Penerapan Literasi Digital pada Masa Pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar

Oleh : Rahayu S.Pd.,M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 di Indonesia menimbulkan banyak sekali dampak yang dirasakan. Termasuk di sektor pendidikan. Pembelajaran konvensional tatap muka di ruang kelas dipaksa berganti dengan pembelajaran jarak jauh melalui daring menggunakan media eketronik.

Tidak hanya pembelajaran formal, aktivitas literasi juga terdampak dari pandemi Covid-19. Salah satu cara agar pembelajaran berjalan sesuai dengan standar, maka seluruh elemen pendidikan harus memanfaatkan teknologi dalam menghubungkan antara siswa dan guru.

Sebelum pandemi Covid-19, literasi digital diprediksi akan menjadi fondasi utama dan penting dalam sektor pendidikan di masa depan. Dunia saat ini sedang berada di masa revolusi industri 4.0. Literasi digital merupakan salah satu literasi dasar yang harus dikuasai oleh para siswa pada zaman milenial apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti ini membuat kita menjadi terdorong lagi untuk dapat menerapkan literasi digital.

Menurut Riel (2012:3), literasi digital adalah kemampuan menggunakan teknologi dan informasi dari piranti digital secara efektif dan efisien dalam berbagai konteks seperti akademik, karir dan kehidupan sehari-hari.

Selain itu literasi digital juga dapat diartikan sebagai suatu pandangan dan dapat berupa juga keahlian individu yang memanfaatkan teknologi digital dan sistem dalam hal komunikasi untuk melakukan penelusuran, mengatur, menghubungkan, menelaah dan menilai informasi, dan juga dapat menciptakan sesuatu hal yang baru. Sehingga akan membuat kita dapat berhubungan dengan lebih baik lagi dengan orang lain dan dapat bersosialisasi lebih dengan masyarakat.

Baca juga:   Bola Panas Tingkatkan Passing Bawah Voli

Literasi digital yang diterapkan di Sekolah Dasar (SD) merupakan suatu bentuk perwujudan secara nyata dari Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang sudah dijalankan pemerintah baru-baru ini yang disebabkan kurangnya literasi yang dimiliki siswa sekolah dasar.

Apalagi dengan adanya pandemi Covid-19 ini. Sebelumnya banyak orang yang berprasangka buruk bahwa literasi digital di SD hanya menggunakan internet untuk mencari informasi atau hiburan semata.

Padahal dengan mengandalkan sumber-sumber yang bersifat digital, peserta didik tidak hanya fokus untuk memahami materi pembelajaran saja yang sebenarnya sudah terlalu monoton. Tetapi juga proses berpikir akan menjadi lebih inovatif dan kreatif lagi dalam memanfaatkan suatu teknologi informasi.

Literasi digital juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan norma, etika, dan kesadaran dalam bermedia sosial bagi peserta didik di sekolah dasar yang perlu diberi bimbingan lebih. Sesuai penggunaannya agar nanti terhindar dari perundungan. Terlalu banyak bermain game akan membuat siswa menjadi kecanduan, menjadi korban ataupun pelaku.

Selama kegiatan pembelajaran jarak jauh (daring), peranan orang tua akan sangat diperhitungkan. Orang tua membimbing dan mengarahkan anak selama proses pembelajaran berlangsung.

Baca juga:   Menarik Minat Peserta Didik Mengikuti PJJ Matematika Menggunakan Quizizz

Berarti akan terjadi kerja sama antara guru dan orang tua dalam menjalankan proses pembimbingan dan pendampingan bagi anak dalam pelaksanaan proses pembelajaran jarak jauh.

Selama proses kegiatan pembelajaran jarak jauh, anak akan dibiasakan penggunaan alat digital dan akan didorong agar dapat memanfaatkan informasi dengan baik sesuai tuntutan yang diberlakukan dari program gerakan literasi digital ini.

SD Negeri Candimulyo 2 merupakan salah satu sekolah yang menerapkan kegiatan literasi digital bagi peserta didik. Di antaranya peserta didik dianjurkan membaca secara digital ketika pembelajaran.

Sekolah menyenggarakan kelas virtual dan bentuk komunikasi dengan orang tua atau wali murid melalui aplikasi digital. Selain itu guru juga melakukan inovasi memanfaatkan perangkat atau media daring yang tepat, sesuai materi yang diajarkan. Serta tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ditentukan oleh pemerintah.

Dalam proses pembelajaran terlihat bahwa guru mengirimkan materi berupa video pembelajaran sebagai media pembelajaran kepada peserta didik. Sehingga peserta didik langsung dapat memahami materi yang diberikan guru. (ms1/lis)

Guru SD Negeri Candimulyo 2, Kabupaten Magelang

Author

Populer

Lainnya