Tingkatkan Keterampilan Menulis Siswa dengan Media Audiovisual

Oleh: Slamet, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, LAJU perkembangan teknologi dan informasi semakin hari semakin canggih dan mumpuni. Perkembangan yang cepat ini harus disertai dengan kemampuan yang meningkat pula agar tidak tergerus oleh derasnya arus globalisasi. Begitupun dengan kita sebagai guru yang membersamai siswa untuk menghadapinya.

Guru perlu belajar teknologi yang sedang berkembang agar memudahkan penyampaian pembelajaran. Namun, banyak guru yang mengeluhkan sulitnya belajar IPTEK saat ini. Inilah yang menjadi persoalan yang dirasa tidak akan tuntas bila tidak segera dimulai.

Pemanfaatan media pembelajaran merupakan contoh sederhana yang bisa digunakan guru. Guru dapat menyiapkannya dengan mudah dan jauh hari sebelum pembelajaran dilaksanakan. Guru bisa menggunakan bahan di sekitar, rekaman, maupun video sebagai media yang mempermudah penyampaian pesan guru kepada siswanya.

Di SD Negeri Pelemsari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, guru menggunakan media audiovisual dalam pembelajaran. Media ini berupa video yang memperlihatkan fenomena dan peristiwa yang terjadi di kehidupan yang bisa ditonton berulang kali disertai suara yang dapat memperjelas maksud dan tujuan diputarnya media itu.

Baca juga:   Teka-Teki Silang dapat Merangsang Daya Kreativitas Siswa

Penggunaan media audiovisual dimanfaatkan guru untuk mengasah keterampilan menulis siswa. Adapun langkah-langkah penerapannya, sebagai berikut: Pertama, guru memberikan penjelasan mengenai materi menulis hari itu. Misalnya, siswa akan menulis puisi. Maka, guru menjelaskan bagaimana ciri puisi, pengertian puisi, apa saja yang dibutuhkan ketika menulis puisi.

Kedua, setelah mendapatkan penjelasan yang rinci dan jelas siswa diminta untuk menonton media audiovisual yang telah disiapkan. Siswa mengamati secara detail peristiwa-peristiwa yang ada di dalam media sehingga paham alur cerita atau peristiwa di dalamnya. Guru melakukan tanya jawab berkaitan dengan audiovisual yang telah ditonton untuk mendapatkan persamaan persepsi antara keduanya. Ketika ada hal yang belum jelas siswa diperbolehkan untuk mengajukan tanggapan.

Ketiga, guru meminta siswa untuk menuliskan apa saja yang telah mereka pahami pada selembar kertas. Guru juga bisa meminta siswa untuk mengarang bila yang diamati dan dinilai adalah kreativitas tulisan siswa. Pada kegiatan menulis atau mengarang ini siswa bebas mengkreasikan apa yang mereka dapat. Setelah selesai, siswa diperkenanan menyampaikan hasilnya di depan kelas untuk ditanggapi bersama-sama.

Baca juga:   Serunya Belajar Organ Pernafasan dengan Metode Snowball Throwing

Keempat, guru bersama siswa menyimpulkan dan memberikan umpan balik tulisan yang telah mereka buat. Guru juga mempersilakan siswa untuk bertanya apabila ada hal yang kurang dipahami. Hal ini untuk meningkatkan dan memberikan pemahaman yang lebih kepada siswa agar dalam menulis menjadi terstruktur dan lebih terarah. Diharapkan ke depan siswa lebih mandiri dalam menulis dan pilihan kata yang dihasilkan lebih bervariasi.

Adanya media audiovisual tidak hanya meningkatkan keterampilan menulis siswa, tetapi juga berguna meningkatkan aktivitas dan kemampuan siswa dalam menyimak. Aktivitas di sini yang dimaksud adalah siswa tidak diam saja mendengarkan guru, tetapi memiliki kegiatan tersendiri, yaitu membuat tulisan.

Biasanya seorang siswa akan bosan bila diminta menyimak entah tulisan atau suara maupun video yang monoton. Namun bila pemanfaaatan media audiovisual bagus dan menarik, tentu hal ini tidak akan terjadi. Pemilihan media audiovisual perlu dikaji lebih lanjut agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. (fkp2/zal)

Guru SDN Pelemsari, Rembang

Author

Populer

Lainnya