Asyiknya Belajar Bersama Mastobing

Oleh : Mariyati, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran daring yang sudah hampir tiga tahun dilaksanakan di Indonesia menimbulkan banyak permasalahan. Di antaranya keterbatasan kuota internet yang menjadi sarana utama. Apalagi bagi masyarakat kalangan ekonomi menengah ke bawah terasa menjadi beban biaya tambahan yang cukup menekan. Dengan demikian guru dituntut untuk bisa mencari solusi agar permasalahan tersebut bisa diatasi.

Penulis yang mengajar siswa kelas 3 SDN Soroyudan, Kecamatan Mertoyudan, melihat kemampuan orang tua siswa yang lebih banyak bekerja sebagai petani penggarap, buruh harian lepas, dan buruh pabrik berupaya menggunakan media WhatsApp grup untuk pembelajaran dengan sedikit menu video karena keluhan orang tua boros kuota. Yang sering digunakan adalah share foto dan share voice note untuk kegiatan belajar mengajar.

Untuk penugasan dari guru pada pembelajaran praktik keterampilan seperti membuat hasil karya, melakukan penelitian, dan memperagakan gerakan, siswa tidak diharuskan mengirim video, meskipun bagi yang mampu diperbolehkan. Guru mengimbau agar tugas dikerjakan melalui media foto berupa swafoto dengan bimbingan dari guru terlebih dahulu.

Pengertian media menurut Hamalik dalam buku Arsyad (2016:19) menyatakan bahwa media pembelajaran adalah media yang digunakan dalam proses belajar mengajar sehingga dapat membangkitkan minat, hasrat, motivasi, dan rangsangan kegiatan belajar bahkan mendatangkan pengaruh psikologis yang baru terhadap siswa.

Baca juga:   Pemanfaatan Teka Teki Silang sebagai Media Multiguna

Menurut Lentz dalam buku Arsyad (2016: 20), media mempunyai fungsi kognitif yakni memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.

Dari definisi media menurut Hamalik dan Lentz tersebut, foto merupakan salah satu media hasil teknologi cetak yang sesuai dengan karakter siswa yang cenderung ingin selalu tampil menarik dan disukai.

Swafoto merupakan bentuk kegiatan berfoto. Di dalam Wikipedia (ttps://id.m.wikipedia.org ) dijelaskan bahwa swafoto atau foto narsisis (selfie) adalah jenis foto dengan cara potret diri yang diambil sendiri dengan menggunakan kamera digital atau ponsel cerdas.

Banyak gaya/pose yang ditampilkan dalam potret diri sebagai ungkapan emosional seseorang. Swafoto (selfie) telah membudaya di seluruh dunia, bahkan bagi sebagian besar orang seoalah tiada hari tanpa selfie.

Menggunakan media pembelajaran agar sesuai dengan tujuan pembelajaran perlu bimbingan. Bimbingan pengajar adalah memberikan bantuan agar siswa dapat memahami tujuan kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan pembelajaran (Ratumanan, 2002). Bimbingan ditulis setelah pemberian tugas di WA grup.

Untuk pelajar tentunya guru akan berupaya membimbing segala kegiatan siswa dalam pembelajaran termasuk penggunaan media swafoto ini agar tepat guna dan dapat menampilkan gambar/foto yang berkarakter sopan sesuai ajaran budi pekerti dan etika.

Baca juga:   Peningkatan Pembelajaran IPS Materi Kerja Sama ASEAN dengan Examples Non Examples

Bimbingan berupa rambu-rambu agar saat berfoto siswa mengenakan pakaian yang bersih dan rapi, berpose sopan tidak arogan, tidak menjulurkan lidah, dan tampilan mimik muka yang menarik. Di bawah foto dituliskan pesan (caption) untuk penyampaian maksud gambar/foto sebagai deskripsi singkat berkaitan dengan tugas yang diberikan.

Sebagai contoh pada pembelajaran tema 3 “Menyayangi Hewan dan Tumbuhan”, guru menugaskan siswa untuk mempraktikkan cara memberi makan hewan peliharaan atau menyirami tanaman, dengan mengambil gambar kegiatan tersebut melalui swafoto, siswa sangat suka berfoto dengan tanaman atau hewan kesayangannya.

Penggunaan media swafoto terbimbing (mastobing) dalam kegiatan belajar di kelas 3 SDN Soroyudan sangat membantu meningkatkan hasil belajar karena menambah kepercayaan diri dan semangat mengerjakan tugas.

Kadang-kadang hasil swafoto siswa dirangkum dalam video oleh guru dan ditampilkan di WA grup atau status WA guru sehingga mendapatkan apresiasi yang dapat digunakan untuk kemajuan belajar. (mn1/lis)

Guru SDN Soroyudan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang

Author

Populer

Lainnya