Belajar Kimia di Masa Pandemi

Oleh : Titik Purwaningrum, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID. Pelajaran kimia dianggap sebagian besar siswa khusus di SMAN 1 Kesesi menjadi pelajaran yang sulit dipahami dan dimengerti. Ini yang menyebabkan pelajaran kimia banyak tidak disukai dan pelajaran yang ditakuti. Mengapa bisa terjadi ini disebabkan karena beberapa hal.

Pertama, pelajaran kimia banyak sekali menggunakan simbol-simbol huruf dan banyak menggunakan angka-angka seperti BAB pelajaran Sistem Periodik Unsur di kelas X semester ganjil. Di sini siswa dituntut untuk menghafal unsur-unsur dan angka-angka yang ada dalam sistem periodik unsur . Hal ini membuat siswa sudah malas untuk mempelajarinya. Kedua, cara penyampaian pelajaran kimia kurang bervariasi sehingga kurang menarik bagi siswa.

Untuk membuat prmbelajaran kimia lebih di sukai bisa mengunakan metode bermain. Bermain merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan dan dilakukan setiap anak. Kegiatan bermain mengisi sebagian besar dalam kehidupan anak. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2003:697) disebutkan bahwa yang dimaksud dengan bermain adalah berbuat sesuatu untuk menyenangkan hati baik permainan tersebut menggunakan alat ataupun tidak.

Dengan bernyanyi atau menggunakan lagu merupakan pendekatan dapat dilakukan untuk mempelajari tabel periodik unsur. Dari konsep kimia pada SPU (Sistem Periodik Unsur) dirumuskan dalam bentuk bait lagu yang iramanya bisa diambil dari lagu-lagu yang di kenal siswa. Dalam pembuatan lirik lagu siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari lima atau enam anggota. Siswa bisa melakukan diskusi kelompok via telepon.

Baca juga:   Implementasi Pendidikan Multikultural dalam PAI

Lagu dengan judul Meraih Mimpi yang dinyanyikan Via Vallen bait/lirik sudah diubah siswa contoh di reff-nya : “Ada helium neon argon kripton xenon juga radon marilah kita belajar bersama golongan istimewa , yo yo ayo yo yo yo ayo delapan A gas mulia yo yo ayo yo yoyo ayo delapan A istimewa helium sebagai pendingin, neon untuk menangkal petir, argon untuk bahan mengelas, xenon pembunuh bakteri radon untuk media terapi itu unsure gasmulia, mari kita belajar bersama uuuoooo”.

Lagu tersebut dinyanyikan bersama kelompok secara bergantian pada saat Gmeet, karena waktu pertemuan Gmeet sangat terbatas maka bisa dilakukan setiap akan Gmeet di minggu berikutnya. Walaupun sudah berganti pokok bahasan kimia, tujuannya juga agar siswa lebih aktif dan penyemangat mengikuti pembelajaran. Ternyata hasilnya di luar biasa. Siswa sangat antusias dan bangga bisa bernyanyi di depan teman lainnya walaupun di kelas virtual.

Metode ini juga ternyata banyak berpengaruh terhadap kepribadian siswa selain peningkatan akademik ada beberapa yang bisa ditumbuhkan yaitu pertama bisa meningkatkan kepercayaan diri mereka membangun keberanian mengurangi rasa takut mereka tampil di depan umum untuk bernyanyi. Kedua, merangsang tumbuhnya jiwa seni mereka sehingga dapat menjadikan mereka lebih produktif dan inovatif.

Baca juga:   Daily Journal Writing, Sebuah Alternatif Teknik Pembelajaran

Ketiga, saat bernyanyi udara akan banyak mengalir ke otak pada bagian neuron yang akan menggabungkan aktivitas fisik, emosional dan psikologis untuk merasakan rasa gembira. Keempat, dapat mengurangi stres ketika merasa senang maka tingkat stres akan menurun pada saat bernyanyi tubuh akan bernafas lebih dalam. Perasaan menjadi nyaman dan tenang ini yang akan memperlambat denyut jantung dan akan mengurangi kecemasan yang berlebihan. Pembelajaran kimia dapat lebih menyenangkan dan lebih mudah dipahami.

Untuk itu tidak ada salahnya untuk mengubah cara mengajar yang serius menjadi lebih menyenangkan. Ini dilakukan untuk menumbuhkan rasa suka siswa dalam mempelajari pelajaran kimia. Dan ternyata metode ini bisa meningkatkan hasil belajar siswa yaitu dengan menciptakan situasi belajar kimia yang menyenangkan dan mengembirakan dapat membuat siswa merasa asyik untuk belajar. Hal ni juga dapat dilakukan di dalam ataupun di luar kelas. Hasilnya mereka mudah memahami materi kimia yang terbukti dengan hasil evaluasi rata-rata dapat melampaui nilai KKM. (bk1/lis)

Guru SMA Negeri 1 Kesesi

Author

Populer

Lainnya