Mengenal Struktur, Fungsi dan Bioproses Mitokondria

Oleh Hadi Yudo P, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Mitokondria (bahasa Inggris : mitochondrion, jamak mitochondria) adalah organel dengan membran ganda yang ditemukan pada sebagian besar organisme eukariotik. Struktur dan Fungsi mitokondria menjadi salah satu materi pelajaran biologi di sekolah menengah tingkat atas (SMA) di kelas XI MIPA dan IPS Kompetensi dasar 3.1 yang memilih materi pelajaran biologi lintas minat.

Bagian yang terdapat dalam sel tubuh ini memang memiliki aneka fungsi yang sangat penting untuk menjaga kita tetap hidup. Berikut uraian tentang mitokondria yang meliputi struktur mitokondria, bioproses mitikondria, dan siklus hidup mitokondria (Irnaningtyas, 2015).

1) Struktur Mitokondria. Mitokondria dikenal sebagai pusat tenaga sel. Mitokondria banyak terdapat pada sel yang memilki aktivitas metabolisme tinggi dan memerlukan banyak ATP dalam jumlah banyak, misalnya sel otot jantung. Mitokondria berbentuk elips dengan diameter 0,5 µm dan panjang 0,5 – 1,0 µm. Mitokondria adalah organel yang sangat kecil. Anda mungkin menemukan sel dengan beberapa ribu mitokondria.

Jumlahnya tergantung pada apa yang sel perlu dilakukan. Jika tujuan dari sel adalah untuk mengirimkan impuls saraf, akan ada lebih sedikit daripada di mitokondria sel otot yang membutuhkan banyak energi. Struktur mitokondria terdiri dari empat bagian utama, yaitu membran luar, membran dalam, ruang antar membran, dan matriks yang terletak di bagian dalam membran.

Baca juga:   Pembelajaran Sistem Gerak dengan Picture and Picture melalui Media Whatsapp

2) Bioproses Mitokondria. Peran utama mitokondria adalah sebagai pabrik energi sel yang menghasilkan energi dalam bentuk ATP. Makanan yang kita makan dipecah menjadi molekul sederhana seperti karbohidrat, lemak, dll. dalam tubuh kita. Metabolisme karbohidrat akan berakhir di mitokondria ketika piruvat di transpor dan dioksidasi oleh O2 menjadi CO2 dan air.

Seluruh proses ini dikenal sebagai fosforilasi oksidatif. Energi yang dihasilkan sangat efisien yaitu sekitar tiga puluh molekul ATP yang diproduksi untuk setiap molekul glukosa yang dioksidasi, sedangkan dalam proses glikolisis hanya dihasilkan dua molekul ATP. Proses pembentukan energi atau dikenal sebagai fosforilasi oksidatif terdiri atas lima tahapan reaksi enzimatis yang melibatkan kompleks enzim yang terdapat pada membran bagian dalam mitokondria.

Mitokondria dalam sel-sel hati memiliki enzim yang mendetoksifikasi amonia. Proses pembentukan ATP melibatkan proses transpor elektron dengan bantuan empat kompleks enzim, yang terdiri dari kompleks I (NADH dehidrogenase), kompleks II (suksinat dehidrogenase), kompleks III (koenzim Q – sitokrom C reduktase), kompleks IV (sitokrom oksidase), dan juga dengan bantuan FoF1 ATP Sintase dan Adenine Nucleotide Translocator (ANT). Selain itu, mitokondria juga membantu dalam membangun bagian-bagian tertentu dari darah, dan hormon seperti testosteron dan estrogen.

Baca juga:   Tingkatkan Motivasi Belajar Munakahat Siswa melalui Video Akad Nikah

3. Siklus Hidup Mitokondria. Mitokondria dapat melakukan replikasi secara mandiri (self replicating) seperti sel bakteri. Replikasi terjadi apabila mitokondria ini menjadi terlalu besar sehingga melakukan pemecahan (fission). Pada awalnya sebelum mitokondria bereplikasi, terlebih dahulu dilakukan replikasi DNA mitokondria.

Proses ini dimulai dari pembelahan pada bagian dalam yang kemudian diikuti pembelahan pada bagian luar. Proses ini melibatkan pengkerutan bagian dalam dan kemudian bagian luar membran seperti ada yang menjepit mitokondria. Kemudian akan terjadi pemisahan dua bagian mitokondria (Cambell, Jane B Reece edisi:8 2012). (nov1/ton)

Guru Biologi SMAN 1 Bojong Kab. Tegal

Author

Populer

Lainnya