Menulis Artikel Populer Why Not

spot_img

RADARSEMARANG.COM – MENULIS pada dasarnya merupakan upaya mengomunikasikan gagasan ide, pikiran, pendapat, dan lain sebagainya melalui media tulis. Seperti surat kabar, koran, majalah dan sejenisnya. Bagi setiap orang, menulis dianggap sebagai kegiatan biasa, bahkan menjadi bagian dari aktivitas yang tidak mudah ditinggalkan. Namun bagi sebagian orang, seringkali menulis dipandang sebagai suatu yang sangat menyulitkan dan tidak mudah dilakukan. Apalagi untuk memulai menulis artikel, dianggap suatu aktivitas yang menakutkan? Dengan alasan yang bermacam-macam .

Salah satu hal yang paling penting bagi seorang penulis, baik yang pemula maupun senior adalah adanya ide. Karena tidak satupun hasil tulisan yang muncul, tanpa dimulai dari sebuah ide. Tanpa ide, seorang penulis tidak mungkin menghasilkan tulisan. Dimana ide bisa kita dapat dari berbagai sumber, ide diperoleh dari apa saja yang ada di sekitar kita, baik yang bisa dirasakan, dilihat, didengar dan yang kita lakukan agar dapat memunculkan sebuah ide.

Memperhatikan tentang sesuatu yang kita lihat biasa, juga menjadi ide yang menginspirasi kita dalam menulis artikel. Contohnya sebagai pendidik melihat peserta didiknya yang kesulitan dalam belajar, itu bisa dijadikan untuk membuat tulisan dengan mengangkat tema tentang metode pembelajaran yang memudahkan peserta didik belajar. Kemudian ide tersebut dikembangkan dengan menggunakan beberapa cara, di antaranya dengan konsisten terhadap ide yang sudah muncul, memprioritaskan ide yang terlebih dahulu muncul. Ketika muncul, ide baru dan sebaiknya tersebut tetap ditulis, barangkali suatu saat ide tersebut bisa menjadi sumber ide baru yang bisa ditulis.

Baca juga:   Mudah Pahami Materi Kegiatan Konsumsi dengan Quantum Teaching

Setelah itu, ide yang sudah muncul kemudian ditulis walaupun sepintas kadang merasa bahwa ide tersebut terasa bagus, akan tetapi ketika dituangkan menjadi sebuah tulisan artikel belum tentu layak untuk dipublikasikan menjadi artikel populer. Untuk itu, perlu adanya langkah penilaian terhadap tulisan tersebut dengan mengganti atau memperbaiki dan memeriksa kembali tulisan artikel tersebut sehingga artikel tersebut layak disebut artikel populer.

Dan salah satu caranya adalah dengan mengurutkan ide yang muncul untuk memudahkan penilaian terhadap artikel yang sudah ditulis. Dengan cara seperti itu, akan terlihat mana ide yang harus dituangkan dan mana ide yang disimpan terlebih dahulu, walaupun kadang ide-ide yang kita tulis hasilnya belum bagus. Namun, kita tetap harus mempelajari tulisan tersebut sambil terus melakukan perbaikan.

Dan pada dasarnya tidak ada tulisan yang jelek, tapi kemungkinan kemampuan dari kita masih terbatas. Karena itulah, sebaiknya kita tidak pesimistis dan harus terus mencoba dan pantang menyerah, sehingga tulisan kita dari waktu ke waktu akan mengalami perbaikan dan lama kelamaan akan berkualitas sehingga bisa disebut dengan tulisan berbobot dan berkualitas.

Baca juga:   Pembiasaan Literasi Baca dan Tulis dengan “Badu Latu”

Langkah selanjutnya ide menarik tersebut bisa dikembangkan dengan bantuan khayalan dari imajinasi kita dan kadang membutuhkan suasana, waktu dan tempat untuk merenung dalam mengembangkan ide yang muncul sehingga ide yang cerdas dan menarik dapat menjadi inspirasi tulisan artikel kita. Tetapi jangan lupa, ide juga harus didukung dengan fakta-fakta atau referensi sebagai penunjang tulisan kita. Untuk itu, perlu langkah selanjutnya agar tulisan artikel yang kita tulis bisa untuk dikonsumsi oleh pembaca surat kabar, salah satunya siapa yang membaca tulisan kita dengan menyesuaikan isi tulisan dengan segmentasi pembaca dan penentuan topik maupun judul yang menarik dan provokatif.

Sehingga untuk mengundang penasaran pembaca, dapat dilanjutkan dengan membuat paragraf awal menggunakan bahasa yang menarik dan membuat pembaca menikmati arah tulisan kita dari kalimat demi kalimat hingga selesai. Sebaiknya dalam menutup tulisan artikel menggunakan paragraf yang tidak kalah menarik dan memikat. Kemudian kirimkan tulisan artikel populer tersebut dengan penuh percaya diri dan jangan cepat menyerah ketika artikel belum dimuat di media massa. Sebaiknya bersabar dan tetap membuat tulisan-tulisan berikutnya, walaupun tulisan yang kita kirim belum dimuat. Tetap semangat untuk terus mencoba menulis artikel populer di media massa. (tj3/2/ida)

*) Guru SMP Negeri 1 KaliwiroWonosobo

Populer

Lainnya