Video Upin-Ipin Jawa Tingkatkan Menulis Pengalaman

spot_img

RADARSEMARANG.COM – Dalam mengajarkan menulis pengalaman pribadi, guru sering mendapat kesulitan di dalam kelas. Misalnya siswa kurang tertarik dengan pembelajaran yang hanya mengurutkan buku paket, mengerjakan tugas-tugas. Akibatnya, siswa mengeluh, ogah-ogahan dan malas menuangkan ide-ide untuk menulis pengalaman pribadi. Kesulitan-kesulitan tersebut juga disebabkan karena kemampuan siswa yang kurang dan kemampuan guru dalam pemilihan metode, media, serta teknik pembelajaran yang kurang tepat.
Berdasarkan latar belakang tersebut, Penulis melakukan upaya melalui video Upin-Ipin Jawa dapat meningkatkan keterampilan menulis. Menulis merupakan salah satu kemampuan berbahasa. Dalam menulis semua unsur keterampilan berbahasa harus dikonsentrasikan secara penuh agar mendapat hasil yang benar-benar baik. Menurut Antar Semi (2008:46-47) dalam bukunya, cerita pengalaman ada dua yaitu pengalaman langsung dan pengalaman tidak langsung. Pengalaman langsung merupakan pengalaman yang langsung dialami sendiri. Misalnya kalau suatu hari mengalami kecelakaan, maka itu berupa pengalaman langsung. Jadi semua yang kita hadapi atau alami sepanjang hari merupakan pengalaman langsung.
Pengalaman langsung itu tentu ada yang menarik atau berkesan. Pengalaman tidak langsung merupakan pengalaman yang diperoleh melalui mendengar cerita orang lain yang disampaikan secara lisan, atau diperoleh melalui bacaan, atau mungkin dengan melalui kedua cara itu sekaligus. Dalam kehidupan, kita sering memperoleh banyak pengetahuan tentang kehidupan ini melalui pengalaman tidak langsung. Di sekolah kita sering mendapat pengetahuan tentang berbagai hal dari bapak atau ibu guru. Di perpustakaan kita membaca berbagai buku serta surat kabar dan majalah yang memuat berbagai macam hal. Melalui media TV dan radio kita disuguhi dengan berbagai peristiwa interaktif.
Video merupakan suatu sistem penyampaian pengajaran di mana materi video rekaman disajikan dengan pengendalian komputer kepada penonton (siswa) yang tidak hanya mendengar dan melihat video dan suara, tetapi juga memberikan respons yang aktif. Respons itu yang menentukan kecepatan dan sekuensi penyajian. Peralatan yang diperlukan antara lain komputer, video disk laser, dan layar monitor (Arsyad 2011: 36).
Penggunaan media video dirasa menarik dan tidak membosankan saat siswa menyimak sebuah contoh cerita pengalaman pribadi. Mereka akan menggunakan indera mata, telinga, dan pikiran sewaktu mereka menyimak. Selain itu mereka juga bisa melatih ketrampilan mendengar. Fungsi media video ini dapat digunakan siswa menentukan alur cerita dan penokohannya. Dengan disajikan film di video ini, siswa akan lebih mudah menuangkan ide-idenya. Secara teoritis, memahami sesuatu akan lebih mudah jika kita menyimak sekaligus melihat.
Jenis media yang digunakan adalah media audiovisual (film). Dalam kesempatan ini penulis menyajikan film “Pengalaman lucu yang dialami Upin-Ipin ketika puasa pertama”. Penulis menampilkan tokoh Upin-Ipin, karena tokoh ini disenangi oleh semua umur, sehingga akan tertarik dan termotivasi. Penggunaan media ini dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Perpaduan gambar dan suara akan menarik siswa dalam belajar. Selain itu, dengan media ini pembelajaran akan semakin mendekati realitas karena gambar dan suara yang ada dalam media ini berasal dari objek yang nyata.
Setelah dilakukan penelitian, dengan media video Upin-Ipin Jawa kopetensi menulis pengalaman pada siswa SMPN 13 Semarang mengalami peningkatan. Perilaku siswa kelas mengalami perubahan dari perilaku negatif menjadi perilaku positif, berdasarkan hasil data nontes yang meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran menulis pengalaman pribadi menggunakan media video Upin-Ipin Jawa. Hal ini ditunjukkan dengan perilaku siswa yang senang, lebih semangat dan antusias dalam mengikuti pelajaran.
Penulis mengajak kepada seluruh pembaca khususnya guru bahasa Jawa untuk bisa menerapkan upaya meningkatkan keterampilan menulis pengalaman melalui video Upin-Ipin Jawa, karena banyak manfaat yang dapat diambil terutama untuk meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran bahasa Jawa khususnya keterampilan menulis pengalaman pribadi. (*)
Guru SMP N 13 Semarang

Baca juga:   Project–Based Blended Learning Tumbuhkan Minat Menulis Greeting Card

Populer

Lainnya