Asyiknya Belajar Matematika melalui Google Meet

Oleh: Nurtriasih, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dengan adanya penyebaran virus corona atau Covid-19, maka pemerintah mengeluarkan kebijakan sekolah harus menghentikan aktivitas proses pembelajaran secara tatap muka dan diganti pelaksanaannya secara daring dari rumah. Pembelajaran merupakan kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik bersama pendidik untuk membantu peserta didik dalam melakukan perubahan menuju yang lebih baik.

Menurut Syaiful Sagala (61: 2009) pembelajaran adalah membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar yang merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan.

Dalam pelaksanaan pembelajaran secara daring di SD Negeri 2 Bobotsari tempat penulis bekerja, pada mata pelajaran Matematika ditemukan banyak siswa yang mengalami kendala. Antara lain : kesulitan dalam memahami materi, kegiatan pembelajaran dirasa kurang menarik, tidak dapat bertatap muka dengan teman dan guru, dan cenderung, membosankan.

Padahal materi pembelajaran Matematika seharusnya mampu memberikan pemahaman kepada siswa agar proses pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan, membuat siswa memiliki kualitas dalam menghadapi perkembangan zaman, sehingga mampu mengembangkan keterampilannya dalam berbagai kegiatan pembelajaran. Pembelajaran daring lebih aktif, efektif, dan bersifat memudahkan siswa dalam belajar dimana saja dan kapan saja. Media aplikasi pembelajaran daring yang dapat menunjang pembelajaran tersebut adalah Google Meet.

Google Meet adalah aplikasi video conference gratis yang dapat digunakan melalui browser dan aplikasi smartphone. Dengan google meet proses pembelajaran dapat dilakukan melalui video conference yang tidak hanya berinteraksi secara audio tetapi juga dapat bertatap muka meskipun tidak secara langsung.

Baca juga:   Ketika Prokes Menjadi Syarat Mutlak PTM

Google Meet memungkinkan pengguna untuk melakukan panggilan video dengan 40 pengguna lainnya per pertemuan dan juga menyediakan banyak fitur yang dapat mendukung pelaksanaan pembelajaran secara daring. Guru dapat memaparkan materi pembelajaran, membangun kelas yang aktif, kreatif dengan banyak berinteraksi dan berdiskusi dengan siswa maupun antar siswa.

Langkah-langkah menggunakan google meet adalah sebagai berikut : 1) Download Google Meet di play store untuk Android atau App Store untuk iPhone, 2) Buka aplikasi Google Meet, 3) Login ke akun Google dan cek kembali alamat email dan password sudah benar atau tidak, 4) Izinkan penggunaan kamera dan mikrofon, untuk memperlancar dalam menggunakan Google Meet, 5) Pilih New Meeting atau rapat baru untuk memulai video conference baru di sisi kiri atas, 6) Masukkan kode atau Link Meeting untuk bergabung ke video conference yang sudah ada dengan memasukkan kode atau link meeting pada kolom yang tersedia, 7) Klik Join atau minta bergabung untuk mulai bergabung setelah disetujui oleh penyelenggara video conference. Teknis penggunaan media ini sangat mudah sehingga tidak akan mengalami kesulitan saat digunakan.

Baca juga:   Siswa SMK Bisa Punya Penghasilan dengan Belajar Bisnis Online

Kelebihan penggunaan media pembelajaran dalam bentuk google meet antara lain mampu memenuhi kriteria tujuan dan isi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, mulai dari hemat waktu pembelajaran dan mudah digunakan oleh siswa, menyajikan sistem pembelajaran yang bisa dilaksanakan dengan jarak jauh, dimanapun, dan kapanpun serta dapat menarik perhatian siswa terhadap materi pembelajaran yang akan membuat proses pembelajaran menjadi lebih aktif (Amrita & Kuswanto, 2019, Baharuddin., 2017, Putra, 2017).

Saat guru menggunakan aplikasi Google Meet untuk melakukan pembelajaran online, guru dapat : 1) melihat dan menentukan tingkat persiapan dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran, 2) mengawasi setiap pergerakan atau kegiatan yang dilakukan siswa melalui bantuan kamera, 3) memberikan materi dengan lebih fleksibel melalui dukungan multimedia, 4) berbagi video/gambar dengan melihat layar di aplikasi Google Meet, 5) mengirim pesan teks. Didalam aplikasi ini, ada juga proses diskusi, tanya jawab antara guru dan siswa, dan antara siswa dengan siswa lainnya. (pb1/ton)

Guru SD Negeri 2 Bobotsari, Koorwilcam Dindikbud Bobotsari, Kabupaten Purbalingga

Author

Populer

Lainnya