Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa dengan Vioce Note WhatsApp

Oleh: Kendro Susepto, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 selama dua tahun lebih telah memangkas intensitas waktu tatap muka siswa dengan gurunya. Hal ini sangatlah berpengaruh terhadap kemampuan membaca lancar siswa. Waktu luang yang tersedia di rumah tidak dimanfaatkan siswa untuk membaca. Tugas yang diberikan guru juga tidak fokus mengikis krisis kuantitas dan kualitas membaca siswa. Hasilnya kemampuan literasi siswa sangat menurun.

Selain itu, masalah baru yang berkepanjangan akan muncul, salah satunya learning loss. Learning loss menurut The Glossary of Education Reform (https://edglossary.org/) diartikan sebagai kehilangan atau keterbatasan pengetahuan dan kemampuan yang merujuk pada progres akademis, umumnya terjadi karena kesenjangan yang berkepanjangan atau diskontinuitas dalam pendidikan. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka dikhawatirkan akan ditemui banyak siswa yang pengetahuan dan keterampilan membacanya tidak sebaik sebelum terjadinya pandemi.

Membaca sebagai gerbang membuka pengetahuan yang lebih luas sudah selayaknya dituntaskan oleh siswa kelas rendah. Penguasaan kemampuan membaca lancar yang baik berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Menurut Ana Widyastuti (2017: 2), membaca merupakan kegiatan yang melibatkan unsur auditif (pendengaran) dan visual (pengamatan). Kemampuan membaca dimulai ketika anak senang mengeksplorasi buku dengan cara memegang atau membolak-balik buku bahasa merupakan alat komunikasi utama anak mengungkapkan keinginan maupun kebutuhannya.

Baca juga:   Belajar Keliling dan Luas Lingkaran Semakin Menarik dengan Sparkol Videoscribe

Bayangkan jika separo dari siswa dalam satu kelas kedapatan tidak lancar dalam membaca. Mengenal huruf saja masih ada yang salah, apalagi untuk memahami suatu bacaan. Salah satu cara mengatasi masalah tersebut seperti yang dilakukan di SD Negeri 1 Kedungwuluh pada siswa kelas 2 menggunakan penugasan membaca dengan pesan suara (voice note) WhatsApp. Menurut Larasati, dkk (2013), WhatsApp merupakan aplikasi untuk saling berkirim pesan secara instan, dan memungkinkan kita untuk saling bertukar gambar, video, foto, pesan suara, dan dapat digunakan untuk berbagi informasi dan diskusi.

Guru terlebih dahulu membuat pendataan dan pemetaan terhadap kemampuan membaca siswa. Caranya dengan melakukan tes kemampuan membaca (pre-assessment) yang didukung data hasil wawancara dengan guru kelas 1. Pengamatan selama pembelajaran awal semester juga dapat memperkuat hasil investigasi guru.

Proses selanjutnya, guru dan orang tua siswa perlu membuat kesepakatan, antara lain buku penugasan yang dibaca, target yang akan dicapai, dan waktu pengiriman tugas. Kendala-kendala yang akan dihadapi juga perlu diperhitungkan secara matang, seperti ketersediaan kuota internet/jaringan wifi, kesibukan pekerjaan orang tua, dan motivasi siswa. Keberhasilan program ini sangat tergantung partisipasi aktif dan komitmen orang tua siswa. Oleh karena itu, pastikan terlebih dahulu orang tua siswa mampu menggunakan menu pesan suara (voice note) WhatsApp dengan baik.

Baca juga:   Belajar Membaca Tanpa Mengeja

Guru diupayakan mengecek setiap tugas kemudian memberikan catatan, motivasi, dan penugasan berikutnya. Catatan selama satu semester penugasan membaca menggunakan sarana ini memberikan efek positif yang cukup baik. Beberapa siswa mampu menuntaskan beberapa jilid buku penugasan. Kemampuan membaca siswa naik setingkat lebih baik, misalnya dari yang belum mengenal huruf kemudian bisa membaca dua sampai tiga suku kata, dari yang belum lancar membaca menjadi terampil. Poin pentingnya pada kolaborasi siswa, orang tua, dan guru.

Rencana Tindak Lanjut (RTL) perlu disusun sebagai evaluasi dan arahan dalam menyusun strategi lanjutan. Strategi lanjutan dibuat untuk memfasilitasi siswa yang tidak aktif mengirimkan tugas, pengayaan bagi siswa yang sudah terampil membaca, dan mencari solusi permasalahan yang muncul.

Harapannya dengan adanya sedikit usaha yang guru lakukan dapat meminimalkan dampak negatif krisis membaca siswa dan dampak domino dari learning loss. (pb1/zal)

Guru SDN 1 Kedungwuluh, Purbalingga

Author

Populer

Lainnya