Komunikasi Intim, Sukseskan Pendikel

spot_img

RADARSEMARANG.COM – KEBUTUHAN Komunikasi pada setiap individu merupakan kebutuhan yang sangat vital dalam kehidupannya. Komunikasi antara orang tua dan anak dapat dipandang sebagai suatu usaha untuk mengetahui, memantau serta mengarahkan perkembangan pada diri anak. Dalam hal ini, satu hal yang perlu diingat oleh para orang tua, bahwa masalah komunikasi adalah masalah kebiasaan, artinya komunikasi harus dipelihara terus menerus sejak dalam kandungan sampai dewasa.

Lunturnya komunikasi orang tua dengan anak sudah banyak terjadi di era globalisasi.  Globalisasi mempengaruhi hampir semua aspek yang ada dimasyarakat termasuk diantaranya budaya. Baik nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan atau psikologis yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan.

Namun, perkembangan globalisasi kebudayaan secara intensif terjadi pada awal ke-20 dengan berkembangnya teknologi komunikasi. Kontak melalui media menggantikan kontak fisik sebagai sarana utama komunikasi anak dengan orang tua.

Baca juga:   Meningkatkan Belajar Siswa Materi Berdirinya ASEAN dengan Bermain Peran

Keluarga merupakan pendidikan dini dalam pembentukan karakter  anak. Cara polah asuh dan kebiasaaan yang sering dilakukan akan tercermin dalam karakter anak itu sendiri. Keluarga atau orang tua memberikan pengalaman kepada anak-anak dalam bidang kehidupan, sehingga anak memiliki informasi yang banyak merupakan alat bagi anak untuk berfikir. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa menuju ambang dewasa. Anak merupakan pertumbuhan dan perkembangan yang menuju tugas-tugas perkembangan remaja. Sebagaimana dikemukakan Hurlock (dalam Asrori ,2003:13), adalah sebagai berikut berusaha mampu menerima keadaan fisiknya, berusaha mampu menerima dan memahami peran seks usia dewasa, berusaha mencapai kemandirian emosional, berusaha mencapai kemandirian ekonomi, berusaha memahami dan menginternalisasikan nilai-nilai orang dewasa dan orang tua, berusaha mempersiapkan diri untuk memasuki perkawinan, dan berusaha mampu membina hubungan baik dengan anggota kelompok yang berlainan jenis, serta berusaha memahami dan mempersiapkan berbagai tanggungjawab kehidupan keluarga

Dalam rangka membantu anak yang bermasalah dan agar mau untuk berkomunikasi dengan orang tua maka dituntut suatu pola asuh orang tua yang ideal dalam berkomunikasi terhadap anak yang bermasalah tersebut dan  mengetahui sebab-sebab yang melatar belakangi sikap dan tindakan anak tersebut. Dalam hal menangani masalah anak tersebut orang tua melakukan serangkaian dialog/pendekatan dengan anak. Interaksi/komunikasi yang baik, hangat, dan akrap agar timbul keinginan untuk mengeluarkan kesulitan-kesulitanyang ada pada diri anak.

Baca juga:   Ritual Daring Tingkatkan Pemahaman Materi Daur Hidup Hewan

Populer

Lainnya