenomena yang terlihat sebagian besar siswa perempuan di saat pelajaran olahraga berlangsung. Mereka cenderung hanya melihat siswa lainnya yang laki-laki sedang melakukan aktivitas pelajaran olahraga. Penyebabnya bukan sekedar karena rendahnya minat siswa untuk mengikuti pelajaran tersebut, namun karena kurang optimalnya guru memberikan motivasi agar siswa lebih aktif mengikuti pelajaran.

Buktinya, ketika pergantian jam pelajaran olahraga, kegembiraan terlihat di raut wajah mereka. Sesampainya di lapangan, mereka mengikuti pemanasan atas instruksi guru dan mengikuti kegiatan inti, namun dilakukan secara kurang optimal. Waktu yang seharusnya digunakan untuk aktivitas pelajaran olahraga, lebih dimanfaatkan siswa perempuan untuk duduk-duduk sambil mainan gadgetnya.

Melihat kondisi tersebut penulis mencoba melakukan terobosan baru yakni memanfaatkan kamera sebagai sarana mengaktifkan siswa. Ada apa dengan kamera? Apa hubungannya antara kamera dengan aktivitas siswa mengikuti pelajaran olahraga? Fenomena berkembangnya perilaku selfi, update foto di jejaring sosial yang lebih banyak diminati oleh siswa menjadi peluang besar untuk dikembangkan sebagai sarana mengaktifkan siswa dalam pelajaran olahraga.

Baca juga:   Penggunaan Media Kardus dalam Pembelajaran Lari Gawang selama BDR

Ujicoba yang dilakukan penulis di SMA Negeri 1 Boja, ternyata memberikan dampak terhadap perubahan aktivitas siswa mengikuti pelajaran olahraga pada materi lari gawang. Seperti biasanya, kegiatan pembelajaran diawali dengan pemanasan dan berlanjut pada kegiatan inti. Satu demi satu siswa melakukan instruksi dari guru untuk melakukan lari gawang, yakni gabungan lari dan melompati beberapa gawang rintangan yang diletakkan di lintasan lari. Di saat siswa melakukan lompatan, beberapa kameramen mengambil gambar dari pose-pose yang menarik di saat melakukan lompatan. Di saat awal pembelajaran, guru memberikan penjelasan akan diambil gambarnya satu per satu dari siswa yang melakukan gerakan lari gawang dan hasil pengambilan gambar akan diunggah di watshap group dan media jejaring sosial seperti Facebook maupun Instagram. Dampaknya ternyata luar biasa, siswa antusias melakukan gerakan-gerakan lari gawang secara serius, karena termotivasi untuk menampilkan hasil yang terbaik.

Hasil pengambilan gambar di samping sebagai stimulus untuk mengaktifkan siswa, hasilnya juga media untuk belajar siswa. Menurut penuturan siswa, mereka mudah mengingat-ingat gerakan yang perlu dilakukan dalam lari gawang setelah melihat kembali foto-foto yang diambil. Akhirnya di saat mereka mengulang gerakan kembali untuk melakukan lari gawang, lebih mudah melakukan dan hasilnya lebih baik dari sebelumnya. Dengan diambilnya foto-foto di saat gerakan-gerakan terbaiknya, mereka merasa senang.

Baca juga:   Permainan Team Building, Tingkatkan Karakter dan Minat Belajar Siswa

Ada beberapa hal yang bisa diambil manfaatnya oleh guru, antara lain guru dapat memanfaatkan gambar yang diambil untuk menilai gerakan siswa, mengevaluasi kelebihan dan kekurangan yang terjadi saat pembelajaran berlangsung. Penilaian secara langsung terhadap gerakan yang cepat akan lebih mudah ketika ada gambar yang menunjukkan pose-pose yang berurutan. Hasil pengambilan gambar juga dapat ditampilkan pada saat pelajaran di kelas untuk memberikan gambaran tentang cara dan hasil lari gawang yang tepat, sebagai bentuk refleksi terhadap pelajaran yang telah dilakukan.

Secara umum melalui jepretan untuk mengambil gambar dari setiap siswa yang sedang melakukan aktivitas dalam pelajaran olahraga mampu memotivasi siswa untuk lebih aktif, dengan menampilkan hasil yang terbaik, sebagai sarana melakukan evaluasi maupun refleksi tentang kelebihan dan kekurangan yang ada. Mudahkan? Selamat mencoba. (tj3/2/bas)

Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan SMAN 1 Boja

Populer

Lainnya