Think Globally Act Locally dalam Pembelajaran Geografi

Oleh : Ema Rahmawati

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Manusia dan lingkungan merupakan dua kata yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya saling mempengaruhi. Pengaruh alam terhadap manusia lebih bersifat pasif, sedangkan pengaruh manusia terhadap alam lebih bersifat aktif. Interaksi antara manusia dan alam tidak selalu berdampak positif bagi alam. Interaksi tersebut menurut Suparmini, dkk (2013) dapat menimbulkan dampak negatif yang dapat menimbulkan bencana, malapetaka, dan kerugian-kerugian lainnya.

Geografi sebagai ilmu yang mempelajari permukaan bumi, tentu saja sangat berkepentingan dengan sejumlah fenomena alam, bencana, serta malapetaka, yang berada di lingkungannya. Selain dijadikan sebagai bahan ilustrasi, fenomena-fenomena tersebut juga dijadikan tempat proses pembelajaran berlangsung. Worosuprojo (2011) menjabarkan pembelajaran geografi bersifat teoretikal dan praktikal yang dapat dilaksanakan di kelas maupun di lapangan (outdoor learning) dengan metode pengajaran yang sangat beragam.

Di dalam proses KBM Geografi di SMA Negeri 1 Sragi, guru mengajak siswa, untuk mencintai alam. Karena pada prinsipnya jika kita mencintai alam, alam akan mencintai kita, tetapi ketika kita menyakiti alam tunggu pembalasan dari alam untuk kita. Atas dasar itulah guru menerapkan think globally act, kepada siswa, mereka diajak untuk berpikir dan berwawasan yang luas/global dan bertindak lokal, dimulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Melalui pemahaman think globally act locally, para siswa di SMA Negeri 1 Sragi, diharapkan mampu menganalisis jenis dan karakteristik bencana alam serta dampaknya. Sehingga dapat melakukan antisipasi dan mencari solusi dalam mengatasi berbagai peristiwa bencana alam.

Baca juga:   Model Kooperatif Tipe STAD Tingkatkan Hasil Belajar PPKn

Lalu di kelas berapa penekanan think globally act locally? Penekanannya pada semua jenjang kelas yaitu X, XI,dan XII, karena Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan (Seminar dan Lokakarya IGI, Semarang 1988).

Guru akan memberikan contoh penerapan think globally act locally pada pembelajaran Geografi kelas X, yaitu KD 3.7 Dinamika Hidrosfer dan Dampaknya terhadap Kehidupan, siswa akan mengetahui lebih lanjut tentang fenomena bencana alam yang terjadi pada lapisan ini. Salah satunya adalah banjir. Banjir merupakan suatu kondisi terjadi luapan air yang berlebih yang mengakibatkan terendamnya suatu wilayah.

Hal ini dapat terjadi karena curah hujan yang tinggi dalam kurun waktu yang berturut-turut, penebangan hutan, wilayah yang berada di dataran rendah, atau perilaku membuang sampah secara sembarangan. Berdasarkan fenomena tersebut siswa diajak untuk think globally act locally. Mereka harus berpikir dan berwawasan yang luas/global tentang fenomena banjir yang terjadi di luar sana. Mereka diminta mengkaji permasalahannya dengan 5W+1H, serta mencari informasi dari berbagai literatur dan media sosial.

Siswa diajak memposisikan seandainya wilayah tempat tinggal mereka menjadi langganan banjir di setiap musim hujan datang (contoh Jakarta). Setelah siswa mencari informasi dari berbagai literatur dan media sosial, mereka menjadi tahu penyebab banjir di Jakarta. Yaitu curah hujan ekstrem, perubahan tutupan lahan, penurunan permukaan tanah, dan yang paling ekstrem adalah banyak masyarakat yang membuang sampah di sungai.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Trigonometri dengan Geogebra

Berdasarkan contoh kasus di atas, siswa mengetahui sumber masalahnya secara global, saatnya mereka untuk menganalisis dan bertindak secara lokal, agar kejadian tersebut tidak terjadi pada wilayahnya. Siswa akan sadar untuk tidak membuang sampah di sungai. Siswa juga dibekali tambahan, bahwa sampah tidak semuanya harus dibuang. Mereka bisa menerapkan prisip 3R, yaitu reduce (mengurangi segala sesuatu yang penggunaan produk yang nantinya akan menjadi sampah), reuse (mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah) dan recycle (mengolah kembali/daur ulang sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat). Maka dengan think globally act locally, siswa sudah mengetahui penyebab dan dapat melakukan tindakan pencegahan, penanganan, serta mampu mempersiapkan berbagai tindakan antisipasi agar banjir tidak terjadi dan merugikan masyarakat.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan think globally act locally, sangat berperan dalam menumbuhkan kesadaran siswa untuk menjaga dan mencintai alam sepenuh hati, serta dapat mengantisipasi dan dapat meminimalisasi risiko terjadinya bencana alam yang disebabkan oleh ulah manusia. (cd1/lis)

Guru SMA Negeri 1 Sragi, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya