Change Mindset Siswa Pemasaran

Oleh : Suryo Suwanditho, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Ada yang menggelitik ketika setiap kali masuk kelas Pemasaran dilontarkan kalimat “Class siap untuk jualan?” Rata-rata jawabannya belum siap dengan berbagai alasan. Mulai dari kalau tidak laku bagaimana pak, jualan apa pak?, modalnya dari mana pak, kalau rugi bagaimana pak? Alasan terakhir bikin geli, belum mulai usaha sudah takut rugi.

Berbagai pertanyaan ini menjadi tantangan guru, terutama guru produktif pemasaran. Bagaimana mengubah mindset negatif anak-anak menjadi mindset positif. Ketika masih ada mindset negatif, tentu akan ada penolakan untuk menjalankan usaha jualan atau bisnis.

Dalam buku Unleash Your Inner Power with Zen: 50 Kisah Zen untuk Memaksimalkan Potensi Diri disebutkan kalimat inspiratif dan motivasi. Yakni berhati-hatilah dengan pikiranmu, karena ia akan menjadi ucapanmu; Berhati-hatilah dengan ucapanmu karena ia akan menjadi tindakanmu; Berhati-hatilah dengan tindakanmu karena ia akan menjadi kebiasaanmu; Berhati-hatilah dengan kebiasaanmu karena ia akan menjadi karaktermu dan; Berhati-hatilah dengan karaktermu karena ia akan menjadi takdirmu.

Kekuatan pikiran atau mindset ternyata bisa berdampak besar pada takdir kita. Jika terbiasa membangun mindet yang positif, niscaya perkataan, tindakan dan perilaku kita akan positif. Akhirnya berdampak takdir kita menjadi positif. Tapi akan berdampak sebaliknya jika mindset yang negatif.

Mindset negatif tentang jualan inilah yang kemungkinan besar menjangkiti anak-anak SMK. Khususnya program keahlian pemasaran. Sehingga mereka enggan untuk melakukan usaha berjualan atau bisnis. Jika ini dibiarkan tanpa ada penyelesaian, tentu akan berdampak pada hard skill dan soft skill. Bayangkan siswa ingin belajar kemampuan komunikasi yang baik, tapi memiliki sikap pemalu dan punya kebiasaan terbata – bata saat mengobrol. Ini tentu perlu proses perubahan mindset agar lebih berani, percaya diri dan tentunya tegas dalam berkata.

Baca juga:   Mahir Speaking melalui Pair Work Dialogue

Saat siswa pemasaran memiliki mindset negatif, bisa dipastikan kompetensi mereka di bidang pemasaran akan terhambat. Akhirnya menghambat kesuksesan/karir mereka di dunia kerja. Untuk itu, butuh beberapa upaya untuk merubah mindset negatif. Meskipun sebagian orang berpendapat mengubah pola pikir atau mindset begitu sulit tetapi bukan berarti tidak bisa diubah.

Ada baiknya kita menanamkan mindset yang bertumbuh atau biasa disebut growth mindset pada diri siswa. Growth mindset merupakan suatu pandangan individu terhadap diri dan lingkungannya serta bagaimana cara pandang mereka tentang dunia. Dengan growth mindset siswa lebih mudah dalam beradaptasi terhadap situasi dan kondisi yang sedang dihadapi. Seperti menghadapi perkembangan dunia pendidikan, teknologi dan komunikasi.

Selain itu, dengan growth mindset memiliki potensi di dalam dirinya dalam memberikan dan menciptakan kesempatan diri untuk bertumbuh secara lebih optimal sesuai tujuan hidupnya. Seseorang yang memiliki growth mindset memiliki pola pikir yang meyakini keterampilan, kemampuan, dan keahlian mereka bisa tumbuh dan berkembang karena proses yang dijalani.

Banyak tantangan yang akan dihadapi siswa ke depan. Jika tidak memiliki mindset yang bisa bertumbuh, kemungkinan besar mereka akan mudah menyerah. Hasil yang akan didapat cenderung rendah. Mereka juga akan mudah mengalami stres karena merasa cemas, khawatir dengan masalah yang muncul, merasa tidak bahagia karena tidak bisa memberikan hasil maksimal.

Baca juga:   Pembelajaran Matematika dengan FCC di Masa Pandemi

Perkembangan masa anak-anak, pola asuh orangtua dan apresiasi guru kepada peserta didik di kelas bisa membentuk growth mindset siswa. Sebagai contoh: “Jualan itu menyenangkan lho anak-anak”, “Coba bayangkan ketika anda berhasil closing, anda akan dapat cuan, asyikkan?”, ”Jualan online itu gampang lho, anda tinggal posting di media sosial, tidak perlu keliling cukup dengan posting”. Dengan memberikan mindset yang positif, anak bisa percaya diri terhadap kemampuan dalam menyelesaikan masalah.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan growth mindset siswa yaitu: 1. Menyeimbangkan pikiran; 2. Mengendalikan emosi; 3. Memiliki sikap percaya diri; 4. Berteman dengan orang-orang yang memiliki pemikiran yang positif; 5. Mengubah kebiasaan; 6. Mau menerima kesalahan serta 7. Berani keluar dari zona nyaman.

Mengubah pola pikir menjadi lebih positif bukan perkara mudah. Tapi bukan suatu hal yang mustahil. Dibutuhkan banyak waktu untuk bisa memberikan hasil yang maksimal. Termasuk support system dari lingkungan terutama dari bapak ibu guru Pemasaran bahwa “Jualan itu mudah dan menyenangkan”. (ra1/fth)

Guru Produk Kreatif dan Kewirausahaan, SMK Negeri 1 Salatiga

Author

Populer

Lainnya