Model PBL dan Video Interaktif Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

Oleh : Novi Aryani, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Motivasi belajar adalah suatu pendorong yang berasal dari dalam diri seseorang untuk melakukan kegiatan belajar untuk memperoleh pengetahuan serta keterampilan dan pengalaman (Nurmala, Tripalupi, & Suharsono, 2014).

Guru dan siswa harus mampu memahami betapa pentingnya motivasi belajar. Hal ini karena motivasi belajar akan menggerakan seseorang untuk meningkatkan kegiatan belajarnya.

Motivasi belajar yang rendah pada siswa dapat berpengaruh terhadap menurunnya semangat belajar dan hasil belajarnya. Hal ini dapat diamati dari aktivitas belajar seseorang ketika sedang melaksanakan pembelajaran.

Berdasarkan pengukuran awal motivasi belajar siswa kelas VA SD Negeri Surodadi 1 menggunakan angket pada tahun 2021.

Menunjukkan bahwa didapatkan data dengan nilai minimum 53, nilai maksimum 85 dan rata-rata sebesar 68. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa termasuk dalam kategori rendah.

Rendahnya motivasi belajar siswa disebabkan oleh beberapa faktor antara lain disebabkan oleh faktor internal dan eksternal siswa.

Faktor internal siswa meliputi kejenuhan, minat belajar, kesehatan fisik dan mental. Sedangkan faktor eksternal siswa adalah keadaan keluarga, lingkungan di rumah, dan sarana prasarana (An Nisa Puthree dkk, 2021).

Baca juga:   Supervisi Guru dalam Merencanakan Pembelajaran Model PBL

Pembelajaran yang dikemas secara menarik diharapkan dapat menarik minat siswa untuk mengikuti pembelajaran. Antara lain yaitu dengan menggunakan metode, media dan model pembelajaran yang menarik.

Pembelajaran berbasis masalah atau sering dikenal model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran yang dipusatkan pada siswa melalui pemberian masalah dari dunia nyata di awal pembelajaran.

Menurut Duch dalam Suharia (2013) PBL adalah model pembelajaran yang mendorong siswa untuk mengenal cara belajar dan bekerja sama dalam kelompok untuk mencari penyelesaian masalah dalam kehidupan.

Selain itu penggunaan video pembelajaran interaktif juga dapat memperjelas pesan sehingga tidak terlalu verbalis, memungkinkan siswa belajar mandiri sesuai bakat dan kemampuan visual, auditori dan kinestetik. Serta menimbulkan motivasi belajar siswa, interaksi langsung antara murid dan sebagai sumber belajar.

Langkah-langkah model PBL dimulai dari guru menyampaikan masalah yang akan dipecahkan oleh siswa. Kemudian siswa mengamati dan memahami masalah yang disampaikan oleh guru atau yang diperoleh dari bacaan yang disarankan. Setelah itu siswa berdiskusi dan membagi tugas untuk mencari data atau bahan yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah.

Baca juga:   Strategi Pembelajaran Tingkatkan Prestasi Siswa

Setelah mendapatkan data atau bahan siswa melakukan diskusi untuk menghasilkan solusi pemecahan masalah dan hasilnya dipresentasikan atau disajikan dalam bentuk karya.

Setiap kelompok melakukan presentasi, kelompok lain memberikan apresiasi. Kegiatan dilanjutkan merangkum atau membuat kesimpulan sesuai masukan yang diperoleh dari kelompok lain.

Di akhir pembelajaran guru memberikan evaluasi dan penguatan serta bersama siswa menyimpulkan hasil diskusi. Proses belajar menggunakan model PBL dan video interaktif ternyata dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VA SD Negeri Surodadi 1.

Ditunjukkan dengan hasil pengukuran akhir didapatkan data nilai minimum 75, nilai maksimum 91 dengan rata-rata 82. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan motivasi belajar siswa sebesar 21 persen. (mn1/lis)

Guru SDN Surodadi 1, Candimulyo, Kabupaten Magelang

Author

Populer

Lainnya