Metode Dikte Tingkatkan Keterampilan Menulis di Kelas Rendah

Oleh : Marsih, S.Pd, SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BAHASA memiliki peranan yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa sebagai alat komunikasi dalam menjalin interaksi dengan orang lain, maka penting bagi kita untuk mengajarkan ataupun melatih perkembangan bahasa pada masa anak usia dini.

Hal ini dikarenakan perkembangan bahasa pada masa anak usia dini dinilai sangat baik. Anak usia dini adalah sekelompok anak yang berusia 0-8 tahun yang memiliki potensi genetik dan siap untuk ditumbuh kembangkan.

Menurut Tarigan (2015:2) keterampilan berbahasa dalam kurikulum di sekolah mencakup empat segi, yaitu keterampilan menyimak (listening skill), keterampilan berbicara (speaking skill), keterampilan membaca (reading skill), dan keterampilan menulis (writing skill).

Namun, salah satu dari keempat keterampilan bahasa tersebut yang harus dikuasai saat proses kegiatan pembelajaran adalah keterampilan menulis.

Menulis merupakan bentuk komunikasi untuk menyampaikan ide melalui bahasa tulis. Untuk menyampaikan ide tersebut anak harus dibimbing dan diajar menulis sejak dini.

Pada saat dilakukan pembelajaran menulis diperlukan cara khusus agar dapat mengarah pada kemampuan menulis yang benar. Untuk itu perlu adanya usaha atau upaya dari guru agar siswa mampu menulis dengan benar.

Baca juga:   Asyiknya Mengenal Karakteristik ASEAN melalui Crossword Puzzle

Guru dapat menerapkan metode-metode tertentu dan membuat pembelajaran menulis di kelas menjadi pembelajaran yang menyenangkan serta siswa tidak merasa bosan. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan menulis pada kelas rendah dengan menggunakan metode dikte.

Metode dikte adalah salah satu cara menyajikan bahan pelajaran dengan menyuruh siswa menyalin apa – apa yang dikatakan oleh guru. Alat yang digunakan dalam metode ini adalah lisan, sedangkan alat pelajaran yang terutama dalam menyalin bahan pelajaran adalah alat tulis serta pendengarannya (Suradji, 2008:19)

Berkaitan dengan penggunaan metode dikte untuk mengatasi kesulitan anak yang belum mampu menulis pada siswa kelas I SD Negeri Selokarto 01, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, saat kegiatan menulis dengan langkah-langkah metode dikte yang dilakukan dengan membacakan bagian yang akan di dikte sebanyak tiga kali.

Langkah pertama yaitu membaca bagian yang di dikte dengan kecepatan normal, sedangkan siswa hanya mendengarkan, Langkah kedua, membaca kata demi kata, berhenti cukup lama untuk memungkinkan siswa untuk menuliskan apa yang mereka dengar atau dalam hal ini pembacaan bagian yang didikte dilakukan dengan membaca lambat, langkah yang ketiga dilakukan membaca lagi dengan kecepatan normal lalu kemudian siswa memeriksa pekerjaan mereka.

Baca juga:   Penerapan Pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Jigsaw dalam Mengajarkan Aksara Jawa

Kegiatan pemeriksaan di langkah yang ketiga pada saat mendikte siswa, dilakukan dengan tujuan untuk melihat apakah masih ada kata ataupun huruf yang kurang pada saat menulis.

Pada akhirnya dengan menggunakan metode dikte dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas 1 yang awalnya hanya bisa menulis dengan melihat tulisan di papan tulis atau menyalin sekarang mulai bisa menulis secara perlahan.

Dan yang dulu tidak mau menulis sekarang sudah mau dan mampu menulis. Maka, penerapan metode dikte pada kegiatan menulis menunjukkan efek positif pada kegiatan menulis dan dapat meningkatkan kemampuan menulis di kelas rendah. (rn1/zal)

Guru SDN Selokarto 01, Batang

Author

Populer

Lainnya