Parenting dalam Satuan Pendidikan

spot_img

RADARSEMARANG.COM РKELUARGA sebagai lingkungan pertama, karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapatkan pendidikan. Tugas utama dari keluarga bagi pendidikan  anak adalah peletak dasar akhlak dan pandangan bagi pendidikan hidup keagamaan.  Begitu besarnya peran keluarga, masyarakat dan satuan pendidikan, maka kemitraan yang efektif diantara ketiganya menjadi sangat penting untuk membangun iklim yang kondusif bagi teraktualisasikannya pendidikan anak secara optimal.

Parenting sebagai upaya pendidikan yang dilaksanakan oleh keluarga dengan memanfaatkan sumber-sumber yang tersedia dari linghkungan keluarga dan lingkungan yang berbentuk kegiatan secara mandiri.  Penyelenggaraan pendidikan keluarga adalah program yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan dengan sasaran, anak remaja (siswa), dan orang tua umtuk meningkatkan kapasitas pendidikan keluarga dan pendidikan karakter yang berkualitas dan berkesinambungan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membentuk Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga dibawah Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD dan Dikmas) dengan tujuan untuk memperkuat kemitraan antara orang tua, satuan pendidikan dan masyarakat (tri pusat pendidikan) dalam membangun ekosistem pendidikan yang mampu menumbuhkan karakter dan budaya berprestasi peserta didik serta mencegah tindakan kekerasan.

Baca juga:   Konsep Ekosistem dalam Jelajah Alam Sekitar

Oleh karena itu, melalui program parenting sebagai wadah komunikasi antara orang tua, disamping untuk memberikan sosialisasi terhadap program-program yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan. Secara umum tujuan program parenting adalah mengajak para orang tua untuk bersama-sama memberikan terbaik buat anak-anak mereka.

Mempertemukan kepentingan dan keinginan antara pihak keluarga dan pihak sekolah guna mensinkronkan keduanya sehingga pendidikan karakter yang dikembangkan di sekolah dapat ditindaklanjuti dilingkungan keluarga.

Tahapan pembentukan program parenting antara lain: Pertama, lakukan identifikasi kebutuhan orang tua dan di tuangkan dalam kurikulum sekolah. Kedua, membentuk kepanitiaan parenting yang melibatkan komite sekolah. Ketiga, pembagian kerja. Keempat, menyusun program. Setelah itu langkah selanjutnya adalah menyusun jadwal kegiatan, parenting dilanjutkan dengan mengidentifikasi mitra pendukung dan diakhiri dengan evaluasi agar terhindar dari kesalahan dan mengetahui kelemahan-kelemahan yang ada.

Beberapa program parenting antara lain Parents Gathering, yaitu pertemuan orang tua dengan pihak sekolah guna membicarakan program-program sekolah. Foundation class bersama anak dan orang tua dalam rangka orientasi kegiatan sekolah. Seminar parenting dan kelas inspirasi, beberapa orang tua berbagi pengalaman dengan orang tua yang lain.

Baca juga:   Belajar Penggunaan Mikroskop dengan Aplikasi Whatsapp

Dengan program parenting ini akan terjadi keselarasan dan keterikatan kerja sama yang saling mendukung dan saling menguatkan. (*/aro)

Guru SMA Negeri 2 Demak

Populer

Lainnya