Matematika Asyik dengan Outdoor Study

spot_img

RADARSEMARANG.COM – Perkembangan teknologi pada saat ini bisa memberikan kemudahan – kemudahan kepada semua orang di dalam segala bidang. Salah satu manfaat dari perkembangan teknologi ini adalah dunia pendidikan. Dengan adanya teknologi yang canggih ini bisa memberikan peserta didik merasa senang untuk belajar matematika dengan cara memanfaatkan semua media yang ada. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin bisa mendorong segala bidang pendidikan untuk usaha – usaha melakukan pembaruan dengan pemanfaatan hasil- hasil teknologi dalam proses belajar mengajar. Dengan demikian para guru diharapkan mampu menggunakan alat – alat yang dapat disediakan oleh sekolah, dan juga tidak tertutup kemungkinan bahwa alat – alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman.

Peserta didik merasa senang dengan pembelajaran matematika. Hal ini disebabkan karena dalam penggunaan berbagai media dapat membantu mempermudah dalam pemahaman materi dalam pelajaran matematika. Dengan menggunakan alat yang murah dan bersahaja ini guru dapat mengembangkan dan menciptakan media atau bahan belajar yang dapat membuat peserta didik merasa senang dan mudah dalam menghafal dan mengingat semua rumus – rumus yang ada di pelajaran matematika. Upaya yang dilakukan guru untuk peningkatan proses belajar  mengajar dengan memanfaatkan berbagai macam media pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran matematika. Media yang digunakan untuk proses belajar dan mengajar ini merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya. Media pembelajaran ini akan membawa pesan – pesan atau informasi yang bertujuan memberikan instruksional atau mengandung maksud – maksud dari pengajaran.

Baca juga:   Belajar Penjumlahan dan Pengurangan Lebih Bermakna dengan Snowball Throwing

Dalam suatu proses belajar mengajar ada 2 unsur yang sangat penting yaitu metode mengajar dan media pengajaran. Pemilihan dari salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pengajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media antara lain tujuan pengajaran, jenis tugas dan respon yang diharapkan peserta didik dapat menguasai materi setelah pengajaran berlangsung dan konteks pembelajaran ini juga termasuk karakter dari peserta didik. Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama dari media pengajaran adalah alat bantu di dalam mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi dan lingkungan belajar yang telah ditata dan diciptakan leh guru. Manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan peserta didik sehingga pembelajaran akan lebih efektif dan efisien.

Matematika asyik dengan out door yang dilakukan dengan menggunakan  pembelajaran media berbentuk lingkaran dengan dan pembelajaraan kooperatif dengan model make a match pada konsep materi matematika. Saat  pembelajaan matematika yang dilakukan diluar kelas bertujuan memberikan penyegaran kepada peserta didik agar tidak jenuh dengan situasi dan kondisi yang selalu ada di dalam kelas, yang tepatnya dibawah pohon rindang yang sejuk, tenang, dan nyaman untk belajar.

Baca juga:   Permainan Emoji Menambah Vocabulary Adjective

Model make a match ini merupakan pembelajaran yang dilaksanakan dengan kelompok – kelompok kecil yang terdiri dari 4 – 5 peserta didik dengan menggunakan media berbentuk lingkaran yang disebut dengan cakram hidup. Media cakram hidup ini terdiri dari lembaran kendali yang berisi tentang materi pembelajaran, jawaban, kartu yang berukuran 8 x 12 cm yang berisikan pertanyaan dengan jumlah kartu 20 lembar, lembar penilaian berisi tentang format nilai.

Pembelajaran ini memiliki keunikan yang sangat menarik pada pelaksanaan pembelajaran. Keunikan yang dimiliki dalam pembelajaran kooperatif model cakram hidup ini yaitu pembelajarannya sangat menyenangkan, terjadi interaksi antara peserta didik dalam kelompok yang mengharuskan kerjasama yang baik dalam kelompok, peran guru hanya sebagai fasilitator dalam hal ini guru hanya memberikan aba – aba permainan sedangkan pembelajaran lebih berpusat pada peserta didik. (*/zal)

SMA Negeri 2 Semarang

Populer

Lainnya