Belajar Asking and Giving Suggestions dengan Problem Based Learning

Oleh : Yeni Miladiani, SS

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Setiap orang mempunyai masalah. Setiap orang harus mencari solusi terbaik untuk setiap masalah yang dihadapi. Semakin sering berhadapan dengan masalah, akan semakin dewasa dan bijak pula nantinya.

Inilah yang penulis jadikan ide ketika mengajar materi asking and giving suggestions, materi bahasa Inggris paling awal di kelas XI.

Asking and giving suggestion adalah ungkapan yang kita gunakan untuk meminta dan memberikan saran atau solusi atau rekomendasi dalam bahasa Inggris.

Kira-kira berdasarkan definisi tersebut apa ya tujuan dari asking and giving suggestion? Ya, tujuannya adalah untuk memberi tahu apa opsi terbaik yang sebaiknya dilakukan agar dapat menyelesaikan sebuah masalah, menghindari bahaya, atau sekedar memilih hal terbaik.

Nah, dalam bahasa Inggris, ada banyak ungkapan (gambits, phrase atau klausa) yang bisa digunakan ketika memberi dan meminta saran.

Bicara mengenai masalah, di dunia pendidikan ada metode pembelajaran problem based learning (PBL). PBL atau pembelajaran berbasis masalah adalah model pengajaran yang bercirikan adanya permasalahan nyata sebagai konteks dalam pembelajaran agar peserta didik dapat belajar berpikir kritis dan meningkatkan keterampilan memecahkan masalah sekaligus memperoleh pengetahuan. (Duch, 1995 dalam Shoimin, 2017: 130).

Baca juga:   Tingkatkan Kemampuan Membaca Text Report dengan Talking Stick

PBL difokuskan untuk menjembatani siswa agar memperoleh pengalaman belajar dalam mengorganisasikan, meneliti, dan memecahkan masalah-masalah kehidupan yang kompleks (Torp dan Sage dalam Abidin, 2014: 160).

Cara penerapannya dalam kegiatan di kelas XI MIPA dan IPS SMAN 1 Wiradesa sebagai berikut. Pertama, kegiatan belajar dimulai dengan pemberian sebuah masalah, guru mempersiapkan kartu-kartu yang berisi masalah atau fenomena menarik yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang akan dipecahkan oleh siswa.

Masalah yang disuguhkan masih berkaitan dengan kehidupan nyata para siswa. Kemudian, guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok kecil, sehingga terjadi kolaborasi. Setelah itu siswa akan diberi tanggung jawab mencari solusi berdasarkan informasi yang mereka ketahui dengan pendampingan guru.

Selanjutnya siswa akan mempresentasikan laporan atau solusi yang mereka dapatkan dengan menggunakan gambits, phrase atau klausa dalam materi asking and giving suggestions.

Dari presentasi tersebut, guru membantu siswa menganalisis dan mengevaluasi proses mengatasi masalah yang ada di setiap kartu serta penggunaan gambits giving suggestions.

Kelompok lain juga dipersilakan untuk memberi masukan atau informasi tambahan yang mereka ketahui terkait masalah yang dibahas oleh sebuah kelompok sehingga terjadi komunikasi aktif antar kelompok.

Baca juga:   Interview Games Permudah Belajar Asking for and Giving Information

Kelebihan atau manfaat model pembelajaran PBL menurut Kurniasih & Sani (2016: 48) adalah dapat meningkatkan motivasi siswa dalam belajar untuk mentransfer pengetahuan yang baru serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan ketrampilan kreatif.

Disaat pandemi, model pembelajaran di kelas seperti ini berpindah menggunakan media online, instagram atau telegram sebagai alternatif. Guru memberikan masalah untuk dipecahkan, murid aktif memberi solusi melalui kolom komentar.

Solusi yang mereka tawarkan biasa saja, namun ada kalanya guru harus memberikan applaus kepada siswa karena solusi-solusi cerdas yang mereka lontarkan.

Melalui bimbingan guru yang secara berulang-ulang mendorong dan mengarahkan mereka untuk mengajukan pertanyaan dan mencari penyelesaian terhadap masalah nyata oleh mereka sendiri.

Siswa secara tidak langsung akan belajar untuk menyelesaikan tantangan hidupnya itu secara mandiri dalam hidupnya kelak, dan akan jauh dari kata putus asa, menyerah dengan keadaan. Fokus dengan solusi terbaik yang dapat ditempuh. Banyak jalan menuju ke Roma. (bk1/lis)

Guru Bahasa Inggris di SMAN 1 Wiradesa, Kabupaten Pekalongan

Author

Populer

Lainnya