Menyimpulkan Makna Teks Puisi dengan Game Wheel of Fortune

Oleh: Muhamat Sulkan,S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, HAMPIR dua tahun peserta didik sering dipaksa untuk belajar dari rumah akibat pandemi yang berkepanjangan. Imbasnya mereka justru lebih akrab dengan dunia game daripada pelajaran sekolah. Ketika simulasi pembelajaran mulai diterapkan, pendidik mengalami masalah rendahnya minat belajar peserta didiknya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pendidik harus mampu beradaptasi dengan dunia peserta didik yang sudah terlanjur akrab bahkan ketagihan dunia game. Dalam hal ini pendidik dapat menerapkan model pembelajaran game di kelas.

Salah satu game yang dapat diterapkan pendidik dalam pembelajaran adalah model Wheel of Fortune. Dengan model ini diharapkan peserta didik lebih aktif dan senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas. Rahman, dkk. (2013: 2-3) mengemukakan bahwa Wheel of Fortune atau roda keberuntungan merupakan teknik pembelajaran yang dalam penggunaannya melibatkan seluruh siswa sehingga dapat membuat siswa lebih aktif, interaktif, proses pembelajaran menjadi lebih optimal serta menyenangkan. Jika guru kesulitan membuat media roda keberuntungan dapat digantikan dengan bola mainan yang diberi nomor.

Adapun sintaks model pembelajaran tersebut dalam materi Menyimpulkan Makna Teks Puisi adalah sebagai berikut. Pada kegiatan pembuka, pendidik mengawali dengan kegiatan apersepsi. Pendidik dan peserta didik bertanya jawab tentang game roda keberuntungan yang pernah dilakukan. Pendidik mengaitkan materi pembelajaran yang akan disampaikan dengan materi pembelajaran sebelumnya. Pendidik juga meyampaikan manfaat materi yang dipelajari dalam kehidupan nyata. Berikutnya menjelaskan tujuan pembelajaran yang harus dicapai oleh peserta didik. Kemudian menjelaskan teknis permainan dalam pembelajaran.

Baca juga:   Metode Sisir, Cara Mudah dan Praktis Siswa Belajar KPK dan FPB

Pada kegiatan inti, pertama pendidik membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari empat sampai lima orang. Kedua, pada permainan putaran pertama pendidik meminta setiap perwakilan kelompok secara bergantian untuk mengambil bola bernomor dan melemparkannya kepada kelompok lain. Ketiga, memberikan kartu bernomor berisi pertanyaan tentang tema, suasana, makna kata-kata simbol, dan rima.

Kartu yang sesuai dengan nomor bola diberikan kepada kelompok yang mendapatkan lemparan bola. Keempat, peserta didik berdiskusi dalam kelompoknya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di kartu. Kelima, peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas. Keenam, pada putaran kedua pendidik meminta lagi setiap perwakilan kelompok secara bergantian untuk mengambil bola bernomor dan melemparkannya kepada kelompok lain. Ketujuh, memberikan kartu bernomor berisi pertanyaan tentang parafrasa puisi.

Kedelapan peserta didik berdiskusi dalam kelompoknya untuk membuat parafrasa puisi. Kesembilan, peserta didik memajang hasil parafrasa puisi di depan kelas. Kesepuluh, peserta didik secara bergantian membaca hasil parafrasa/pemaknaan teks puisi yang dilakukan kelompok lain. Kesebelas, pendidik mengklarifikasi dengan menayangkan contoh parafrafe yang benar.

Baca juga:   Menulis Puisi Lebih Mudah dengan Lirik Lagu

Pada kegiatan penutup, pendidik memberikan penguatan berupa pujian atau hadiah atas hasil presentasi yang bagus. Terakhir pendidik memancing peserta didik untuk membuat simpulan makna teks puisi dan merefleksi kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan.

Hasil yang dapat diperoleh dari penerapan pembelajaran Bahasa Indonesia materi Menyimpulkan Makna Teks Puisi melalui model Wheel of Fortune yang diterapkan pada peserta didik kelas VIII MTs Sholihiyyah Kalitengah Mranggen Demak adalah peserta didik lebih aktif dan senang sehingga pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran yang disampaikan lebih meningkat. (rs2/zal)

Guru MTs Sholihiyyah, Demak

Author

Populer

Lainnya