Memformat Kebosanan Pembelajaran IPS

spot_img

RADARSEMARANG.COM – SAAT kita tanya pada anak-anak untuk menyebutkan pelajaran paling disukai, maka jawaban mereka bervariasi. Ada yang menjawab Seni Budaya, ada yang menjawab Olah Raga. Kemudian kita tanya lagi pelajaran yang tidak disukai, maka jawaban mereka hampir sama yaitu matematika. Dan saat kita tanya lagi  pelajaran yang paling membosankan maka jawaban mereka kompak yaitu  pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Sebenarnya pertanyaan retorika itu tidak perlu dijawabpun saya sudah bisa menebak jawabannya. Namun sengaja saya lakukan untuk mengecek memori mereka tentang pandangannya terhadap pelajaran IPS. Penulis juga ingin meyakinkan siswa bahwa jawaban tersebut salah, paradigma itu bisa diganti, mindset mereka bisa diubah menjadi pelajaran IPS itu menyenangkan dan mengasyikkan.

Mungkin pelajaran IPS dinilai sangat membosankan karena materi pelajaran tidak hanya satu, tetapi empat pelajaran. Empat pelajaran itu meliputi pelajaran Geografi, Sosiologi, Sejarah dan Ekonomi. Banyaknya pelajaran dan luasnya cakupan materi tersebut yang membuat siswa banyak yang bosan.

Disamping tuntutan kurikulum, juga karena  pelajaran IPS lebih banyak unsur membacanya, sedangkan  saat ini ba nyak siswa yang tidak suka membaca. Apalagi kalau sudah masuk pelajaran sejarah, banyak siswa yang akhirnya malah tertidur atau ngobrol dengan temannya. Kata  membosankan mungkin juga karena banyak guru IPS yang tidak muda lagi sehingga tidak begitu menarik perhatian anak, atau cara mengajarnyapun kurang variatif, ditambah kurang menguasai teknologi, alias gaptek.

Baca juga:   Menentukan Nilai Ekstrim Berbasis Lumer

Paradigma seperti di atas, menjadi tantangan tersendiri bagi guru-guru IPS. Bagaimana guru IPS bisa menghilangkan atau mengubah mindset siswa-siswanya, sehingga pelajaran IPS menjadi pelajaran yang ditunggu-tunggu oleh mereka. Sebenarnya banyak  cara yang bisa digunakan oleh guru IPS agar pelajarannya menyenangkan.

Salah satunya adalah mengubah penampilan kita. Penampilan Guru menjadi faktor penentu agar anak memperhatikan kita. Apakah kita perlu ke salon dulu untuk lebih cantik?? atau kita perlu diet dulu agar kelihatan langsing?, atau kita harus operasi plastik agar kita bisa menarik? Bukan, penampilan tidak melulu bentuk fisik kita, tapi cara bicara kita saat menerangkan, cara kita menyapa siswa dst, saat kita menjawab pertanyaan dari siswa.

Populer

Lainnya