Joyfull Learning dengan Senimatika

spot_img

PAGI itu, Dina marah-marah tidak seperti hari biasa yang ceria. Ibunya yang dengan sabar melayani si anak dibuat kebingungan karena tidak tahu masalahnya. Dengan sabar dia dekati Dina dan bicara dengan perlahan apa yang membuat murung wajah sang anak. Dari obrolan ibu dan anak terungkap bahwa hari ini Dina akan mendapatkan pelajaran yang paling tidak disukai, yakni matematika. Pelajaran yang membuat tensi emosinya akan naik karena merasa kesulitan untuk memahami materi matematika.

Kondisi Dina bisa jadi dihadapi oleh banyak siswa di sekolah. Akhir 2016, organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) melaksanakan penilaian tiga tahunan atas budaya literasi 72 negara melalui Program for International Students Assessment (PISA). Berdasarkan data, rata-rata nilai matematika negara OECD adalah 490, sementara Indonesia baru mencapai skor 386. Ini berarti masih di bawah rata-rata.

Matematika adalah ilmu seni kreatif. Karena itu, matematika harus dipelajari dan diajarkan sebagai ilmu seni (Dienes, 1988). Namun berbagai keluhan tentang kesulitan belajar matematika masih banyak ditemui. Kenyataan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik menganggap bidang studi matematika sangat sulit. Peserta didik merasakan matematika sulit, karena dari awal sudah tidak menyukai pelajaran matematika, atau bisa juga karena cara mengajar guru kurang mengena di hati para siswa, sehingga tujuan pembelajaran tidak tercapai. Peserta didik sudah memiliki negative image terhadap pelajaran matematika. Maka perlu proses untuk mengubah image atau citra positif dari mata pelajaran ini.

Baca juga:   Pendidikan Hanya Berorientasi Pasar

Menurut penelitian (Kurnia Illahi, 2012) bahwa peserta didik SMA merasa kesulitan dalam menghapal materi pelajaran. Namun di sisi lain peserta didik sangat mudah menghapal lirik lagu. Bahkan lagu Korea yang bukan bahasanya, peserta didik cepat hapal. Maka alternatif pembelajaran matematika dalam hal menghapal rumus bisa melalui lagu. Di sini unsur seni masuk dalam pembelajaran matematika, penulis menyebut senimatika. Senimatika bisa menumbuhkan suasana belajar yang menyenangkan atau disebut joyfull learning.

Musik dapat menjadi sarana yang baik untuk membantu peserta didik dalam belajar sesuatu. Ada beberapa alternatif kegiatan untuk model pembelajaran seperti ini, yakni relaksasi, atensi, memori, retensi, kognisi, motivasi dan komunikasi.

Populer

Lainnya