Chemo Edutainment Dengan Sosiodrama

spot_img

RADARSEMARANG.COM – PEMBELAJARAN di abad 21 merupakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan berpedoman pada pendidikan 4C, yaitu communication, collaboration, critical thinking and problem solving, dan creativity and innovation. Agar dapat menjadi masyarakat abad 21, maka peserta didik perlu pembelajaran yang mendidik dengan mengaplikasikan metode pembelajaran konvensional yang kekinian atau mencari model pembelajaran yang modern. Motede pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan minat belajar peserta didik dalam mempelajari mata pelajaran kimia dan tujuan yang utama adalah dapat meningkatkan prestasi belajar kimianya.

Para pembaca tentu bertanya-tanya, apa itu chemo-edutainment? Dapatkah pembelajaran kimia diberikan dengan metode sosiodrama? Bagaimana caranya? Chemo-edutainment merupakan pembelajaran kimia yang menyenangkan, menarik dan inovatif dengan memberikan unsur-unsur pendidikan di dalam pembelajaran. Sedangkan sosiodrama adalah metode pembelajaran bermain peran untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan fenomena sosial dan dalam hal ini dikaitkan dengan permasalahan  pembelajaran pada mata pelajaran kimia. Adapun caranya adalah dengan membuat suatu skenario atau naskah dari materi pelajaran yang akan kita ajarkan. Sebagai contoh pembelajaran kimia materi Kimia Unsur yang banyak mengenalkan sifat-sifat unsur kepada peserta didik dan dalam materi kimia unsur siswa dituntut pemahaman dan hafalan karena dalam pokok bahasan tersebut hampir dapat dikatakan tidak ada perhitungannya.

Baca juga:   Hasil Pembelajaran Sistem EFI Meningkat melalui PBL

Kita ketahui kebanyakan peserta didik sangat menyukai tayangan atau tontonan film-film dari you tube, televisi, atau televisi streaming dengan tokoh-tokoh yang fenomenal. Alangkah baiknya jika kebiasaan peserta didik itu kita tuangkan dalam bentuk pembelajaran kimia yang menyenangkan. Caranya yaitu dengan mengadopsi dan mengadaptasi film-film ke dalam bentuk model pembelajaran kimia yaitu melalui sosiodrama. Selain model pembelajaran yang tidak seperti biasanya, peserta didik lebih tertantang untuk turut serta bermain peran dalam pembelajaran ini sehingga siswa lebih ingat tentang pembelajaran terutama sesuai yang diperankan.

Setiap peserta didik memiliki peran yang berbeda-beda sesuai dengan sifat-sifat unsur. Dari kegiatan ini peserta didik dapat mengambil kesimpulan atau mengambil intisari apa yang menjadi pokok pembicaraan atau tema cerita dalam sosiodrama tersebut. Dengan demikian peserta didik lebih mudah mempelajari dan mengambil pokok-pokok bahasan materi pelajaran yang disosiodramakan. Peserta didik akan lebih mudah mengingat materi kimia tersebut. Apalagi jika skenario dalam bermain peran dari siswa sendiri yang merancang maka akan masuk dalam memori siswa lebih lama, siswa akan menjadi lebih kreatif dan inovatif sehingga sesuai dengan pembelajarn abad 21 yang merupakan pembelajaran yang berpusat pada siswa  dengan berpedoman 4C.

Baca juga:   Peningkatan Karakter Religius Siswa melalui Hafalan Alquran

Adapun kelebihan pembelajaran menggunakan metode pembelajaran ini dikarenakan peserta didik mendesain atau membuat skenario sendiri sehingga peserta didik menjadi terfokus dalam pembelajaran dan mudah mengingat materi pelajaran yang diberikan. Sedangkan kekurangan dari pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran ini yaitu dibutuhkan waktu yang relatif lama, persiapan yang matang dalam pembuatan skenario pembelajaran dan  kemampuan menghafal skrip harus betul-betul kuat dan tiidak semua materi dalam pembelajaran kimia dapat dipraktekkan terutama materi yang banyak hitungannya. (as3/bas)

Guru SMA Negeri 1 Donorojo, Jepara

Populer

Lainnya