Problem Based Learning Tingkatkan Minat dan Semangat Belajar PPKn

Oleh : Arif Rakhmat, S.Pd, M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warganegara yang memahami dan mampu melaksanakan hak-hak dan kewajibannya untuk menjadi warga negara yang baik, yang cerdas, terampil, dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945.

Berdasarkan hasil pengamatan dan pengalaman selama ini, siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar-mengajar. Anak cenderung tidak begitu tertarik dengan pelajaran PPKn karena selama ini dianggap yang hanya mementingkan hafalan semata, kurang menekankan aspek penalaran sehingga menyebabkan rendahnya minat dan semangat belajar pada diri siswa.
Dari permasalahan tersebut, perlu dicari strategi baru dalam pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif.

Strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa dan penciptaan suasana yang menyenangkan sangat diperlukan untuk meningkatkan semangat belajar siswa dalam mata pelajaran PPKn. Dalam hal ini diterapkanlah model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) pada kelas XII SMA, materi KD 3.1 Menganalisis nilai-nilai Pancasila terkait dengan kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pembelajaran berbasis masalah adalah suatu proses belajar mengajar di dalam kelas dimana siswa terlebih dahulu diminta mengobservasi suatu fenomena. Kemudian siswa diminta untuk mencatat permasalahan-permasalahan yang muncul. Tugas guru adalah merangsang untuk berfikir kritis dalam memecahkan masalah yang ada, mengarahkan siswa untuk bertanya, membuktikan asumsi, dan mendengarkan persfektif yang berbeda diantara mereka.

Baca juga:   Menelaah Teks Drama melalui TSTS ke Pemancingan dan Resto

Menurut Duch, Allen dan White dalam Hamruni (2012), model problem based learning menyediakan kondisi untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan analisis serta memecahkan masalah kompleks dalam kehidupan nyata sehingga akan menimbulkan budaya berpikir pada diri peserta didik. Proses pembelajaran problem based learning menuntut siswa untuk berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran yang tidak hanya berpusat pada guru, dengan begitu dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi pelajaran yang disampaikan.

Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) mempunyai tahap-tahap atau langkah-langkah. Adapun tahap-tahap PBL yang harus dilakukan menurut Wulandari (2013:4) yaitu pertama, siswa diperkenalkan dengan permasalahannya. Kedua, siswa diorganisasikan untuk meneliti. Ketiga, kerja mandiri atau kelompok melakukan investigasi. Keempat, siswa mengembangkan dan mempresentasikan hasil, serta Kelima, mengevaluasi proses masalah.

Kelebihan dari PBL menurut Wulandari (2013:5) yaitu memahami isi pelajaran merupakan permasalahan yang baik. Kemampuan siswa tertantang dalam proses pemecahan masalah, meningkatkan aktivitas pembelajaran, membantu proses transfer siswa untuk memahami masalah dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan siswa berkembang, siswa memahami hakikat belajar dengan cara berpikir bukan sekadar pembelajaran oleh guru berdasarkan buku teks. Memberikan kondisi belajar yang menyenangkan, dapat menerapkan dalam dunia nyata, dan merangsang siswa untuk belajar kontinyu.

Baca juga:   Penilaian Autentik untuk Pembelajaran Fisika

Adapun kelemahan PBL yaitu apabila siswa gagal atau minat yang rendah maka siswa takut mencoba lagi, membutuhkan waktu yang cukup untuk persiapan PBL. Kadang siswa kurang termotivasi untuk belajar karena kurangnya pemahaman masalah yang dipecahkan.

Dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) dapat dijadikan alternatif dalam proses pembelajaran agar proses belajar mengajar lebih menarik serta siswa dapat lebih aktif dan berpikir kreatif dalam memecahkan permasalahan.

Hal ini salah satunya diterapkan pada mata pelajaran PPKn kelas XII KD 3.1 Menganalisis nilai-nilai Pancasila terkait dengan kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Terbukti dapat meningkatkan minat dan semangat belajar siswa serta ditandai dengan dicapainya nilai rata-rata di atas KKM. (p8/lis)

Guru SMA Negeri 8 Purworejo

Author

Populer

Lainnya