Gerakan Siswa dan Pramuka Sapa dengan Metode Cek–Klik

spot_img

RADARSEMARANG.COM – TANGGAL 13 Januari 2018  ada 84 warga kelurahan Patapahan,  Kecamatan Lebuk Pakam, Kabupaten Deli Sumatera Utara juga keracunan saat makan mie rebus. (Surya Dharma,Minggu 14 Januari 2018).  Untuk mengatasi semua kejadian yang berhubungan dengan pencemaran dan keracunan tersebut  BPOM tidak sendiri, para siswa dan Pramuka Sapa (Sadar Pangan Aman) akan membantunya dengan metode Cek-Klik.

Sebenarnya perwujudan dan pemenuhan konsumsi pangan yang aman, bermutu dan bergizi sudah ada dalam Undang-undang tentang Pangan yaitu UU No.18 tahun 2012 yang berbunyi: “ Kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi”.

Oleh karena itu, selain menetapkan norma, standar, dan prosedur keamanan pangan, pemerintah pusat dan daerah harus menjemin penyelenggaraan/penerapan  sistem jaminan mutu dan keamanan pangan pada rantai pangan secara terpadu.

Usaha yang telah dilakukan pemerintah diantaranya pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas Sapa) oleh Puan Maharani bersama Kepala Badan POM RI, Penny K Lukito di Taman Mini Indonesia Indah pada tanggal 23 Nopember 2016. Germas Sapa merupakan gerakan bersama semua komunitas masyarakat dan jjejaring keamanan pangan nasional. Keberhasilan Germas Sapa tidak hanya didukung dari institusi, melainkan seluruh kualitas sumber daya manusia Indonesia, baik dari Kementrian dan Pemerintah Daerah, PKK, Bhayangkari, Dharma Pertiwi, Pramuka dan para siswa dari seluruh jenjang pendidikan.

Baca juga:   Belajar PKN Asyiik dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Perlu komitmen bersama dari seluruh komponen bangsa ini untuk berperan aktif meningkatkan keamanan pangan. Keamanan mulai dari proses produksi, peredaran hingga konsumsinya.

Masalah utama keamanan pangan tersebut meliputi: 1) penggunaan pengawet dan pemanis buatan yang melebiihi batas; 2) penggunaan bahan kimia yang dilarang pada pangan, seperti boraks, formalin, dan pewarna rhodamin B dan methanol yellow; 3) keracunan setelah mengkonsumsi pangan; 4) kurangnya kesadaran masyarakat akan kebersihan dalam memasak makanan.

Populer

Lainnya