Pemanfaatan Botol Plastik untuk Pembuatan Alat Praktikum Sederhana Percobaan Ingenhouzs dalam PJJ

Oleh : Mulyadi, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran jarak jauh (PJJ) dalam masa pandemi yang masih berlangsung sampai akhir 2021. Akibatnya rencana pembelajaran yang disusun guru berubah. Baik metode maupun strategi yang sudah direncanakan pada pembelajaran tatap muka/luring.

Hampir 2 tahun pelaksanaan pembelajaran daring memberikan keterbatasan peserta didik melaksanakan praktikum pada pelajaran ilmu pengetahuan alam (IPA). Sebagian besar alat praktikum hanya tersedia di laboratorium. Sedangkan PPKM membatasi siswa dalam jumlah banyak melaksanakan PBM di kelas/laboratorium.

Pembelajaran biologi pada kompetensi dasar metabolisme sel merupakan materi yang cukup abstrak sedangkan pemahaman materi ini akan lebih mudah dengan didukung metode praktikum.

Ada beberapa alasan yang dikemukakan para pakar pendidikan IPA mengenai pentingnya kegiatan praktikum (Woolnough & Allsop, 1985: 5-8). Pertama, praktikum membangkitkan motivasi belajar IPA. Kedua, mengembangkan keterampilan-keterampilan dasar melaksanakan eksperimen.

Ketiga, menjadi wahana belajar pendekatan ilmiah. Keempat, menunjang pemahaman materi pelajaran. Dengan demikian praktikum menjadi metode yang tetap perlu dilaksanakan walaupun dalam masa pandemi.

Pada masa pandemi, praktikum untuk penguatan pemahaman materi masih dapat dilaksanakan dengan pemanfaatan bahan atau barang bekas di lingkungan rumah peserta didik. Dalam konsep belajar, keyakinan akan kontribusi praktikum bagi pemahaman materi pelajaran diungkapkan dengan semboyan: I hear and I forget, I see and remember, I do and I understand.

Persiapan pembuatan alat praktikum sederhana untuk mendukung praktikum KD metabolisme sel materi fotosintesis secara mandiri oleh peserta didik yaitu memanfaatkan 2-3 bahan botol plastik yang dirangkai menjadi satu kesatuan dan diisi objek tanaman Hydrilla dan air secara rapat.

Bahan sampah plastik yang dapat digunakan adalah botol accu sir dan sampah plastik botol minuman berukuran lebih kecil. Sampah botol plastik accu sir dapat digunakan karena memiliki tutup botol yang keras dan tutupnya meruncing ataupun dapat digantikan dengan sampah plastik botol minuman lain dengan volume 600 ml. Untuk menghubungkan sampah plastik botol minuman yang berukuran lebih kecil diperlukan selang plastik dengan ukuran yang sesuai.

Baca juga:   Memodifikasi Metode Audio Lingual dalam Pembelajaran Daring

Sehngga 3 bahan berupa sampah plastik botol accu sir, selang plastik dan sampah botol minuman dapat terangkai dalam posisi tegak dan air dalam rangkaian tidak ada yang merembes atau bocor. Semua bahan disiapkan untuk 3 set rangkaian alat praktikum sederhana.

Untuk menutup botol accu sir diperlukan selotip kran sebagai pelapis grat tutup botol accu sir sehingga air tidak ada yang bocor atau merembes. Setelah rangkaian alat praktikum sederhana diuji coba dan tidak ada rembesan air yang keluar, alat tersebut siap digunakan.

Untuk memulai percobaan ingenhouzs/fotosintesis peserta didik menyiapkan objek tumbuhan Hydrilla verticillata dari lingkungan sawah/sungai di sekitar tempat tinggalnya. Tanaman Hydrilla verticillata dimasukkan ke dalam botol accu sir dalam jumlah 3-5 batang.

Sebaiknya memasukkan tanaman ini setelah botol berisi air dan dalam posisi mendatar di dalam ember besar yang penuh air, supaya Hydrilla mudah didorong masuk ke dalam botol secara merata.

Proses merangkai botol kecil di bagian atas juga dilakukan di dalam ember besar, botol kecil diisi air terlebih dahulu sampai penuh tanpa ada rongga udara dan baru dihubungkan dengan botol accu sir dengan selang plastik yang sudah dirangkai dengan botol kecil.

Untuk percobaan dengan sumber energi cahaya matahari, peserta didik dapat menempatkan ketiga botol dalam kotak kayu yang didesain ada ruangan depan dan belakang. Dengan sekat berupa papan kayu tipis ataupun triplek tempat meletakkan rangkaian alat praktikum/botol sehingga dapat berdiri tegak.

Baca juga:   Kampanye Anti-HIV/ AIDS dengan Pembuatan Bookmark

Sedangkan bagian belakang berupa ruangan yang dapat dimodifikasi sebagai sumber cahaya dari lampu listrik untuk mengantisipasi jika cuaca hujan atau mendung, sehingga percobaan tidak dapat dilaksanakan dan dapat digunakan sumber cahaya lampu listrik dengan intensitas berbeda ataupun warna cahaya berbeda.

Sumber cahaya lampu listrik dapat menggunaan intensitas berbeda. Misalnya lampu berdaya 5 watt,10 watt dan 15 watt, ataupun lampu dengan warna cahaya berbeda. Ada merah, biru kuning atau warna lain.

Dengan alat praktikum fotosintesis sederhana ini peserta didik dapat mengamati secara langsung gelembung-gelembung udara (oksigen) yang dihasilkan Hydrilla verticillata dalam proses fotosintesis. Untuk membuktikan kumpulan gas pada ujung botol plastik kecil bagian atas rangkaian alat ini, setelah percobaan dilaksanakan selama 20 menit, rangkaian botok kecil bekas minuman dilepas di dalam ember besar yang bersisi air secara perlahan. Dan segera ditutup dengan ibu jari untuk membuktikan bahwa gas hasil fotosintesis tersebut adalah molekul oksigen.

Pembuktian bahwa fotosintesis memproduksi oksigen, peserta didik dapat menguji udara dalam botol kecil dengan bara api lidi yang sudah disiapkan. Ibu jari penutup botol kecil dibuka secara perlahan dan bara lidi yang sudah disiapkan dimasukkan di ujung tutup botol. Saat itu juga diamati perubahan warna bara api ataupun perubahan nyala api pada bara tersebut.

Dengan alat praktikum sederhana seperti dalam percobaan ingenhouzs/fotosintesis ini diharapkan dapat dikembangkan oleh guru maupun siswa secara mandiri atau berkelompok. Sehingga pemahaman dan penguasaan konsep materi biologi menjadi lebih baik dengan tetap menerapkan metode praktikum di rumah masing-masing. (mn1/lis)

Guru Biologi SMA Negeri 1 Kota Mungkid

Author

Populer

Lainnya