Model Discovery Learning untuk Pembelajaran Pesdik Kelas Atas

Oleh : Ani Hesti Setyaningsih, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran merupakan sebuah proses yang mesti dialami oleh semua manusia tak terkecuali anak sekolah. Salah satu model pembelajaran yang sesuai diterapkan dalam pembelajaran kurikulum 2013 adalah discovery learning. Discovery learning merupakan sebuah model pembelajaran yang mengarahkan peserta didik untuk menemukan sendiri pengetahuan yang ingin disampaikan dalam pembelajaran.

Menurut Hanafiah (2012.hal:77) pembelajaran discovery learning adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, dan logis sehingga mereka dapat menemukan sendiri pengetahuan, sikap, dan keterampilan sebagai wujud adanya perubahan perilaku.

Sedangkan menurut Richard dalam Roestiyah N.K. (2012, hlm. 20) model pembelajaran discovery learning adalah suatu cara mengajar yang melibatkan peserta didik dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat, dengan diskusi, seminar, membaca sendiri dan mecoba sendiri, agar anak dapat belajar mandiri dengan cara menemukannya sendiri.

Sama seperti model pembelajaran pada umumnya, discovery learning juga mempunyai sintaks kegiatan pembelajaran yang menggambarkan bagaimana model tersebut dilaksanakan. Adapun langkah-langkah model pembelajaran discovery learning adalah sebagai berikut: 1) Stimulation (stimulus),memulai kegiatan proses mengajar belajar dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan peecahan masalah; 2) Problem statement (pernyataan/identifikasi masalah), yakni memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda masalah yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara atas pertanyaan masalah); 3) Data collection (pengumpulan data), memberi kesempatan kepada para peserta didik untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya yang relevan untuk membuktikan benar atau tidaaknya hipotesis; 4) Data processing (pengolahan data), mengolah data dan informasi yang telah diperoleh para peserta didik melalui wawancara, observasi, dan sebagainya, lalu ditafsirkan; 5) Verification (pembuktian), yakni melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan tadi, dihubungkan dengan hasil data processing; 6) Generalization (generalisasi), menarik sebuah simpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi.

Baca juga:   Lebih Mudah Memahami Fungsi Komposisi dengan Metode Inkuiri

Model pembelajaran discovery learning di kelas VI SD Negeri 1 Kaliori Kecamatan Karanganyar Kabupaten Purbalingga yang sudah penulis terapkan pada pembelajaran tematik muatan pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam memiliki dampak yang positif terhadap proses pembelajaran. Sebagian besar peserta didik aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran walaupun masih ada beberapa peserta didik yang bertindak pasif.

Peserta didik diajak untuk mencari alat-alat listrik yang ada di sekolah disertai manfaat dan darimana sumbernya. Ternyata mereka aktif secara kelompok untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas seputar listrik. Setelah itu peserta didik kembali lagi ke kelas untuk menyampaikan hasil pekerjaan dalam kelompok sedangkan kelompok lain menyimak dan memberikan pertanyaan seputar materi. Selain kegiatan pembelajaran yang menyenangkan ternyata materi yang diperoleh peserta didik lebih cepat dipahami.

Dalam pembelajaran di kelas, discovery learning merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan sebagai proses pembelajaran. Dalam setiap model pembelajaran pasti ada kelebihan dan kekurangannya, oleh karena itu peran gurulah untuk menyempurnakan proses pembelajaran. Pembelajaran yang mengena kepada anak adalah pembelajaran yang dilaksanakan dengan tulus dan dari hati yang ikhlas. (pb1/ton)

Baca juga:   Mudah Pahami Cara Perkembangbiakan Hewan dengan Learning Cycle

Guru Kelas VI SD Negeri 1 Kaliori, Kec. Karanganyar, Kab. Purbalingga

Author

Populer

Lainnya