Belajar Volume Gabungan Bangun Ruang dengan Media Pembelajaran

Oleh: Rodiyati,S.Pd.SD.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PADA materi pelajaran Matematika di kelas VI SD, ada materi menghitung volume gabungan bangun ruang . Pada materi ini biasanya peserta didik mengalami kesulitan dalam memahaminya.

Untuk mengatasi hal ini, maka diperlukan alat peraga yang tepat agar peserta didik tidak kesulitan dalam memahami operasi hitung ini.Anak akan lebih memahami materi pelajaran bila menggunakan alat peraga dibanding dengan hanya menggunakan gambar. Alat peraga yang dimaksud adalah bangun ruang tiruan (balok,kubus,kerucut,bola dan sebagainya).

Media Pembelajaran menurut Rayandra Asyar(2012) adalah segala sesuatu yang dapat menyampaikan atau menyalurkan pesan dari sumber secara terencana, sehingga terjadi lingkungan belajar yang kondusif di mana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif.

Sedangkan Syaful Bahri Djamarah dan Azwan Zain(2010) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan agar tercapai tujuan pembelajaran.

Sementara Munadi (2008) mendefinisikan media pembelajaran sebagai segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efisien dan efektif.

Baca juga:   Tingkatkan Pemahaman Bangun Ruang melalui Pembelajaran Kontekstual

Dalam kaitan ini, media bangun ruang tiruan sebagai media pembelajaran menurut penulis sangat tepat untuk membantu memahamkan peserta didik dalam memahami materi menghitung volume gabungan bangun ruang.

Dalam mengajarkan materi tentang menghitung volume gabungan bangun ruang dikelas VI SD Negeri 1 Banjarkerta ,Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga,penulis menggunakan media pembelajaran bangun ruang tiruan yang dibuat oleh siswa sendiri. Hal ini bertujuan untuk menghargai hasil karya sisiwa walaupun ada media batuan dari pemerintah yang serupa.

Proses pembelajaran sebagai berikut pertama dimulai dengan pengenalan dan dilanjutkan dengan pemberian tugas individu. Kedua,proses belajar mengajar diawali dengan refleksi,meringkas pelajaran, dan membuat kesimpulan. Dalam kegiatan inti masing-masing anak akan mendapat LKPD(Lembar Kerja Peserta Didik) yang terdiri dari beberapa bangun ruang yang sudah ada tulisan ukurannya yang nantinya siswa menghitung volume bangun tersebut.

Ketiga,guru memberikan petunjuk cara menghitung volume dari gabungan bangun ruang tersebut dengan cara gabungan bangun ruang tersebut yang semula dua bangun ruang diletakan secara ditumpuk maksudnya yang satu di atas dan yang satu di bawah. Selanjutnya penulis menunjukan bangun ruang secara terpisah.Siswa diminta untuk menghitung bangun tersebut selanjutnya siswa menghitung bangun ruang yang berikutnya lagi.Setelah itu baru dijumlah antara bangun ruang yang satu dengan yang lain.

Baca juga:   Penggunaan Youtube dalam Pembelajaran Jarak Jauh untuk Menghasilkan Produk Kreatif

Gabungan bangun ruang dimulai dengan gabungan bangun ruang yang sejenis. Contohnya Balok dengan Kubus selanjutnya gabungan bangun ruang yang tidak sejenis contohnya balok dengan kerucut atau kubus dengan bola. Jika dua bangun ruang siswa sudah dapat menghitung selanjutnya boleh tiga bangun ruang sekaligus dan seterusnya.

Dari pengalaman penulis penggunaan media pembelajaran berupa bangun ruang tiruan hasil karya siswa lebih dapat meningkatkan pemahaman siswa dibanding dengan penggunaan media pembelajaran berupa gambar.Selain itu anak juga merasa senang karena hasil karyanya tidak sekedar untuk pajangan semata. (pb1/zal)

Guru SDN 1 Banjarkerta, Purbalingga

Author

Populer

Lainnya