Jadikan Bung Karno Brand Warungnya

spot_img

RADARSEMARANG.ID – MEREKAT rangkaian memori dari tiap pelanggannya. Begitulah cara Ma Eha mengelola warung nasi miliknya. Kekuatan kenangan pula yang membuat warung nasi sederhana di tengah-tengah Pasar Cihapit, Kota Bandung, Jawa Barat, itu bertahan.

Sejarawan Universitas Padjadjaran Fadly Rahman menyebut Ma Eha sebagai sosok yang piawai merawat memori.

Lebih dari itu, dia pun pandai merawat tiap keping memori tersebut sehingga para pelanggan selalu rindu datang lagi ke Warung Nasi Bu Eha yang dikelolanya. ”Itu adalah kemampuan merawat memori,” kata penulis buku Jejak Rasa Nusantara tersebut kepada Jawa Pos pada awal Maret.

Tiap kali ada pelanggan yang datang, Ma Eha menyajikan makanan favoritnya sambil menemaninya berbincang. Tiba-tiba saja warung nasi itu seperti terlempar ke masa lalu. Masa-masa ketika Ma Eha dan si pelanggan masih lebih sering bertemu pada jam-jam makan.

Ma Eha memang kemudian menjadi alasan tersendiri bagi para pelanggan untuk kembali ke warung tersebut. Sapaan hangat dan interaksi yang diciptakan Ma Eha lewat perjalanan dari meja ke meja, kursi ke kursi, di dalam warung itu, menggarisbawahi kembali kenangan antara si pelanggan dan dirinya.

Baca juga:   Bu Eha, Bandung, Warung Langganan Presiden Soekarno (1)

Bagaimana dengan pelanggan baru? Ma Eha akan tetap mendatangi dan mengajak bicara. Istilahnya, menciptakan kenangan. Dalam pertemuan pertama, Ma Eha tidak akan pelit berbagi tentang sejarah warungnya. Ya pasti tentang Bung Karno juga. Sebab, presiden pertama RI itu adalah pelanggan tetap. Sampai sekarang, foto Sang Proklamator masih melekat pada salah satu dinding warung.

Bung Karno memang belum pernah datang langsung ke Warung Nasi Bu Eha. Tapi, dia adalah fans masakan Sunda yang menjadi kekuatan warung tersebut. ”Memang yang dimunculkan oleh Ma Eha itu merupakan satu bentuk pencitraan,” imbuh Fadly.

Kepada para pelanggan warung, Ma Eha mem-branding warungnya agar identik dengan Bung Karno. Menurut Fadly, di situ letak kehebatan Ma Eha. Dia mampu mengelola warung nasi sederhana, yang menghidangkan makanan Sunda pada umumnya, menjadi warung yang luar biasa. ”Melegenda di Cihapit,” ucapnya. (syn/c9/hep)

Author

Populer

Lainnya