Mengenal Kearifan Lokal Melalui Pembelajaran Video Based Learning

Oleh : Maria Sri Rahayu, M.Si

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Dalam proses pendidikan, metode pembelajaran mempunyai andil besar untuk mencapai tujuannya. Rusman (2012) mengatakan dalam sistem pembelajaran guru dituntut mampu memilih metode pembelajaran tepat, memilih dan menggunakan fasilitas pembelajaran, memilih dan menggunakan alat evaluasi, mengelola pembelajaran di kelas maupun di laboratorium, menguasai materi, serta memahami karakter siswa.

Revolusi industri 4.0 ditandai adanya teknologi baru. Di mana terdapat kolaborasi antara peratan fisik atau digital dengan Mobile Technology, Internet of Things. Yang bertujuan membantu perkembangan manusia, unnamed vehicle, artificial intelligence, big data dan fasilitas produksi baik berupa pengumpulan data dan analisis secara manual atau otomatis. Hal tersebut ditandai dengan sistem pembelajaran yang mandiri dan berpusat pada peserta didik. Dampak revolusi ini penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran.

Salah satu tren media pembelajaran di era 4.0 adalah pembelajaran berbasis video atau video based learning. Media video merupakan salah satu media yang memiliki unsur audio (suara) dan visual gerak (gambar bergerak). Berperan sebagai pengantar informasi terstruktur dari guru kepada peserta didik terkait materi pembelajaran (Hadi, 2017).

Sebagai media pembelajaran video sangat bermanfaat. Sebab merupakan salah satu jenis media audio-visual dan dapat mencerminkan suatu objek bergerak bersama dengan suara alami. Sehingga ketika menyaksikan video peserta didik bisa lebih fokus, bersemangat, tidak membosankan dan menyenangkan.

Metode ini cocok diterapkan dalam proses pembelajaran materi Komunitas dan Kearifan Lokal di Indonesia yang dipelajari di kelas XII IPS SMA Negeri 1 Ngluwar Magelang. Dalam pembelajaran, guru menerangkan tentang konsep kearifan lokal melalui tayangan video. Kemudian membentuk kelompok masing-masing kelompok terdiri dari dua orang.

Baca juga:   Asyiknya Belajar Produksi Masal dengan Model Pembelajaran Project Based Learning

Siswa diminta mencari video tentang kearifan lokal di internet (youtube). Setelah itu, menugaskan peserta didik mengamati video dan menganalisa kearifan lokal apa saja yang terkandung dalam video tersebut. Kemudian mempresentasikan hasilnya. Saat presentasi, peserta didik menayangkan video yang sedang dibahas lalu memaparkan hasil analisanya dan didiskusikan bersama-sama di depan kelompok lainnya.

Dengan metode ini ternyata efektif. Peserta didik sangat antusias dalam pembelajaran. Lebih aktif dan sangat menikmati pembelajaran. Bahkan antara peserta didik satu dengan yang lainnya saling memberi masukan. Tampilan video membuat peserta didik menjadi lebih fokus dan tertarik untuk mengikuti proses pembelajaran. Sehingga dari metode ini guru bisa memberikan penilaian baik secara aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Keberhasilan metode pembelajaran ini terlihat pada beberapa segi. Misalnya dari sisi keaktifan. Dengan video, keaktifan peserta didik dalam berdiskusi meningkat mencapai 95 persen. Dibandingkan metode ceramah yang hanya sekitar 75 persen.

Beberapa peserta didik yang sebelumnya pasif dan pendiam ternyata menjadi antusias. Sangat bagus dalam memaparkan serta menganalisis kearifan lokal yang ditayangkan dalam video. Suasana kelas benar-benar hidup. Kelompok satu dengan lainnya saling mengisi dan memberikan argumen sesuai pemahaman masing-masing. Kemampuan peserta didik dalam menganalisa video juga terlihat baik. Pemahaman mereka terhadap budaya-budaya lokal yang mempunyai nilai-nilai luhur semakin meningkat.

Baca juga:   Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal dengan Media Poster Animasi

Dari sisi penilaian. Peserta didik mampu mencapai KKM yang ditetapkan bahkan lebih. KKM Sosiologi untuk kelas XII IPS adalah sebesar 75. Bisa terlampaui dengan mudah dan mengalami peningkatan. Dengan metode ini ketuntasan peserta didik mencapai 90 persen dengan nilai rata-rata mencapai 89. Metode ini efektif meningkatkan penilaian dari sisi aspek pengetahuan dan keterampilan peserta didik.

Dari pengamatan penulis, keberhasilan media video pembelajaran memiliki beberapa keunggulan. Pertama media video, dapat memenuhi kebutuhan semua siswa yang memiliki karakter belajar yang berbeda-beda (audio, visual, atau audio-visual). Kedua, dengan mengamati video peserta didik lebih mudah karena bisa langsung melihat objek yang dimaksud. Sebab ada kecenderungan peserta didik lebih senang melihat daripada harus mendengarkan penjelasan guru.

Ketiga, video dapat menghadirkan berbagai peristiwa yang ada di tempat lain dan ilustrasi di video mampu mewakili kondisi yang ada di suatu tempat tanpa harus mendatangi langsung. Keempat, gaya hidup remaja sekarang lebih mengarah pada budaya “melihat” daripada membaca. Menikmati video bisa sebagai bentuk rekreasi di dalam ruangan sementara pemikiran mereka menjelajah kemana-mana.

Pada akhirnya, pembelajaran melalui media video berhasil secara maksimal dan efektif. Tetapi pemilihan video harus tetap disesuaikan tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, serta sarana dan prasarana yang ada di sekolah masing-masing. (rn2/fth)

Guru Sosiologi SMA Negeri 1 Ngluwar Magelang

Author

Populer

Lainnya